PUPUS, Semeru FC 0 – PSS Sleman 1

SEMERU FC FOR RAME DIBUNGKAM TAMU: Pemain Semeru FC ketika berduel dengan PSS Sleman di stadion Semeru Lumajang sore kemarin. Tuan rumah dipaksa menelan kekalahan 0-1

LUMAJANG RADARJEMBER.ID –  Menit 77 jadi petaka Semeru FC.  Di saat bek kanan Semeru FC terjatuh, bola langsung disambar Slamet Budiono. Pemain pengganti PSS Sleman ini berhasil mengecoh hadangan bek lain. Hingga dia berhadap-hadapan dengan kiper Semeru FC, Guntur. Dia pun mudah saja mengecoh dan menceploskan bola ke gawang Semeru.

IKLAN

Menit 77 itu tidak hanya soal kebobolan.  Bukan pula masalah kehilangan poin. Tetapi, nyaris menutup peluang Semeru FC untuk tetap berkirpah di Liga 2. Dengan sisa tiga pertandingan bisa dibilang peluang sudah habis. Kecuali ada keajaiban.

Keajaiban itu pun rasanya musykil. Sebab, jika ingin lolos Semeru FC harus bisa meraih tiga kemenangan beruntun di sisa laga. Yakni di pekan ke 20, 21, dan 22. Itu pun jika Gresik United, PSBS Biak dan Persiwa bisa kalah tiga kali beruntun.

Saat ini posisi Semeru FC berada di urutan ke 11 di Liga 2 wilayah timur. Berada di zona degradasi di atas Persiwa Wamena yang jadi juru kunci klasemen sementara dan di bawah Gresik United. Kondisi ini jelas sangat sulit.

Sejatinya, dalam pertandingan kemarin, performa Semeru FC tidak buruk-buruk amat. Di babak pertama, mereka relatif lebih dominan dibanding tim tamu. Memang pengawalan pada Cristian Gonzales yang cukup ketat bisa ditembus.

Mantan striker timnas Indonesia itu 3 kali mengancam. Untungnya ketiga peluang tidak bisa dikonversi jadi gol. Pertama melambung, kedua tandukannya tipis di atas mistar. Dan ketiga didahului guntur kiper Semeru FC yang lebih dulu sigap.

Sementara FC melalui Striker Dominggus mendapat empat kali peluang tembakan. Hanya saja, tembakannya masih lemah. Mudah saja kiper PSS Sleman menjinakkan setiap kali Dominggus melepaskan tendangan.

Baru di menit 77 petaka datang. Pemain pengganti Sleman mendapat peluang bola muntah dari permainan bek Semeru FC. Bola langsung disambar dan dilesakkan ke gawang Guntur. Petaka itu memang sempat dikejar untuk menyamakan kedudukan. Namun sayang, sampai peluit panjang dibunyikan wasit, skor tak berubah. Publik tuan rumah dibungkam oleh Cristian Gonzales dkk.

Seta Nurdiantara, pelatih PSS Sleman mengakui Permainan Semeru FC sulit ditaklukkan. “Kami bersabar, aliran bolanya susah ditebak. Semeru sendiri cukup bagus. Beberapa kali menyusahkan kami lewat serangan balik. Walaupun menang, kami masih mengevaluasi. Untuk pemain kami mengapresiasi karena semangat untuk memenangkan pertandingan sangat luar biasa,” jelasnya.

Sementara pelatih Semeru FC Putut Wijanarko menegaskan jika permainan sore kemarin begitu melelahkan. “Beban berat yang kita pikul cukup berat. Sementara PSS Sleman adalah tim yang bagus. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi hasilnya belum maksimal. Kami sudah bermain bagus tapi Tuhan berkehendak lain. Semoga ke depannya lebih bagus buat Semeru FC. Kami terus membangun mental dan mengembalikan kepercayaan pemain,” pungkasnya.

Reporter : Hafid Asnan
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :