alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Siapa Tanda Tangan di Atas Meterai?

- Pemeriksaan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Porprov 2019

- Dua Cabor Sanggah Sudah Teken Kuitansi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus melakukan pemanggilan cabang olahraga (cabor) kontingen Jember yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019. Hal itu berkaitan dengan adanya dugaan penyelewengan dana Porprov 2019 di KONI Jember.

Bahkan, jadwal pemanggilan cabor dilakukan setiap hari. Pelatih tim panjat tebing Jember yang turut berangkat ke Porprov Jatim 2019 di Lamongan, Firdaus Dellabas, misalnya, mulai masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.00. “Sekitar setengah jam saja diperiksa. Pokok masuk ke ruangan itu jam 12 kurang 15 menit,” imbuhnya.

Saat di Kejari Jember, kemarin (29/6), dia tidak sendirian. Namun, banyak juga perwakilan cabor yang dipanggil. “Bridge, silat, karate juga ada di kejaksaan,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau pemeriksaan terbilang cepat, namun Dellabas cukup kaget saat melihat isi dari LPJ KONI Jember di Porprov Jatim VI 2019. “Ya kaget saat ditunjukkan sebenarnya cabor panjat tebing itu menerima uang Rp 6 juta,” tuturnya.

BACA JUGA : Perangkat Desa Harus Sinergi dengan Kiai

Dia menjelaskan, dalam LPJ itu uang tersebut tidak diterima utuh, tapi menjadi beberapa bagian. Di antara uang saku Rp 3 juta, uang saat berkompetisi di Porprov Lamongan Rp 1 juta, dan uang saku atlet. “Uang saku yang Rp 3 juta, tidak menerima. Kalau saat di Lamongan hanya dikasih Rp 600 ribu, juga menerima uang saku per atlet Rp 750 ribu saat mau berangkat,” jelasnya.

Pria yang pernah menyabet medali perunggu di Porprov Jatim III Kediri itu menambahkan, dia juga ditunjukkan tanda tangan pada kuitansi bermeterai. Padahal, menurut Della, dia tidak pernah melakukan tanda tangan apa pun. Terlebih di atas meterai.

Selain Della, juga ada Jatmiko dari Federasi Karate Do Indonesia (Forki) yang dipanggil. “Sekitar jam 11 dan selesai Duhur,” ucapnya. Mantan Direktur PDP Kahyangan ini mengaku, saat Porprov 2019 dirinya menjabat sebagai manajer Forki Jember dan sebagai Ketua Harian Forki Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus melakukan pemanggilan cabang olahraga (cabor) kontingen Jember yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019. Hal itu berkaitan dengan adanya dugaan penyelewengan dana Porprov 2019 di KONI Jember.

Bahkan, jadwal pemanggilan cabor dilakukan setiap hari. Pelatih tim panjat tebing Jember yang turut berangkat ke Porprov Jatim 2019 di Lamongan, Firdaus Dellabas, misalnya, mulai masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.00. “Sekitar setengah jam saja diperiksa. Pokok masuk ke ruangan itu jam 12 kurang 15 menit,” imbuhnya.

Saat di Kejari Jember, kemarin (29/6), dia tidak sendirian. Namun, banyak juga perwakilan cabor yang dipanggil. “Bridge, silat, karate juga ada di kejaksaan,” terangnya.

Walau pemeriksaan terbilang cepat, namun Dellabas cukup kaget saat melihat isi dari LPJ KONI Jember di Porprov Jatim VI 2019. “Ya kaget saat ditunjukkan sebenarnya cabor panjat tebing itu menerima uang Rp 6 juta,” tuturnya.

BACA JUGA : Perangkat Desa Harus Sinergi dengan Kiai

Dia menjelaskan, dalam LPJ itu uang tersebut tidak diterima utuh, tapi menjadi beberapa bagian. Di antara uang saku Rp 3 juta, uang saat berkompetisi di Porprov Lamongan Rp 1 juta, dan uang saku atlet. “Uang saku yang Rp 3 juta, tidak menerima. Kalau saat di Lamongan hanya dikasih Rp 600 ribu, juga menerima uang saku per atlet Rp 750 ribu saat mau berangkat,” jelasnya.

Pria yang pernah menyabet medali perunggu di Porprov Jatim III Kediri itu menambahkan, dia juga ditunjukkan tanda tangan pada kuitansi bermeterai. Padahal, menurut Della, dia tidak pernah melakukan tanda tangan apa pun. Terlebih di atas meterai.

Selain Della, juga ada Jatmiko dari Federasi Karate Do Indonesia (Forki) yang dipanggil. “Sekitar jam 11 dan selesai Duhur,” ucapnya. Mantan Direktur PDP Kahyangan ini mengaku, saat Porprov 2019 dirinya menjabat sebagai manajer Forki Jember dan sebagai Ketua Harian Forki Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus melakukan pemanggilan cabang olahraga (cabor) kontingen Jember yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019. Hal itu berkaitan dengan adanya dugaan penyelewengan dana Porprov 2019 di KONI Jember.

Bahkan, jadwal pemanggilan cabor dilakukan setiap hari. Pelatih tim panjat tebing Jember yang turut berangkat ke Porprov Jatim 2019 di Lamongan, Firdaus Dellabas, misalnya, mulai masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.00. “Sekitar setengah jam saja diperiksa. Pokok masuk ke ruangan itu jam 12 kurang 15 menit,” imbuhnya.

Saat di Kejari Jember, kemarin (29/6), dia tidak sendirian. Namun, banyak juga perwakilan cabor yang dipanggil. “Bridge, silat, karate juga ada di kejaksaan,” terangnya.

Walau pemeriksaan terbilang cepat, namun Dellabas cukup kaget saat melihat isi dari LPJ KONI Jember di Porprov Jatim VI 2019. “Ya kaget saat ditunjukkan sebenarnya cabor panjat tebing itu menerima uang Rp 6 juta,” tuturnya.

BACA JUGA : Perangkat Desa Harus Sinergi dengan Kiai

Dia menjelaskan, dalam LPJ itu uang tersebut tidak diterima utuh, tapi menjadi beberapa bagian. Di antara uang saku Rp 3 juta, uang saat berkompetisi di Porprov Lamongan Rp 1 juta, dan uang saku atlet. “Uang saku yang Rp 3 juta, tidak menerima. Kalau saat di Lamongan hanya dikasih Rp 600 ribu, juga menerima uang saku per atlet Rp 750 ribu saat mau berangkat,” jelasnya.

Pria yang pernah menyabet medali perunggu di Porprov Jatim III Kediri itu menambahkan, dia juga ditunjukkan tanda tangan pada kuitansi bermeterai. Padahal, menurut Della, dia tidak pernah melakukan tanda tangan apa pun. Terlebih di atas meterai.

Selain Della, juga ada Jatmiko dari Federasi Karate Do Indonesia (Forki) yang dipanggil. “Sekitar jam 11 dan selesai Duhur,” ucapnya. Mantan Direktur PDP Kahyangan ini mengaku, saat Porprov 2019 dirinya menjabat sebagai manajer Forki Jember dan sebagai Ketua Harian Forki Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/