alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

UMM-Kemenlu Gelar Debriefing Kepala Perwakilan RI

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu) menggelar Debriefing Kepala Perwakilan Republik Indonesia, Jumat (29/1). Agenda tersebut dihadiri langsung oleh HE Priyo Iswanto selaku Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kolombia, merangkap Antigua dan Barbuda, Saint Cristopher dan Nevis, serta Rektor UMM Dr Fauzan MPd. Turut datang Direktur Utama Amerika II Darianto Harsono serta jajaran pejabat kampus UMM. Selain itu juga menghadirkan secara virtual kepala BPPK Kemlu Dr Siswo Pramono LLM.

Dua pembicara didapuk untuk mengisi forum tersebut, adalah HE Mochammad Luthfie Witto’eng selaku Duta Besar LBBP Ri untuk Republik Bolivar Venezuela merangkap Persemakmuran Dominika, Grenada, Saint Lucia, Saint Vincent dan The Grenadines dan Trinidad dan Tobago periode 2016-2020, dan HE Tito Dos Santos Baptista selaku Duta Besar LBBP RI untuk Republik Mozambik merangkap Republik Malawi periode 2016-2020.

Agenda yang diikuti oleh lebih dari 800 peserta itu dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Siswo Pramono. Ia menjelaskan bahwa agenda ini menjadi wadah penyampaian pertanggungjawaban publik bagi para kepala perwakilan Indonesia, khususnya yang telah menyelesaikan pengabdiannya di luar negeri. “Pada acara-acara seperti ini, kita juga bisa mendapatkan masukan-masukan langsung dari para pakar, akademisi dan masyarakat,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam kesempatan yang sama, Fauzan menegaskan debriefing yang terlaksana tentu dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait kondisi wilayah di mana para duta besar bertugas. Dia menilai ada berbagai hal menarik dan penting yang bisa ditindaklanjuti. Sejalan dengan banyaknya ide yang nantinya dikerjakan bersama dengan negara-negara tersebut.

Sementara itu Mochammad Luthfie Witto’eng menjelaskan bahwa Venezuela mengalami rentetan krisis, mulai dari krisis politik hingga ekonomi. Ketegangan antara pemerintah dan oposisi masih terus berlangsung, hingga puncaknya Juan Guaido naik menjadi presiden interim, padahal Maduro masih menjadi presiden bagi Venezuela.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu) menggelar Debriefing Kepala Perwakilan Republik Indonesia, Jumat (29/1). Agenda tersebut dihadiri langsung oleh HE Priyo Iswanto selaku Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kolombia, merangkap Antigua dan Barbuda, Saint Cristopher dan Nevis, serta Rektor UMM Dr Fauzan MPd. Turut datang Direktur Utama Amerika II Darianto Harsono serta jajaran pejabat kampus UMM. Selain itu juga menghadirkan secara virtual kepala BPPK Kemlu Dr Siswo Pramono LLM.

Dua pembicara didapuk untuk mengisi forum tersebut, adalah HE Mochammad Luthfie Witto’eng selaku Duta Besar LBBP Ri untuk Republik Bolivar Venezuela merangkap Persemakmuran Dominika, Grenada, Saint Lucia, Saint Vincent dan The Grenadines dan Trinidad dan Tobago periode 2016-2020, dan HE Tito Dos Santos Baptista selaku Duta Besar LBBP RI untuk Republik Mozambik merangkap Republik Malawi periode 2016-2020.

Agenda yang diikuti oleh lebih dari 800 peserta itu dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Siswo Pramono. Ia menjelaskan bahwa agenda ini menjadi wadah penyampaian pertanggungjawaban publik bagi para kepala perwakilan Indonesia, khususnya yang telah menyelesaikan pengabdiannya di luar negeri. “Pada acara-acara seperti ini, kita juga bisa mendapatkan masukan-masukan langsung dari para pakar, akademisi dan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fauzan menegaskan debriefing yang terlaksana tentu dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait kondisi wilayah di mana para duta besar bertugas. Dia menilai ada berbagai hal menarik dan penting yang bisa ditindaklanjuti. Sejalan dengan banyaknya ide yang nantinya dikerjakan bersama dengan negara-negara tersebut.

Sementara itu Mochammad Luthfie Witto’eng menjelaskan bahwa Venezuela mengalami rentetan krisis, mulai dari krisis politik hingga ekonomi. Ketegangan antara pemerintah dan oposisi masih terus berlangsung, hingga puncaknya Juan Guaido naik menjadi presiden interim, padahal Maduro masih menjadi presiden bagi Venezuela.

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu) menggelar Debriefing Kepala Perwakilan Republik Indonesia, Jumat (29/1). Agenda tersebut dihadiri langsung oleh HE Priyo Iswanto selaku Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kolombia, merangkap Antigua dan Barbuda, Saint Cristopher dan Nevis, serta Rektor UMM Dr Fauzan MPd. Turut datang Direktur Utama Amerika II Darianto Harsono serta jajaran pejabat kampus UMM. Selain itu juga menghadirkan secara virtual kepala BPPK Kemlu Dr Siswo Pramono LLM.

Dua pembicara didapuk untuk mengisi forum tersebut, adalah HE Mochammad Luthfie Witto’eng selaku Duta Besar LBBP Ri untuk Republik Bolivar Venezuela merangkap Persemakmuran Dominika, Grenada, Saint Lucia, Saint Vincent dan The Grenadines dan Trinidad dan Tobago periode 2016-2020, dan HE Tito Dos Santos Baptista selaku Duta Besar LBBP RI untuk Republik Mozambik merangkap Republik Malawi periode 2016-2020.

Agenda yang diikuti oleh lebih dari 800 peserta itu dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Siswo Pramono. Ia menjelaskan bahwa agenda ini menjadi wadah penyampaian pertanggungjawaban publik bagi para kepala perwakilan Indonesia, khususnya yang telah menyelesaikan pengabdiannya di luar negeri. “Pada acara-acara seperti ini, kita juga bisa mendapatkan masukan-masukan langsung dari para pakar, akademisi dan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fauzan menegaskan debriefing yang terlaksana tentu dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait kondisi wilayah di mana para duta besar bertugas. Dia menilai ada berbagai hal menarik dan penting yang bisa ditindaklanjuti. Sejalan dengan banyaknya ide yang nantinya dikerjakan bersama dengan negara-negara tersebut.

Sementara itu Mochammad Luthfie Witto’eng menjelaskan bahwa Venezuela mengalami rentetan krisis, mulai dari krisis politik hingga ekonomi. Ketegangan antara pemerintah dan oposisi masih terus berlangsung, hingga puncaknya Juan Guaido naik menjadi presiden interim, padahal Maduro masih menjadi presiden bagi Venezuela.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/