Single Parent Pernah Bangkrut Dua Kali, Bangkit dengan Kuliner

Rani Soraya, Kepala Keluarga yang Pantang Menyerah. Menjadi single parent tak membuat semangat Rani Soraya redup. Dia bangkit dengan berwirausaha meski sempat gulung tikar, dan sukses di bidang kuliner.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TAK ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan kehidupan di masa depan. Roda selalu berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Hal terpenting yakni berusaha maksimal. Sisanya pasrah kepada Tuhan. Hal itulah yang dilakukan Rani Soraya, seorang ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga, dengan dua anaknya.

Rani mengaku, dia pernah bangkrut dari usaha spa. Namun, itu tak menyurutkan niatnya untuk melanjutkan usaha. Dia memilih usaha kuliner. Perjalanan suksesnya penuh lika-liku. Bahkan pernah gulung tikar hingga dua kali.

Dia menceritakan, usahanya berawal dari hobinya memasak, serta seringnya kulineran bersama keluarga maupun teman-temannya. Dia kemudian mengikuti lomba kuliner. Namun, keikutsertaannya belum membuahkan hasil. “Pertama kami mengikuti lomba di Hotel Bandung Permai, sekitar tahun 2015,” ucapnya.

Meskipun belum mendapat hasil yang diinginkan, Rani terus berkreasi dengan membuka Rani Key’z Catering. Hingga mendapat pesanan dari Pemda Jember mencapai 1.600 packaging. “Itu harus selesai tiga hari,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Rani kemudian mengikuti lomba pada 2017 dan menyabet juara satu. Berawal dari itu, dia semakin semangat dan usahanya kian berkembang.

Namun, pesatnya perkembangan itu dinilai belum maksimal. Banyak kritikan dari luar. Mulai dari yang mengkritik rasa masakan maupun penyajian. Berkat kegigihannya, kini dirinya mampu memperkerjakan enam karyawan. Bahkan, dia juga membutuhkan tenaga dari keluarganya untuk membantu usahanya tersebut.

Ibu dua anak itu mengaku, dirinya yang merupakan seorang single parent mau tidak mau harus memiliki peran utama. Khususnya untuk anak-anaknya. Meskipun single parent, dirinya tetap berkomunikasi baik dengan mantan suaminya. “Kami baik dan selalu berkomunikasi. Saya juga harus berjuang, melihat anak-anak saya itu merupakan sebuah motivasi tersendiri bagi saya,” tegasnya.