alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Cabor Desak Penyelenggaraan Musorkablub

Kirim Mosi Tidak Percaya ke KONI Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Cabang olahraga (cabor) yang menginginkan adanya musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub) di tubuh KONI Jember kini semakin serius. Sejumlah cabor telah mengirimkan surat mosi tidak percaya ke KONI Jatim. Bahkan, mosi tersebut juga dikirim ke KONI Jember dengan tembusan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember.

Isi surat kepada KONI Jatim adalah pernyataan dari berbagai cabor untuk segera menggelar musorkablub. Surat tersebut langsung dikirim oleh Tim 9 Musorkablub KONI Jember, kemarin pagi (31/3) di Surabaya. “Kami perwakilan dari cabor yang inginkan Musorkablub KONI Jember telah mengirimkan ke KONI Jatim,” ucap Ketua Harian Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jember sekaligus Ketua Tim 9 Djatmiko.

Tim 9 juga menyerahkan surat yang sama ke KONI Jember. “Kami dibagi dua tim. Ada yang menuju KONI Jatim di Surabaya dan ke KONI Jember dengan tembusan Dispora Jember juga,” ucap Djatmiko.

Mobile_AP_Rectangle 2

Surat kepada KONI Jember tersebut, lanjut dia, berisi keinginan cabor yang sejatinya tidak langsung potong kompas ke KONI Jawa Timur. Penyerahan berkas surat mosi tidak percaya dari 29 cabor untuk Musorkablub KONI Jember ke KONI Jatim itu juga diterima langsung oleh Wakil Sekretaris KONI Jatim. “Kebetulan pimpinan KONI Jatim tidak ada di tempat, masih di Jakarta,” ucap Djatimiko.

Selain 29 cabor, kata dia, juga akan ada empat cabor lagi yang menyusul untuk menyerahkan berkas yang menginginkan musorkablub ke KONI Jatim. Menurut Djatmiko, penyerahan surat ke KONI Jatim itu dilakukan segera walau masih ada empat cabor yang menyusul. Hal itu berkaitan dengan AD-ART KONI, yang di dalamnya menjelaskan bahwa ada tenggang waktu 30 hari untuk menggelar musorkablub setelah mosi tidak percaya itu diserahkan.

Mengapa musorkablub itu semakin kuat hingga diajukan melalui pernyataan tertulis pada KONI Jatim? Menurut Djatmiko, cabor di naungan KONI Jember itu merasa tidak ada progres apa pun di dunia olahraga. Baik secara prestasi maupun pendanaan.

Bahkan, cabor yang setiap tahun sesuai AD-ART diundang untuk mengelar rapat tahunan, atau dalam AD-ART disebut Rapat kerja kabupaten (rakerkab), sekarang tidak ada lagi. “Selama tiga tahun tidak ada rapat tahunan KONI Jember bersama cabor. Padahal di AD-ART itu wajib dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Jember Ardhianto Oky Wijaya yang juga masuk menjadi Tim 9 menambahkan, cabor merasa tidak pernah dianggap sebagai anggota KONI Jember. Lantaran semua kebijakan dari KONI Jember tidak didasari oleh hasil evaluasi dari rapat tahunan.

Padahal, dalam rapat tahunan yang wajib dilaksanakan KONI itu, sesuai AD-ART Pasal 34, Rakerkab KONI digelar sekali dalam setiap tahun. Selain membahas laporan keuangan, juga terdapat hal krusial, yaitu menentukan apakah ada tambahan cabor baru sebagai anggota KONI atau tidak.

Mengulik AD-ART KONI pada pasal 34 ayat 5 terdapat beberapa hal lain yang dibahas dalam rakerkab. Di antaranya, meminta dan memutuskan tentang laporan pelaksanaan program kerja dan laporan keuangan untuk tahun berjalan pengurusan KONI. Selain itu, membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana program kerja tahunan, membahas dan memutuskan segala permasalahan yang menyangkut status keanggotaan, serta menetapkan penerimaan atau penolakan terhadap permohonan untuk diterima sebagai anggota.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Cabang olahraga (cabor) yang menginginkan adanya musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub) di tubuh KONI Jember kini semakin serius. Sejumlah cabor telah mengirimkan surat mosi tidak percaya ke KONI Jatim. Bahkan, mosi tersebut juga dikirim ke KONI Jember dengan tembusan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember.

Isi surat kepada KONI Jatim adalah pernyataan dari berbagai cabor untuk segera menggelar musorkablub. Surat tersebut langsung dikirim oleh Tim 9 Musorkablub KONI Jember, kemarin pagi (31/3) di Surabaya. “Kami perwakilan dari cabor yang inginkan Musorkablub KONI Jember telah mengirimkan ke KONI Jatim,” ucap Ketua Harian Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jember sekaligus Ketua Tim 9 Djatmiko.

Tim 9 juga menyerahkan surat yang sama ke KONI Jember. “Kami dibagi dua tim. Ada yang menuju KONI Jatim di Surabaya dan ke KONI Jember dengan tembusan Dispora Jember juga,” ucap Djatmiko.

Surat kepada KONI Jember tersebut, lanjut dia, berisi keinginan cabor yang sejatinya tidak langsung potong kompas ke KONI Jawa Timur. Penyerahan berkas surat mosi tidak percaya dari 29 cabor untuk Musorkablub KONI Jember ke KONI Jatim itu juga diterima langsung oleh Wakil Sekretaris KONI Jatim. “Kebetulan pimpinan KONI Jatim tidak ada di tempat, masih di Jakarta,” ucap Djatimiko.

Selain 29 cabor, kata dia, juga akan ada empat cabor lagi yang menyusul untuk menyerahkan berkas yang menginginkan musorkablub ke KONI Jatim. Menurut Djatmiko, penyerahan surat ke KONI Jatim itu dilakukan segera walau masih ada empat cabor yang menyusul. Hal itu berkaitan dengan AD-ART KONI, yang di dalamnya menjelaskan bahwa ada tenggang waktu 30 hari untuk menggelar musorkablub setelah mosi tidak percaya itu diserahkan.

Mengapa musorkablub itu semakin kuat hingga diajukan melalui pernyataan tertulis pada KONI Jatim? Menurut Djatmiko, cabor di naungan KONI Jember itu merasa tidak ada progres apa pun di dunia olahraga. Baik secara prestasi maupun pendanaan.

Bahkan, cabor yang setiap tahun sesuai AD-ART diundang untuk mengelar rapat tahunan, atau dalam AD-ART disebut Rapat kerja kabupaten (rakerkab), sekarang tidak ada lagi. “Selama tiga tahun tidak ada rapat tahunan KONI Jember bersama cabor. Padahal di AD-ART itu wajib dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Jember Ardhianto Oky Wijaya yang juga masuk menjadi Tim 9 menambahkan, cabor merasa tidak pernah dianggap sebagai anggota KONI Jember. Lantaran semua kebijakan dari KONI Jember tidak didasari oleh hasil evaluasi dari rapat tahunan.

Padahal, dalam rapat tahunan yang wajib dilaksanakan KONI itu, sesuai AD-ART Pasal 34, Rakerkab KONI digelar sekali dalam setiap tahun. Selain membahas laporan keuangan, juga terdapat hal krusial, yaitu menentukan apakah ada tambahan cabor baru sebagai anggota KONI atau tidak.

Mengulik AD-ART KONI pada pasal 34 ayat 5 terdapat beberapa hal lain yang dibahas dalam rakerkab. Di antaranya, meminta dan memutuskan tentang laporan pelaksanaan program kerja dan laporan keuangan untuk tahun berjalan pengurusan KONI. Selain itu, membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana program kerja tahunan, membahas dan memutuskan segala permasalahan yang menyangkut status keanggotaan, serta menetapkan penerimaan atau penolakan terhadap permohonan untuk diterima sebagai anggota.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Cabang olahraga (cabor) yang menginginkan adanya musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub) di tubuh KONI Jember kini semakin serius. Sejumlah cabor telah mengirimkan surat mosi tidak percaya ke KONI Jatim. Bahkan, mosi tersebut juga dikirim ke KONI Jember dengan tembusan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember.

