Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Depresi Bisa Menyerang Siapa Saja, Dokter RSBS Ungkap Tanda Awal dan Pentingnya Konseling Jiwa

Redaksi Radar Jember • Selasa, 16 Desember 2025 | 14:15 WIB

dr ALIF MARDIJANA SpKJ, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSBS.
dr ALIF MARDIJANA SpKJ, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSBS.

Radar Jember - Depresi bisa dialami oleh semua orang, salah satu pemicunya adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, kegagalan atau trauma masa lalu, kehilangan orang atau sesuatu yang sangat disayang.

Hal tersebut menyebabkan perasaan atau suasana hati (mood) sedih yang terus-menerus dan tidak kunjung menghilang, kehilangan minat dengan hal-hal yang disukai, kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang normal.

“Dan terkadang merasa hidup tidak layak untuk dijalani,” ungkap dr Alif Mardijana SpKJ, dokter spesialis kesehatan jiwa RS Bina Sehat (RSBS) Jember.

Depresi merupakan suatu gangguan mental dengan gejala yang nyata.

Depresi adalah suatu keadaan yang lebih dari hanya sekadar rasa sedih yang dapat menghilang dalam beberapa hari dan tidak dapat hanya dengan kata-kata penyemangat saja serta dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

“Terkadang penderita bahkan tidak sadar sedang mengalami depresi. Oleh karenanya, kepekaan orang-orang sekitar, penanganan yang tepat, dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu penderita menghadapi depresi yang dialami,” ungkap Alif.

Individu dapat didiagnosis mengalami depresi jika gejala-gejala yang dialami tetap ada selama periode dua minggu lebih.

Gejala yang paling dominan yaitu kehilangan minat atau rasa senang, suasana hati yang tertekan atau murung, gangguan tidur (insomnia atau hypersomnia), gangguan pada nafsu makan yang signifikan, dan perasaan tidak berharga.

“Termasuk juga hilangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, keragu-raguan, paling parah bisa muncul pikiran yang sering atau berulang tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri, atau usaha untuk bunuh diri,” kata Alif.

Depresi atau gangguan kejiwaan yang dialami bisa berupa depresi ringan sampai dengan berat tergantung kesiapan mental penderita dalam menyikapi perubahan hidupnya yang drastis tersebut.

Untuk yang depresi ringan biasanya cukup dengan konsultasi atau konseling dan pendampingan untuk mengembalikan semangat dan mentalnya agar dapat bangkit menghadapi kenyataan.

Sedangkan bila mengalami depresi berat diperlukan konsultasi yang tidak cukup sekali, diberikan juga tambahan obat antidepresan serta bila diperlukan harus dirawat inap.

Tidak perlu malu keluarga dan penderita bisa mencurahkan apa yang menjadi keresahannya untuk memperoleh solusi yang tepat.

“Untuk keluarga, diharapkan agar selalu mendampingi dan jangan membiarkan penderita merasa sendiri, diajak ngobrol ringan, diajak jalan keluar rumah menghirup udara segar, berlibur atau olahraga ringan seperti joging, mencari suasana dan pemandangan yang berbeda dari rutinitas,” jelasnya.

Dengan pendampingan rutin dari keluarga dan konseling oleh dokter spesialis kejiwaan, diharapkan kondisi depresi atau gangguan kejiwaan yang dialami oleh penderita dapat berangsur–angsur segera pulih.

Sehingga dapat menjalankan aktivitas kehidupan normalnya kembali.

Apabila Anda memerlukan konsultasi lebih lanjut, segera ke RSBS di Jalan Jayanagera 7, Kaliwates, Jember, atau hubungi bagian pendaftaran di nomor telepon (0331) 422701. (kr/c2/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#depresi #konseling #Jember #RS Bina Sehat #RSBS