alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Aksi Cepat Tanggap Bangun Hunian Nyaman Terpadu Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia menjelaskan, ACT akan membangun 100 unit hunian dengan fasilitas ruang tamu, kamar tidur, dapur, serta kamar mandi di atas tanah seluas satu hektare. Total luas bangunan setiap huniannya adalah 6 x 4,8 meter. Tidak hanya itu, hunian juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum seperti masjid, taman dan lainnya. Nantinya, penghuni berasal dari penyintas berekonomi prasejahtera hingga lansia.

Selain hunian nyaman terpadu, ACT juga menginisiasi pengembangan produksi pabrik batako. Pabrik ini menjadi upaya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Sebab, ACT melibatkan warga sekitar dan warga terdampak. Batako hasil produksi warga nantinya bisa dijual. Lebih lanjut, batako bisa dimanfaatkan untuk pembangunan hunian.

“Kami juga support 10 mesin pembuat batako. Setiap mesinnya bisa menghasilkan 45 ribu buah batako. Sehingga sepuluh mesin ini bisa menghasilkan 450 ribu buah batako. Jadi, ini akan sangat membantu pembangunan dan bisa dicukupkan dari sini. Bisa dijual juga dan kami yang akan membeli dan menyalurkannya ke masyarakat,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak hanya itu, ACT juga mendorong pemulihan ekonomi bagi penyintas dan warga terdampak. Pihaknya menyediakan modal bagi 1.000 unit usaha mikro dan menengah (UMKM). Modal diberikan mulai dari Rp 1-5 juta. “Ini berasal dari Global Wakaf ACT. Harapannya, seribu UMKM bisa terbantu untuk mengembangkan usahanya,” harapnya.

Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Fotografer: Muhammad Sidkin Ali
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Dia menjelaskan, ACT akan membangun 100 unit hunian dengan fasilitas ruang tamu, kamar tidur, dapur, serta kamar mandi di atas tanah seluas satu hektare. Total luas bangunan setiap huniannya adalah 6 x 4,8 meter. Tidak hanya itu, hunian juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum seperti masjid, taman dan lainnya. Nantinya, penghuni berasal dari penyintas berekonomi prasejahtera hingga lansia.

Selain hunian nyaman terpadu, ACT juga menginisiasi pengembangan produksi pabrik batako. Pabrik ini menjadi upaya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Sebab, ACT melibatkan warga sekitar dan warga terdampak. Batako hasil produksi warga nantinya bisa dijual. Lebih lanjut, batako bisa dimanfaatkan untuk pembangunan hunian.

“Kami juga support 10 mesin pembuat batako. Setiap mesinnya bisa menghasilkan 45 ribu buah batako. Sehingga sepuluh mesin ini bisa menghasilkan 450 ribu buah batako. Jadi, ini akan sangat membantu pembangunan dan bisa dicukupkan dari sini. Bisa dijual juga dan kami yang akan membeli dan menyalurkannya ke masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ACT juga mendorong pemulihan ekonomi bagi penyintas dan warga terdampak. Pihaknya menyediakan modal bagi 1.000 unit usaha mikro dan menengah (UMKM). Modal diberikan mulai dari Rp 1-5 juta. “Ini berasal dari Global Wakaf ACT. Harapannya, seribu UMKM bisa terbantu untuk mengembangkan usahanya,” harapnya.

Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Fotografer: Muhammad Sidkin Ali
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

Dia menjelaskan, ACT akan membangun 100 unit hunian dengan fasilitas ruang tamu, kamar tidur, dapur, serta kamar mandi di atas tanah seluas satu hektare. Total luas bangunan setiap huniannya adalah 6 x 4,8 meter. Tidak hanya itu, hunian juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum seperti masjid, taman dan lainnya. Nantinya, penghuni berasal dari penyintas berekonomi prasejahtera hingga lansia.

Selain hunian nyaman terpadu, ACT juga menginisiasi pengembangan produksi pabrik batako. Pabrik ini menjadi upaya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Sebab, ACT melibatkan warga sekitar dan warga terdampak. Batako hasil produksi warga nantinya bisa dijual. Lebih lanjut, batako bisa dimanfaatkan untuk pembangunan hunian.

“Kami juga support 10 mesin pembuat batako. Setiap mesinnya bisa menghasilkan 45 ribu buah batako. Sehingga sepuluh mesin ini bisa menghasilkan 450 ribu buah batako. Jadi, ini akan sangat membantu pembangunan dan bisa dicukupkan dari sini. Bisa dijual juga dan kami yang akan membeli dan menyalurkannya ke masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ACT juga mendorong pemulihan ekonomi bagi penyintas dan warga terdampak. Pihaknya menyediakan modal bagi 1.000 unit usaha mikro dan menengah (UMKM). Modal diberikan mulai dari Rp 1-5 juta. “Ini berasal dari Global Wakaf ACT. Harapannya, seribu UMKM bisa terbantu untuk mengembangkan usahanya,” harapnya.

Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Fotografer: Muhammad Sidkin Ali
Redaktur: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/