alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sunardi Pasrahkan Persid ke Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keinginan Sunardi menyerahkan Yayasan Persid Jember (YPJ) versi dirinya ke Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya lunas. Seusai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) di gedung DPRD Jember, Selasa (30/3) malam, pria yang juga anggota dewan ini pun langsung menyodorkan berkas YPJ ke bupati.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sunardi mengatakan, tidak perlu audiensi dengan bupati karena terpenting maksud tujuan menyerahkan YPJ sudah terpenuhi. Penyerahan itu juga tidak ada syarat apa pun. “Terserah bupati nanti, bagaimana pengelolaan Persid ke depan,” jelasnya.

Dia menegaskan, penyerahan YPJ ke pemerintah daerah tersebut tidak untuk satu tahun kompetisi semata, melainkan seterusnya. Apakah perlu notaris untuk melegalkan YPJ itu atau tidak, setelah diserahkan ke bupati? Menurut Sunardi, hal itu tidak perlu. “Saya serahkan Persid kepada bupati itu untuk kebaikan Persid saja,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dualisme Persid Jember terjadi sejak persiapan kompetisi 2020 lalu. Karena tidak ada kompetisi yang bergulir, membuat efek dualisme Persid, yaitu versi Sunardi dan versi Jo, tidak begitu kentara.

Terungkapnya dualisme ini setelah Asprov PSSI Jatim menerima pendaftaran dua nama Persid saat kompetisi musim lalu. Sekjen Asprov PSSI Jatim Amir Burhanudin menyebut, sampai hari ini Persid Jember masih terjadi dualisme. Bahkan, pada Kongres PPSI Jatim, 27 Maret kemarin, hanya Persid Jember yang tidak ada. Lantaran masih terjadi dualisme.

Sementara itu, Mirza Rahmulyono, Manajer Persid untuk kompetisi 2018 lalu, sempat mengatakan, pembiayaan Persid tanpa bantuan APBD memang sulit. Pengakuan Mirza untuk kompetisi 2018, meski Persid tidak sampai lolos grup zona Jatim, tapi dana yang telah dikucurkan setidaknya mencapai Rp 1 miliar. “Biaya sepak bola itu besar. Mengandalkan jumlah penonton itu tidak cukup,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keinginan Sunardi menyerahkan Yayasan Persid Jember (YPJ) versi dirinya ke Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya lunas. Seusai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) di gedung DPRD Jember, Selasa (30/3) malam, pria yang juga anggota dewan ini pun langsung menyodorkan berkas YPJ ke bupati.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sunardi mengatakan, tidak perlu audiensi dengan bupati karena terpenting maksud tujuan menyerahkan YPJ sudah terpenuhi. Penyerahan itu juga tidak ada syarat apa pun. “Terserah bupati nanti, bagaimana pengelolaan Persid ke depan,” jelasnya.

Dia menegaskan, penyerahan YPJ ke pemerintah daerah tersebut tidak untuk satu tahun kompetisi semata, melainkan seterusnya. Apakah perlu notaris untuk melegalkan YPJ itu atau tidak, setelah diserahkan ke bupati? Menurut Sunardi, hal itu tidak perlu. “Saya serahkan Persid kepada bupati itu untuk kebaikan Persid saja,” ujarnya.

Dualisme Persid Jember terjadi sejak persiapan kompetisi 2020 lalu. Karena tidak ada kompetisi yang bergulir, membuat efek dualisme Persid, yaitu versi Sunardi dan versi Jo, tidak begitu kentara.

Terungkapnya dualisme ini setelah Asprov PSSI Jatim menerima pendaftaran dua nama Persid saat kompetisi musim lalu. Sekjen Asprov PSSI Jatim Amir Burhanudin menyebut, sampai hari ini Persid Jember masih terjadi dualisme. Bahkan, pada Kongres PPSI Jatim, 27 Maret kemarin, hanya Persid Jember yang tidak ada. Lantaran masih terjadi dualisme.

Sementara itu, Mirza Rahmulyono, Manajer Persid untuk kompetisi 2018 lalu, sempat mengatakan, pembiayaan Persid tanpa bantuan APBD memang sulit. Pengakuan Mirza untuk kompetisi 2018, meski Persid tidak sampai lolos grup zona Jatim, tapi dana yang telah dikucurkan setidaknya mencapai Rp 1 miliar. “Biaya sepak bola itu besar. Mengandalkan jumlah penonton itu tidak cukup,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keinginan Sunardi menyerahkan Yayasan Persid Jember (YPJ) versi dirinya ke Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya lunas. Seusai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) di gedung DPRD Jember, Selasa (30/3) malam, pria yang juga anggota dewan ini pun langsung menyodorkan berkas YPJ ke bupati.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sunardi mengatakan, tidak perlu audiensi dengan bupati karena terpenting maksud tujuan menyerahkan YPJ sudah terpenuhi. Penyerahan itu juga tidak ada syarat apa pun. “Terserah bupati nanti, bagaimana pengelolaan Persid ke depan,” jelasnya.

Dia menegaskan, penyerahan YPJ ke pemerintah daerah tersebut tidak untuk satu tahun kompetisi semata, melainkan seterusnya. Apakah perlu notaris untuk melegalkan YPJ itu atau tidak, setelah diserahkan ke bupati? Menurut Sunardi, hal itu tidak perlu. “Saya serahkan Persid kepada bupati itu untuk kebaikan Persid saja,” ujarnya.

Dualisme Persid Jember terjadi sejak persiapan kompetisi 2020 lalu. Karena tidak ada kompetisi yang bergulir, membuat efek dualisme Persid, yaitu versi Sunardi dan versi Jo, tidak begitu kentara.

Terungkapnya dualisme ini setelah Asprov PSSI Jatim menerima pendaftaran dua nama Persid saat kompetisi musim lalu. Sekjen Asprov PSSI Jatim Amir Burhanudin menyebut, sampai hari ini Persid Jember masih terjadi dualisme. Bahkan, pada Kongres PPSI Jatim, 27 Maret kemarin, hanya Persid Jember yang tidak ada. Lantaran masih terjadi dualisme.

Sementara itu, Mirza Rahmulyono, Manajer Persid untuk kompetisi 2018 lalu, sempat mengatakan, pembiayaan Persid tanpa bantuan APBD memang sulit. Pengakuan Mirza untuk kompetisi 2018, meski Persid tidak sampai lolos grup zona Jatim, tapi dana yang telah dikucurkan setidaknya mencapai Rp 1 miliar. “Biaya sepak bola itu besar. Mengandalkan jumlah penonton itu tidak cukup,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/