alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Mengapa Banyak Anggota DPRD Jember Tak Hadiri Sidang Paripurna?

Dianggap Tak Biasa, Muncul Spekulasi Positif dan Negatif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya anggota dewan yang tak hadir dalam sidang paripurna penandatanganan bersama Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021, Jumat (29/7/2022) tentu saja mengundang spekulasi. Sebab, kejadian ini tak biasanya. Bahkan, baru kali ini terjadi di era pemerintahan Bupati Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

Tak sedikit yang menduga anggota dewan mulai bermanuver politik. Namun, tak sedikit pula yang berpikiran positif banyak anggota dewan yang sedang berhalangan hadir.

Syaiful, warga Sumbersari misalnya. Dia yang selama ini banyak mengamati persoalan politik di Jember mengaku agak heran dengan peristiwa ini. Sebab, tidak biasanya anggota dewan tidak hadir dalam sidang penting yang melibatkan bupati di era pemerintahan sekarang. Situasi saat ini, menurut dia agak beda dengan sebelumnya. Kalau era sebelumnya pemerintah daerah dengan DPRD terkesan tak akur. “Di era Pak Hendy – Gus Firjaun ini sepertinya kompak. Tapi ternyata ada juga masalah sepertinya. Tapi semoga nggak ada apa-apa ya, biar Jember cepat maju,‘’ kata pengusaha toko ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti diketahui, sidang paripurna penandatanganan bersama Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021, di gedung dewan Jumat sore kemarin ditunda, Gara-garanya, sidang tak juga bisa dilanjutkan karena tak kuorum.

Sidang di DPRD Jember disebut kuorum dihadiri minimal 33 legislator dari total 50 anggota dewan. Namun, hingga diskorsing dua kali, tetap saja siding sore itu tak kuorum. Akhirnya, sidang yang sore itu dipimpin Agus Sofyan, wakil ketua DPRD Jember, diputuskan ditunda. Sebab, hingga pukul 17.00 WIB, total anggota dewan yang hadir hanya 30 orang. Mereka terlihat hadir dan menandatangani daftar kehadiran resmi yang disediakan oleh sekretariat DPRD.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya anggota dewan yang tak hadir dalam sidang paripurna penandatanganan bersama Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021, Jumat (29/7/2022) tentu saja mengundang spekulasi. Sebab, kejadian ini tak biasanya. Bahkan, baru kali ini terjadi di era pemerintahan Bupati Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

Tak sedikit yang menduga anggota dewan mulai bermanuver politik. Namun, tak sedikit pula yang berpikiran positif banyak anggota dewan yang sedang berhalangan hadir.

Syaiful, warga Sumbersari misalnya. Dia yang selama ini banyak mengamati persoalan politik di Jember mengaku agak heran dengan peristiwa ini. Sebab, tidak biasanya anggota dewan tidak hadir dalam sidang penting yang melibatkan bupati di era pemerintahan sekarang. Situasi saat ini, menurut dia agak beda dengan sebelumnya. Kalau era sebelumnya pemerintah daerah dengan DPRD terkesan tak akur. “Di era Pak Hendy – Gus Firjaun ini sepertinya kompak. Tapi ternyata ada juga masalah sepertinya. Tapi semoga nggak ada apa-apa ya, biar Jember cepat maju,‘’ kata pengusaha toko ini.

Seperti diketahui, sidang paripurna penandatanganan bersama Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021, di gedung dewan Jumat sore kemarin ditunda, Gara-garanya, sidang tak juga bisa dilanjutkan karena tak kuorum.

Sidang di DPRD Jember disebut kuorum dihadiri minimal 33 legislator dari total 50 anggota dewan. Namun, hingga diskorsing dua kali, tetap saja siding sore itu tak kuorum. Akhirnya, sidang yang sore itu dipimpin Agus Sofyan, wakil ketua DPRD Jember, diputuskan ditunda. Sebab, hingga pukul 17.00 WIB, total anggota dewan yang hadir hanya 30 orang. Mereka terlihat hadir dan menandatangani daftar kehadiran resmi yang disediakan oleh sekretariat DPRD.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya anggota dewan yang tak hadir dalam sidang paripurna penandatanganan bersama Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021, Jumat (29/7/2022) tentu saja mengundang spekulasi. Sebab, kejadian ini tak biasanya. Bahkan, baru kali ini terjadi di era pemerintahan Bupati Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

Tak sedikit yang menduga anggota dewan mulai bermanuver politik. Namun, tak sedikit pula yang berpikiran positif banyak anggota dewan yang sedang berhalangan hadir.

Syaiful, warga Sumbersari misalnya. Dia yang selama ini banyak mengamati persoalan politik di Jember mengaku agak heran dengan peristiwa ini. Sebab, tidak biasanya anggota dewan tidak hadir dalam sidang penting yang melibatkan bupati di era pemerintahan sekarang. Situasi saat ini, menurut dia agak beda dengan sebelumnya. Kalau era sebelumnya pemerintah daerah dengan DPRD terkesan tak akur. “Di era Pak Hendy – Gus Firjaun ini sepertinya kompak. Tapi ternyata ada juga masalah sepertinya. Tapi semoga nggak ada apa-apa ya, biar Jember cepat maju,‘’ kata pengusaha toko ini.

Seperti diketahui, sidang paripurna penandatanganan bersama Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021, di gedung dewan Jumat sore kemarin ditunda, Gara-garanya, sidang tak juga bisa dilanjutkan karena tak kuorum.

Sidang di DPRD Jember disebut kuorum dihadiri minimal 33 legislator dari total 50 anggota dewan. Namun, hingga diskorsing dua kali, tetap saja siding sore itu tak kuorum. Akhirnya, sidang yang sore itu dipimpin Agus Sofyan, wakil ketua DPRD Jember, diputuskan ditunda. Sebab, hingga pukul 17.00 WIB, total anggota dewan yang hadir hanya 30 orang. Mereka terlihat hadir dan menandatangani daftar kehadiran resmi yang disediakan oleh sekretariat DPRD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/