Isi surat kepada KONI Jatim adalah pernyataan dari berbagai cabor untuk segera menggelar musorkablub. Surat tersebut langsung dikirim oleh Tim 9 Musorkablub KONI Jember, kemarin pagi (31/3) di Surabaya. “Kami perwakilan dari cabor yang inginkan Musorkablub KONI Jember telah mengirimkan ke KONI Jatim,” ucap Ketua Harian Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jember sekaligus Ketua Tim 9 Djatmiko.

Tim 9 juga menyerahkan surat yang sama ke KONI Jember. “Kami dibagi dua tim. Ada yang menuju KONI Jatim di Surabaya dan ke KONI Jember dengan tembusan Dispora Jember juga,” ucap Djatmiko.

Surat kepada KONI Jember tersebut, lanjut dia, berisi keinginan cabor yang sejatinya tidak langsung potong kompas ke KONI Jawa Timur. Penyerahan berkas surat mosi tidak percaya dari 29 cabor untuk Musorkablub KONI Jember ke KONI Jatim itu juga diterima langsung oleh Wakil Sekretaris KONI Jatim. “Kebetulan pimpinan KONI Jatim tidak ada di tempat, masih di Jakarta,” ucap Djatimiko.

Selain 29 cabor, kata dia, juga akan ada empat cabor lagi yang menyusul untuk menyerahkan berkas yang menginginkan musorkablub ke KONI Jatim. Menurut Djatmiko, penyerahan surat ke KONI Jatim itu dilakukan segera walau masih ada empat cabor yang menyusul. Hal itu berkaitan dengan AD-ART KONI, yang di dalamnya menjelaskan bahwa ada tenggang waktu 30 hari untuk menggelar musorkablub setelah mosi tidak percaya itu diserahkan.

Mengapa musorkablub itu semakin kuat hingga diajukan melalui pernyataan tertulis pada KONI Jatim? Menurut Djatmiko, cabor di naungan KONI Jember itu merasa tidak ada progres apa pun di dunia olahraga. Baik secara prestasi maupun pendanaan.

Bahkan, cabor yang setiap tahun sesuai AD-ART diundang untuk mengelar rapat tahunan, atau dalam AD-ART disebut Rapat kerja kabupaten (rakerkab), sekarang tidak ada lagi. “Selama tiga tahun tidak ada rapat tahunan KONI Jember bersama cabor. Padahal di AD-ART itu wajib dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Jember Ardhianto Oky Wijaya yang juga masuk menjadi Tim 9 menambahkan, cabor merasa tidak pernah dianggap sebagai anggota KONI Jember. Lantaran semua kebijakan dari KONI Jember tidak didasari oleh hasil evaluasi dari rapat tahunan.

Padahal, dalam rapat tahunan yang wajib dilaksanakan KONI itu, sesuai AD-ART Pasal 34, Rakerkab KONI digelar sekali dalam setiap tahun. Selain membahas laporan keuangan, juga terdapat hal krusial, yaitu menentukan apakah ada tambahan cabor baru sebagai anggota KONI atau tidak.

Mengulik AD-ART KONI pada pasal 34 ayat 5 terdapat beberapa hal lain yang dibahas dalam rakerkab. Di antaranya, meminta dan memutuskan tentang laporan pelaksanaan program kerja dan laporan keuangan untuk tahun berjalan pengurusan KONI. Selain itu, membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana program kerja tahunan, membahas dan memutuskan segala permasalahan yang menyangkut status keanggotaan, serta menetapkan penerimaan atau penolakan terhadap permohonan untuk diterima sebagai anggota.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/