alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Joko Tingkir Ngombe Dawet, Yang Tak Hadir Bisa Bikin Ruwet

Besok Kira-Kira Sidang DPRD Jember Kuorum Apa Tidak, Ya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –┬áSekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano optimistis sidang pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2021 akan tuntas di injury time. Kira-kira benarkah tengara itu? Mengingat, dalam sidang sebelumnya banyak anggota dewan tak hadir. Tercatat ada dua puluh legislator dan beberapa di antaranya berasal dari partai pengusung pasangan Hendy Siswanto dan Gus Firjaun dalam pilkada lalu, tidak hadir.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang pembahasan raperda menjadi perda LPP APBD 2021 pada Jumat (29/7/2022) tak bisa dilanjutkan karena tak kuorum. Ada 20 anggota dewan yang tak hadir. Meski sempat diskorsing dua kali, tetap saja sidang tak bisa mencapai kuorum alias tak dihadiri dua per tiga dari total jumlah anggota DPRD Jember.

Anggota DPRD Kabupaten Jember adalah 50 orang. Dua pertiganya setara dengan 33 anggota. Pada siang Jumat kemarin, hanya dihadiri 30 anggota DPRD. Sisanya, 20 orang tak hadir dan tidak membubuhkan tanda tangan di form kehadiran yang disiapkan sekretariat DPRD Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak jelas apa alasan ketidakhadiran mereka. Yang terang, saat itu pimpinan sidang sampai harus menskors sidang dua kali. Dari sedianya digelar pukul 13.00 harus ditunda hingga pukul 15.00. Namun, meski ditunda sekitar dua jam masih cukup sedikit anggota dewan yang hadir. Padahal, saat itu Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman sudah hadir bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekitar pukul 15.00, sidang dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Jember Agus Sofyan. Saat itu tercatat hanya 23 anggota DPRD Jember yang terlihat hadir. Sidang tak bisa dilanjutkan karena tak memenuhi syarat. Harus ada sepuluh orang anggota Dewan lagi agar sidang paripurna bisa dilangsungkan dan kuorum.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –┬áSekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano optimistis sidang pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2021 akan tuntas di injury time. Kira-kira benarkah tengara itu? Mengingat, dalam sidang sebelumnya banyak anggota dewan tak hadir. Tercatat ada dua puluh legislator dan beberapa di antaranya berasal dari partai pengusung pasangan Hendy Siswanto dan Gus Firjaun dalam pilkada lalu, tidak hadir.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang pembahasan raperda menjadi perda LPP APBD 2021 pada Jumat (29/7/2022) tak bisa dilanjutkan karena tak kuorum. Ada 20 anggota dewan yang tak hadir. Meski sempat diskorsing dua kali, tetap saja sidang tak bisa mencapai kuorum alias tak dihadiri dua per tiga dari total jumlah anggota DPRD Jember.

Anggota DPRD Kabupaten Jember adalah 50 orang. Dua pertiganya setara dengan 33 anggota. Pada siang Jumat kemarin, hanya dihadiri 30 anggota DPRD. Sisanya, 20 orang tak hadir dan tidak membubuhkan tanda tangan di form kehadiran yang disiapkan sekretariat DPRD Jember.

Tak jelas apa alasan ketidakhadiran mereka. Yang terang, saat itu pimpinan sidang sampai harus menskors sidang dua kali. Dari sedianya digelar pukul 13.00 harus ditunda hingga pukul 15.00. Namun, meski ditunda sekitar dua jam masih cukup sedikit anggota dewan yang hadir. Padahal, saat itu Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman sudah hadir bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekitar pukul 15.00, sidang dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Jember Agus Sofyan. Saat itu tercatat hanya 23 anggota DPRD Jember yang terlihat hadir. Sidang tak bisa dilanjutkan karena tak memenuhi syarat. Harus ada sepuluh orang anggota Dewan lagi agar sidang paripurna bisa dilangsungkan dan kuorum.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –┬áSekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano optimistis sidang pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2021 akan tuntas di injury time. Kira-kira benarkah tengara itu? Mengingat, dalam sidang sebelumnya banyak anggota dewan tak hadir. Tercatat ada dua puluh legislator dan beberapa di antaranya berasal dari partai pengusung pasangan Hendy Siswanto dan Gus Firjaun dalam pilkada lalu, tidak hadir.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang pembahasan raperda menjadi perda LPP APBD 2021 pada Jumat (29/7/2022) tak bisa dilanjutkan karena tak kuorum. Ada 20 anggota dewan yang tak hadir. Meski sempat diskorsing dua kali, tetap saja sidang tak bisa mencapai kuorum alias tak dihadiri dua per tiga dari total jumlah anggota DPRD Jember.

Anggota DPRD Kabupaten Jember adalah 50 orang. Dua pertiganya setara dengan 33 anggota. Pada siang Jumat kemarin, hanya dihadiri 30 anggota DPRD. Sisanya, 20 orang tak hadir dan tidak membubuhkan tanda tangan di form kehadiran yang disiapkan sekretariat DPRD Jember.

Tak jelas apa alasan ketidakhadiran mereka. Yang terang, saat itu pimpinan sidang sampai harus menskors sidang dua kali. Dari sedianya digelar pukul 13.00 harus ditunda hingga pukul 15.00. Namun, meski ditunda sekitar dua jam masih cukup sedikit anggota dewan yang hadir. Padahal, saat itu Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman sudah hadir bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekitar pukul 15.00, sidang dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Jember Agus Sofyan. Saat itu tercatat hanya 23 anggota DPRD Jember yang terlihat hadir. Sidang tak bisa dilanjutkan karena tak memenuhi syarat. Harus ada sepuluh orang anggota Dewan lagi agar sidang paripurna bisa dilangsungkan dan kuorum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/