alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Menjadi Peserta JKN-KIS Tidak Harus Menunggu Sakit

Mobile_AP_Rectangle 1

Memiliki jaminan kesehatan sangatlah penting saat ini, karena dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa perlu khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Sejak kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, bisa menjadi solusi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah.
Saat ini Program JKN-KIS yang telah berjalan sejak tahun 2014 sudah banyak membantu penduduk Indonesia. Terhitung sekitar 200 juta lebih penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, di mana peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang cakupannya paling banyak. Ini bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyatnya.
Salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Wuwuh Asrining Puri (37) mengatakan sangat beruntung memiliki JKN-KIS, karena selain manfaat pelayanan kesehatan yang sangat luas, juga iuran perbulan yang sangat ringan.
“Iurannya sangat terjangkau, karena program ini adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan kami sebagai pekerja hanya dipotong satu persen dari gaji, itupun sudah termasuk jaminan kepesertaan bagi satu keluarga,” ujar Puri.
Puri tercatat sebagai peserta JKN-KIS kelas 2 yang sampai dengan saat ini tidak pernah menggunakan layanan kesehatan, baginya menolong sesama lebih penting dibanding dirinya harus merasakan sakit.
Menurut Puri menjadi peserta JKN-KIS sama halnya menjadi pahlawan bagi sesama, karena iuran yang dibayarkan setiap bulan dan apabila tidak digunakan, dapat membantu peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah sampai detik ini saya tidak pernah sakit dan tidak pernah menggunakan kartu saya untuk berobat, jadi saya sangat bersyukur dan untuk iuran saya perbulan itu adalah amalan saya untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan kesehatan,”ungkap Puri.
Dari pengalaman yang ia ceritakan tersebut, ia pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar mendaftarkan diri beserta anggota keluarga, karena baginya sakit bisa datang kapan saja
“Saya berharap masyarakat lebih sadar lagi tentang kesehatan dan tidak menunggu sakit untuk menjadi peserta JKN-KIS karena kita tidak tahu kapan sakit itu akan datang,”pungas Puri.

- Advertisement -

Memiliki jaminan kesehatan sangatlah penting saat ini, karena dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa perlu khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Sejak kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, bisa menjadi solusi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah.
Saat ini Program JKN-KIS yang telah berjalan sejak tahun 2014 sudah banyak membantu penduduk Indonesia. Terhitung sekitar 200 juta lebih penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, di mana peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang cakupannya paling banyak. Ini bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyatnya.
Salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Wuwuh Asrining Puri (37) mengatakan sangat beruntung memiliki JKN-KIS, karena selain manfaat pelayanan kesehatan yang sangat luas, juga iuran perbulan yang sangat ringan.
“Iurannya sangat terjangkau, karena program ini adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan kami sebagai pekerja hanya dipotong satu persen dari gaji, itupun sudah termasuk jaminan kepesertaan bagi satu keluarga,” ujar Puri.
Puri tercatat sebagai peserta JKN-KIS kelas 2 yang sampai dengan saat ini tidak pernah menggunakan layanan kesehatan, baginya menolong sesama lebih penting dibanding dirinya harus merasakan sakit.
Menurut Puri menjadi peserta JKN-KIS sama halnya menjadi pahlawan bagi sesama, karena iuran yang dibayarkan setiap bulan dan apabila tidak digunakan, dapat membantu peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah sampai detik ini saya tidak pernah sakit dan tidak pernah menggunakan kartu saya untuk berobat, jadi saya sangat bersyukur dan untuk iuran saya perbulan itu adalah amalan saya untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan kesehatan,”ungkap Puri.
Dari pengalaman yang ia ceritakan tersebut, ia pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar mendaftarkan diri beserta anggota keluarga, karena baginya sakit bisa datang kapan saja
“Saya berharap masyarakat lebih sadar lagi tentang kesehatan dan tidak menunggu sakit untuk menjadi peserta JKN-KIS karena kita tidak tahu kapan sakit itu akan datang,”pungas Puri.

Memiliki jaminan kesehatan sangatlah penting saat ini, karena dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa perlu khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Sejak kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, bisa menjadi solusi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah.
Saat ini Program JKN-KIS yang telah berjalan sejak tahun 2014 sudah banyak membantu penduduk Indonesia. Terhitung sekitar 200 juta lebih penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, di mana peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang cakupannya paling banyak. Ini bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyatnya.
Salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Wuwuh Asrining Puri (37) mengatakan sangat beruntung memiliki JKN-KIS, karena selain manfaat pelayanan kesehatan yang sangat luas, juga iuran perbulan yang sangat ringan.
“Iurannya sangat terjangkau, karena program ini adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan kami sebagai pekerja hanya dipotong satu persen dari gaji, itupun sudah termasuk jaminan kepesertaan bagi satu keluarga,” ujar Puri.
Puri tercatat sebagai peserta JKN-KIS kelas 2 yang sampai dengan saat ini tidak pernah menggunakan layanan kesehatan, baginya menolong sesama lebih penting dibanding dirinya harus merasakan sakit.
Menurut Puri menjadi peserta JKN-KIS sama halnya menjadi pahlawan bagi sesama, karena iuran yang dibayarkan setiap bulan dan apabila tidak digunakan, dapat membantu peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah sampai detik ini saya tidak pernah sakit dan tidak pernah menggunakan kartu saya untuk berobat, jadi saya sangat bersyukur dan untuk iuran saya perbulan itu adalah amalan saya untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan kesehatan,”ungkap Puri.
Dari pengalaman yang ia ceritakan tersebut, ia pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar mendaftarkan diri beserta anggota keluarga, karena baginya sakit bisa datang kapan saja
“Saya berharap masyarakat lebih sadar lagi tentang kesehatan dan tidak menunggu sakit untuk menjadi peserta JKN-KIS karena kita tidak tahu kapan sakit itu akan datang,”pungas Puri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/