23.9 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Kiprahnya Telah Ditunggu Masyarakat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengukuhan Prof Bayu Dwi Anggono dan Prof Dr Sri Hernawati dihadiri banyak pejabat dan pakar Ilmu Hukum. Tampak hadir diantaranya Ketua MK Anwar Usman, Menko Polhukam, Moh Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Hakim MK Prof Arief Hidayat, dan Hakim Agung Soeharto. Termasuk Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, dan banyak lagi pejabat lainnya.

Tak heran jika Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, baru kali ini ada pengukuhan guru besar yang mempertemukan tiga cabang kekuasaan dalam sebuah negara sekaligus. Yakni eksekutif yang diwakili oleh Menkopolhukam dan Menkumham. Yudikatif dengan hadirnya Ketua, Hakim MK, serta hakim agung, dan ia sendiri dari kalangan legislatif. “Semoga dengan tambahan guru besar kali ini akan memperkuat kedudukan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi kebangsaan melalui lulusannya yang dapat menjaga NKRI dan Pancasila,” kata Ahmad Basarah yang juga dosen luar biasa (DLB) di Fakultas Hukum Universitas Jember ini.

Pujian senada juga datang dari Menkopolhukam, Prof Moh Mahfud MD. Menurutnya, Ilmu Perundang-Undangan mulai dikaji di Indonesia mulai tahun 1966, dan makin pesat perkembangannya setelah Reformasi 1998 lalu. Dan kini baru ada ada tiga guru besarnya, termasuk yang paling baru, Prof Bayu Dwi Anggono. Oleh karena itu, Mahfud MD berharap, adanya guru besar baru di bidang Ilmu Perundang-Undangan akan mendorong perkembangan Ilmu Perundang-undangan. Pujian juga datang dari Ketua MK, Anwar Usman dan Hakim MK, Arief Hidayat. Menurut mereka kiprah pengabdian kedua guru besar yang baru saja dikukuhkan itu sudah ditunggu masyarakat hingga di tingkat nasional.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fotografer: UNEJ UNTUK RADAR Jember
Editor: Maulana, Dwi Siswanto

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengukuhan Prof Bayu Dwi Anggono dan Prof Dr Sri Hernawati dihadiri banyak pejabat dan pakar Ilmu Hukum. Tampak hadir diantaranya Ketua MK Anwar Usman, Menko Polhukam, Moh Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Hakim MK Prof Arief Hidayat, dan Hakim Agung Soeharto. Termasuk Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, dan banyak lagi pejabat lainnya.

Tak heran jika Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, baru kali ini ada pengukuhan guru besar yang mempertemukan tiga cabang kekuasaan dalam sebuah negara sekaligus. Yakni eksekutif yang diwakili oleh Menkopolhukam dan Menkumham. Yudikatif dengan hadirnya Ketua, Hakim MK, serta hakim agung, dan ia sendiri dari kalangan legislatif. “Semoga dengan tambahan guru besar kali ini akan memperkuat kedudukan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi kebangsaan melalui lulusannya yang dapat menjaga NKRI dan Pancasila,” kata Ahmad Basarah yang juga dosen luar biasa (DLB) di Fakultas Hukum Universitas Jember ini.

Pujian senada juga datang dari Menkopolhukam, Prof Moh Mahfud MD. Menurutnya, Ilmu Perundang-Undangan mulai dikaji di Indonesia mulai tahun 1966, dan makin pesat perkembangannya setelah Reformasi 1998 lalu. Dan kini baru ada ada tiga guru besarnya, termasuk yang paling baru, Prof Bayu Dwi Anggono. Oleh karena itu, Mahfud MD berharap, adanya guru besar baru di bidang Ilmu Perundang-Undangan akan mendorong perkembangan Ilmu Perundang-undangan. Pujian juga datang dari Ketua MK, Anwar Usman dan Hakim MK, Arief Hidayat. Menurut mereka kiprah pengabdian kedua guru besar yang baru saja dikukuhkan itu sudah ditunggu masyarakat hingga di tingkat nasional.

Fotografer: UNEJ UNTUK RADAR Jember
Editor: Maulana, Dwi Siswanto

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengukuhan Prof Bayu Dwi Anggono dan Prof Dr Sri Hernawati dihadiri banyak pejabat dan pakar Ilmu Hukum. Tampak hadir diantaranya Ketua MK Anwar Usman, Menko Polhukam, Moh Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Hakim MK Prof Arief Hidayat, dan Hakim Agung Soeharto. Termasuk Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, dan banyak lagi pejabat lainnya.

Tak heran jika Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, baru kali ini ada pengukuhan guru besar yang mempertemukan tiga cabang kekuasaan dalam sebuah negara sekaligus. Yakni eksekutif yang diwakili oleh Menkopolhukam dan Menkumham. Yudikatif dengan hadirnya Ketua, Hakim MK, serta hakim agung, dan ia sendiri dari kalangan legislatif. “Semoga dengan tambahan guru besar kali ini akan memperkuat kedudukan Universitas Jember sebagai perguruan tinggi kebangsaan melalui lulusannya yang dapat menjaga NKRI dan Pancasila,” kata Ahmad Basarah yang juga dosen luar biasa (DLB) di Fakultas Hukum Universitas Jember ini.

Pujian senada juga datang dari Menkopolhukam, Prof Moh Mahfud MD. Menurutnya, Ilmu Perundang-Undangan mulai dikaji di Indonesia mulai tahun 1966, dan makin pesat perkembangannya setelah Reformasi 1998 lalu. Dan kini baru ada ada tiga guru besarnya, termasuk yang paling baru, Prof Bayu Dwi Anggono. Oleh karena itu, Mahfud MD berharap, adanya guru besar baru di bidang Ilmu Perundang-Undangan akan mendorong perkembangan Ilmu Perundang-undangan. Pujian juga datang dari Ketua MK, Anwar Usman dan Hakim MK, Arief Hidayat. Menurut mereka kiprah pengabdian kedua guru besar yang baru saja dikukuhkan itu sudah ditunggu masyarakat hingga di tingkat nasional.

Fotografer: UNEJ UNTUK RADAR Jember
Editor: Maulana, Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca