JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kemarin, 27 Juni 2023, merupakan hari yang cukup berkesan untuk Universitas dr Soebandi (UDS) Jember. Bagaimana tidak, waktu tersebut bertepatan pada peringatan dua tahun berdirinya universitas yang ada di Kelurahan/Kecamatan Patrang tersebut. Dalam peringatan itu, mereka optimistis untuk mencapai target menjadi World Class University pada 2045 mendatang. Beberapa tahapan memang sudah dilalui selama dua tahun terakhir.
Sejauh ini UDS sudah memiliki dua fakultas ternama, di antaranya Fakultas Ilmu Kesehatan dengan enam program studi. Mulai dari S-1 Keperawatan, Profesi Keperawatan (Ners), S-1 Kebidanan, Profesi Kebidanan, S-1 Farmasi, dan D-4 Laboratorium Medis. Serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan dua program studi, yakni S-1 Entrepreneur (Kewirausahaan) dan S-1 Bisnis Digital.
Rektor UDS Andi Eka Pranata mengatakan, dua tahun adanya universitas itu bukan merupakan hal yang mudah. Terlebih ada target yang harus dicapai, yakni world class university pada 2045 mendatang. Sementara, saat ini masih masuk dalam tahap pertama, yakni teaching university atau penguatan manajemen, tata kelola, sumber daya manusia, serta pengembangan fasilitas penunjang dan sebagainya. “Dosen-dosen juga kamu pacu, bagaimana mereka di kancah nasional dan internasional,” jelasnya.
Selain itu, Andi juga menuturkan, dua tahun pertama merupakan tahun yang cukup krusial. Sebab, merupakan waktu yang menentukan agar dapat dikenal oleh masyarakat. Terlebih, dia mengaku menunjukan eksistensi universitas tersebut, tanpa menyampaikan bahwa UDS adalah kampus yang besar. “Keberadaan UDS harus memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Untuk mencapai hal yang diinginkan, menurutnya memang membutuhkan perjuangan. Sehingga perguruan tinggi yang dia kelola harus memiliki nilai perjuangan, sesuai dengan nama pejuang yang melekat saat ini, Letkol dr RM Soebandi. Oleh sebab itu, dari dua tahun keberadaannya, kampus itu diharapkan bisa menjadi pemicu bagi perubahan dunia pendidikan di Jember, Jatim, bahkan nasional. “Kami tidak akan besar ketika manfaat itu tidak dirasakan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Andi juga menegaskan, pada 2045 mendatang target menjadi world class university akan tercapai. Sebab, berbagai langkah untuk menuju hal itu sudah mulai dilakukan. Termasuk mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Bahkan tahun depan, direncanakan akan dilakukan pertukaran pelajar dengan Malaysia dan Brunei Darussalam. “Lima tahun ke depan, target pasar ASEAN kami tembus,” ucapnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Pendidikan Jember International School Mashun menyampaikan, untuk mencapai world class university memang ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Oleh sebab itu, menurutnya, pihak yayasan siap membantu kebutuhan universitas, termasuk pemenuhan sarana, prasarana, dan pembuatan kampus II. “Lahan sudah kamu siapkan di Bintoro. Karena kalau di sini sudah sulit pengembangan lahannya,” katanya.
Tak hanya itu, Mahsun juga berharap dalam tahun ini akan ada penambahan satu fakultas baru, yakni Fakultas Teknologi dan Informasi. Sebab, hal itu banyak dicari dan diminati oleh masyarakat. Ditambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan dianggap sudah mumpuni, salah satunya lab komputer dan lainnya. “Optimistis tercapai, melihat pengalaman yang sudah ada,” pungkasnya. (ika/ham/c2/bud)
Editor : Alvioniza