alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Eksekutif Optimistis Tetap Happy Ending

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupoaten Jember, Mirfano mengaku optimistis pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda LPP APBD 2021 akan tuntas. Sekali pun sempat ditunda akibat paripurna tidak kuorum. Namun dia yakin ada kesempatan yang masih terbuka untuk menuntaskan LPP APBD 2021. “Kami masih yakin DPRD akan menyelesaikan persetujuan LPP menjadi perda pada injury time, tanggal 31 Juli nanti (besok).” katanya dikonfirmasi kemarin.

Mirfano menjelaskan, sikap optimistis Raperda LPP APBD 2021 akan bisa disahkan mengingat masih ada sisa waktu. Apalagi, agenda paripurna yang sempat diskorsing dua kali dan ditunda akan dilanjutkan besok. Artinya, masih ada waktu sekali pun rapat sampai malam hari.

Meski begitu, apabila harapan eksekutif meleset dan terjadi kemungkinan terburuk LPP APBD tidak menjadi Perda, menurut Mirfano masih ada opsi, akan menjadi Perkada. Hal ini tidak menutup pintu masuk untuk menyelesaikan Perubahan APBD 2021. Namun, Mirfano tetap ingin agar LPP APBD tetap menjadi Perda. “Walau LPP berstatus Perkada tidak ada larangan untuk menetapkan Perda PAPBD. Untuk itu Kami tetap akan berproses mengajukan rancangan KUA PPAS dan rancangan PAPBD 2022, sesuai waktu yang telah ditentukan dalam aturan dengan tetap berkonsultasi ke provinsi dan Kemendagri,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diberitakan sebelumnya, rapat membahas Raperda LPP APBD 2021 ini tidak hanya dilakukan di Jember. Para pejabat sempat membawa dan membahasnya ke Jogjakarta. (*)
SUMBERSARI, Radar Jember, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupoaten Jember, Mirfano mengaku optimistis pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda LPP APBD 2021 akan tuntas. Sekali pun sempat ditunda akibat paripurna tidak kuorum. Namun dia yakin ada kesempatan yang masih terbuka untuk menuntaskan LPP APBD 2021. “Kami masih yakin DPRD akan menyelesaikan persetujuan LPP menjadi perda pada injury time, tanggal 31 Juli nanti (besok).” katanya dikonfirmasi kemarin.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupoaten Jember, Mirfano mengaku optimistis pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda LPP APBD 2021 akan tuntas. Sekali pun sempat ditunda akibat paripurna tidak kuorum. Namun dia yakin ada kesempatan yang masih terbuka untuk menuntaskan LPP APBD 2021. “Kami masih yakin DPRD akan menyelesaikan persetujuan LPP menjadi perda pada injury time, tanggal 31 Juli nanti (besok).” katanya dikonfirmasi kemarin.

Mirfano menjelaskan, sikap optimistis Raperda LPP APBD 2021 akan bisa disahkan mengingat masih ada sisa waktu. Apalagi, agenda paripurna yang sempat diskorsing dua kali dan ditunda akan dilanjutkan besok. Artinya, masih ada waktu sekali pun rapat sampai malam hari.

Meski begitu, apabila harapan eksekutif meleset dan terjadi kemungkinan terburuk LPP APBD tidak menjadi Perda, menurut Mirfano masih ada opsi, akan menjadi Perkada. Hal ini tidak menutup pintu masuk untuk menyelesaikan Perubahan APBD 2021. Namun, Mirfano tetap ingin agar LPP APBD tetap menjadi Perda. “Walau LPP berstatus Perkada tidak ada larangan untuk menetapkan Perda PAPBD. Untuk itu Kami tetap akan berproses mengajukan rancangan KUA PPAS dan rancangan PAPBD 2022, sesuai waktu yang telah ditentukan dalam aturan dengan tetap berkonsultasi ke provinsi dan Kemendagri,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, rapat membahas Raperda LPP APBD 2021 ini tidak hanya dilakukan di Jember. Para pejabat sempat membawa dan membahasnya ke Jogjakarta. (*)
SUMBERSARI, Radar Jember, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupoaten Jember, Mirfano mengaku optimistis pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda LPP APBD 2021 akan tuntas. Sekali pun sempat ditunda akibat paripurna tidak kuorum. Namun dia yakin ada kesempatan yang masih terbuka untuk menuntaskan LPP APBD 2021. “Kami masih yakin DPRD akan menyelesaikan persetujuan LPP menjadi perda pada injury time, tanggal 31 Juli nanti (besok).” katanya dikonfirmasi kemarin.

SUMBERSARI, Radar Jember.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupoaten Jember, Mirfano mengaku optimistis pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda LPP APBD 2021 akan tuntas. Sekali pun sempat ditunda akibat paripurna tidak kuorum. Namun dia yakin ada kesempatan yang masih terbuka untuk menuntaskan LPP APBD 2021. “Kami masih yakin DPRD akan menyelesaikan persetujuan LPP menjadi perda pada injury time, tanggal 31 Juli nanti (besok).” katanya dikonfirmasi kemarin.

Mirfano menjelaskan, sikap optimistis Raperda LPP APBD 2021 akan bisa disahkan mengingat masih ada sisa waktu. Apalagi, agenda paripurna yang sempat diskorsing dua kali dan ditunda akan dilanjutkan besok. Artinya, masih ada waktu sekali pun rapat sampai malam hari.

Meski begitu, apabila harapan eksekutif meleset dan terjadi kemungkinan terburuk LPP APBD tidak menjadi Perda, menurut Mirfano masih ada opsi, akan menjadi Perkada. Hal ini tidak menutup pintu masuk untuk menyelesaikan Perubahan APBD 2021. Namun, Mirfano tetap ingin agar LPP APBD tetap menjadi Perda. “Walau LPP berstatus Perkada tidak ada larangan untuk menetapkan Perda PAPBD. Untuk itu Kami tetap akan berproses mengajukan rancangan KUA PPAS dan rancangan PAPBD 2022, sesuai waktu yang telah ditentukan dalam aturan dengan tetap berkonsultasi ke provinsi dan Kemendagri,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, rapat membahas Raperda LPP APBD 2021 ini tidak hanya dilakukan di Jember. Para pejabat sempat membawa dan membahasnya ke Jogjakarta. (*)
SUMBERSARI, Radar Jember, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupoaten Jember, Mirfano mengaku optimistis pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda LPP APBD 2021 akan tuntas. Sekali pun sempat ditunda akibat paripurna tidak kuorum. Namun dia yakin ada kesempatan yang masih terbuka untuk menuntaskan LPP APBD 2021. “Kami masih yakin DPRD akan menyelesaikan persetujuan LPP menjadi perda pada injury time, tanggal 31 Juli nanti (besok).” katanya dikonfirmasi kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/