DABASAH, Radar Ijen - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso kini kembali mengadakan festival kopi dengan tajuk baru, yakni Festival Tembakau dan Kopi Nusantara (FTKN) 7.
Tajuk ini menegaskan bahwa tembakau juga menjadi salah satu komoditas pertanian unggulan di kabupaten yang mendeklarasikan diri sebagai Republik Kopi.
FTKN akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 25-27 Oktober 2024. Berbagai rangkaian acara menarik akan disajikan selama festival.
Mulai dari lomba melinting tembakau, lomba cup tester, lomba merajang tembakau, lomba manual brew, hingga penampilan bintang tamu Woro Widodari yang akan memeriahkan malam puncak pada Minggu (27/10) nanti.
Kepala DPKP Bondowoso, Hendrie Widotono menyatakan bahwa rangkaian acara FTKN 7 ini sengaja dilakukan di akhir pekan sebagai bentuk menyediakan atraksi kepada para pengunjung wisata yang datang ke Bondowoso.
Mereka bisa menghabiskan akhir pekannya di Bondowoso. "Karena ini juga meramaikan dari pegiat petani tembakau (termasuk kopi, Red)," ujarnya.
Menurutnya, tembakau Bondowoso memiliki sejarah panjang dan menjadi simbol identitas daerah. Apalagi saat ini, industri tembakau di Bondowoso banyak menyedot tenaga kerja.
"Ini sebenarnya hanya stimulan saja. Tembakau legendaris sudah dulu," ujarnya, mengacu pada peran penting tembakau bagi masyarakat Bondowoso. Bahkan, Hendrie menyebut tembakau sebagai "tanaman emas" dari Bondowoso.
Selain itu, ada pula lomba cup tester. Lomba ini akan menguji kemampuan peserta dalam membedakan rasa kopi.
Nantinya, akan disajikan beberapa set kopi. Peserta kemudian diminta untuk menemukan satu kopi yang berbeda di antara beberapa cup kopi yang disajikan.
Tujuannya adalah untuk menguji keakuratan lidah, kecepatan, dan keterampilan peserta dalam membedakan kopi.
Hendrie menyebutkan, akan ada puluhan peserta yang mengikuti lomba cup tester. Peserta yang datang tidak hanya dari Bondowoso, tetapi juga dari luar daerah, menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengembangan sektor pertanian di Bondowoso. "Ini dari luar Bondowoso juga. Pendaftarannya online. Ini ada lebih dari 80 peserta," jelasnya.
Festival ini akan menjadi ajang pertemuan terbesar antara petani lokal, eksportir, dan berbagai pihak terkait.
Apalagi Bank Indonesia (BI) juga mendukung petani dan eksportir kopi serta tembakau di Bondowoso. "Diinisiasi oleh BI sendiri. Perhatian BI ini sangat besar," tambahnya.
Dengan dukungan pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai pihak lainnya, Febstival Tembakau dan Kopi Nusantara ini akan memberikan dampak positif bagi petani tembakau dan kopi, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah Bondowoso. (ika/hlb/bud)
Editor : Radar Digital