JEMBER, RADARJEMBER.ID– SMK Negeri 2 Jember terus melakukan sinkronisasi ilmu pengetahuan dengan mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Diduka).
Oleh karena itu siswa teknik arsitektur dan teknik konstruksi bangunan dibekali hal dasar dan penting dalam menerapkan baja ringan.
Dalam kegiatan yang digelar Aula SMKN 2 Jember, Kamis (15/2) tersebut diikuti siswa kelas XII teknik arsitektur dan teknik konstruksi bangunan dengan narasumber dari Himpunan Aplikator Indonesia (Hapi).
Adi Santoso Koordinator Hapi wilayah Tapal Kuda mengatakan, transfer ilmu ini terdapat dua materi. Yaitu pengetahuan dasar tentang baja ringan dan praktek.
Walau baja ringan saat ini telah banyak dipakai dalam kontruksi banguan, termasuk di kuda-kuda. Namun, ada hal dasar yang tidak dipahami.
Salah satunya tentang materi yang terkandung dalam baja ringan, hingga perhitungan kekuatan baja ringan. “Baja ringan itu ada kandungan zinc dan alumuniumnya.
Baja ringan yang SNI dengan tidak tentu berbeda kandungan zinc dan alumuniumnya.
Setiap baja ringan itu tertulis kekuatannya seperti apa untuk bentangan berapa.
"Kadang tukang tidak tahu tentang itu, bila kuda-kuda ambruk yang disalahkan merek baja ringannya. Ini yang keliru,” paparnya.
Sementara Kepala SMKN 2 Jember Edi Setyono, kegiatan ini rutin dilakukan di setiap jurusan. Agar siswa itu lebih update perkembangan ilmu pengetahuan Dudi.
Sinkronisasi dengan dunia industri ini penting, agar lulusan SMK itu siap kerja dan memiliki skill yang dibutuhkan dunia pekerjaan.
Sementara Sih Liberti, Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Konstruksi Bangunan SMKN 2 Jember mengatakan, pengetahuan dasar, hingga perhitungan rinci anggaran biaya pemakaian baja ringan itu diperlukan saat ini.
Apalagi, dalam buku ajar masih konsep menerapkan kayu dalam kuda-kuda bangunan. “Kurikulum dari pemerintah memakai kayu. Padahal bahan bangunan saat ini berkembang,” tuturnya.
Acara semakin lengkap dengan ditutup dengan mempraktekkan baja ringan.
Siswa diajarkan mulai memotong, menyambung, hingga membuat kuda-kuda dengan baja ringan dengan tepat.
Bahkan, tak sedikit siswa ditekankan menghitung bentangan dan kekuatan baja ringan. Ilmu pengetahuan inilah yang jadi bekal berharga mereka saat lulus sekolah nanti. (kr/dwi)
Editor : Alvioniza