BACA JUGA : Wabup Gus Firjaun Iringi Keberangkatan Santri Darussalam
Ketersediaan dokter hewan di empat puskeswan hanya berjumlah 28 orang. Padahal, jumlah hewan berkuku belah yang sudah terpapar tembus seribu ekor. Paling banyak penyakit itu menyerang sapi. Karena itu, Rabu (25/05) kemarin, pihaknya memastikan kesehatan susu sapi pada sentra produksi susu di KUD Tani Makmur, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro.
Anang mengatakan, angka penularan ini cukup mengkhawatirkan. Bahkan, belakangan tidak sedikit sapi milik peternak yang mati karena terjangkit penyakit tersebut. Harapannya, pemkab segera melakukan pemetaan sedini mungkin untuk mencegah penularan tersebut makin meluas ke hewan-hewan lainnya.
“Saya diminta petani untuk melihat kondisi sapi perah di wilayah Senduro. Karena di sana sentra sapi perah. Setelah saya pantau, ternyata yang sudah terpapar lebih dari 700 ekor. Ini sangat mengkhawatirkan. Yang lebih mengkhawatirkan lagi kalau jumlah ini terus meningkat. Ini segera diantisipasi,” katanya.
Pihaknya juga berharap pemkab proaktif meminta kebutuhan obat-obatan untuk hewan-hewan yang sakit dan segera mendistribusikannya kepada para peternak. Lebih lanjut, H. Anang juga meminta ketersediaan tenaga kesehatan dan dokter hewan segera ditambah. Mengingat , ketersediaan dokter hewan tidak sampai 30 orang.
“Dokter hewan yang dimiliki Lumajang hanya 28 orang untuk melayani satu kabupaten. Saya berharap segera ditambah, termasuk tenaga kesehatan lainnya. Peternak mengaku sangat khawatir. Untuk itu, pemerintah harus kerja cepat untuk melakukan penanganan PMK. Jumlahnya harus ditekan dan yang sakit harus disembuhkan,” pungkasnya. (kl/son/c2/fid)
Editor : Safitri