Momentum sidang senat terbuka wisuda sarjana ke-53, magister ke-35, dan doktoral ke-20, di Gedung Kuliah Terpadu, Kamis (11/5), menjadi momen paling membahagiakan bagi Bulgis.
Ia bahkan tak menyangka bahwa prestasi tersebut mampu diraihnya. Saat itu juga ia teringat perjuangan dirinya semasa kuliah dan perjuangan kedua orang tua. Keberhasilannya juga merupakan buah manis doa orang tua dan dirinya yang rajin menunaikan ibadah salat malam.
BACA JUGA: Kampus II UIN KHAS di Lumajang Bakal Usung Empat Pilar KH Achmad Siddiq
Berkat doa orang tua dan ketekunan melaksanakan ibadah malam inilah yang membuatnya meraih prestasi sebagai wisudawan terbaik melalui “jalur langit”. "Saya senang banget. Saya jujur tidak tahu sama sekali. Kaget banget. Seneng banget. Alhamdulillah!" ujarnya.
Sejak memasuki bangku perkuliahan, ia sudah aktif mengikuti berbagai macam kegiatan. Mulai dari organisasi maupun perlombaan. Menurutnya, hal tersebut bukan menjadi rintangan. Ia justru merasa tertantang untuk menunjukan sejauh mana batas kemampuan dirinya.
"Karena ketika kita sudah mengumpulkan banyak prestasi tidak akan merugikan kita sendiri," katanya
Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa ia juga menyempatkan diri untuk produktif dalam kegiatan lain. Bulgis memiliki bisnis online shop yang dikelola sendiri sejak semester tiga. Bahkan, melalui bisnis online tersebut ia mampu membiayai uang kuliahnya sendiri dengan dibantu beasiswa.
"Sejak semester tiga, karena di situ fokus kerja dan ikut beasiswa juga. Jadi sudah menghasilkan uang sendiri, karena tidak ingin membebani orang tua," imbuhnya.
Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr Babun Suharto, menyampaikan pesan kepada mahasiswanya yang telah diwisuda agar terus belajar, meski telah berhasil meraih gelar. “Jangan seperti rumus tutup buku, buka terop,” pesannya.
Pesan yang disampaikan Babun merupakan kalimat yang sudah umum dipahami masyarakat, khususnya di Jember. Kalimat itu bermakna, mahasiswa yang sudah lulus tidak lantas langsung menikah, tapi berkarya dan mengejar karir.
Menurut Babun, kesempatan terbaik kerap berpihak pada seseorang yang berilmu. Tak hanya kesempatan terangkatnya derajat di dunia, tapi di akhirat nanti. (ika)
Reporter: Viona Alvioniza
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital