alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kukuhkan Pengurus IAAI Jember, Gus Barra Ajak Tebarkan Moderasi Beragama

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID-Selain menyebarkan pesan keislaman, tantangan besar bagi alumni Al-Azhar yang ada Indonesia adalah menangkal radikalisme dan terorisme. Itulah yang disampaikan oleh Muhammad Al-Barra Ketua Umum Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAAI) Wilayah Jawa Timur dalam acara pengukuhan pengurus IAAI Jember, Minggu (28/11).

Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Barra itu menjelaskan, ada tiga hal mendasar yang menjadi tugas IAAI. Pertama, yakni Ta’zizul wasathiyah, penguatan moderasi bergama. Kedua, Infitah lil jami’ yakni memberi contoh bahwa Islam harus terbuka untuk semua kalangan. Kemudian yang ketiga, Insyighol bi umuril Ummah, artinya para alumni Al Azhar harus menyibukkan diri untuk mengurusi permasalahan-permasalahan umat. Baik di bidang sosial, keagamaan, kebangsaan, maupun lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tiga pesan itu yang diberikan oleh Al-Azhar kepada para alumninya yang ada di Indonesia. Tantangan bagi alumni Al-Azhar untuk bagaimana dan dimanapun mereka berada harus membawa atau menjunjung penguatan moderasi Islam di semua kalangan, semua aspek,” tuturnya.

Menurutnya, para alumnus harus membuka peluang kepada semua komponen masyarakat. Yakni dengan cara melakukan dialog, diskusi, atau bertukar pikiran. Sehingga hal tersebut menggambarkan kepada dunia bahwa Islam sangat terbuka kepada siapa saja.
“Dengan keterbukaan inilah, Islam kemudian bisa diterima dengan baik oleh masyarakat seluruh dunia,” tambah Gus Barra yang juga wakil bupati Mojokerto itu.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID-Selain menyebarkan pesan keislaman, tantangan besar bagi alumni Al-Azhar yang ada Indonesia adalah menangkal radikalisme dan terorisme. Itulah yang disampaikan oleh Muhammad Al-Barra Ketua Umum Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAAI) Wilayah Jawa Timur dalam acara pengukuhan pengurus IAAI Jember, Minggu (28/11).

Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Barra itu menjelaskan, ada tiga hal mendasar yang menjadi tugas IAAI. Pertama, yakni Ta’zizul wasathiyah, penguatan moderasi bergama. Kedua, Infitah lil jami’ yakni memberi contoh bahwa Islam harus terbuka untuk semua kalangan. Kemudian yang ketiga, Insyighol bi umuril Ummah, artinya para alumni Al Azhar harus menyibukkan diri untuk mengurusi permasalahan-permasalahan umat. Baik di bidang sosial, keagamaan, kebangsaan, maupun lainnya.

“Tiga pesan itu yang diberikan oleh Al-Azhar kepada para alumninya yang ada di Indonesia. Tantangan bagi alumni Al-Azhar untuk bagaimana dan dimanapun mereka berada harus membawa atau menjunjung penguatan moderasi Islam di semua kalangan, semua aspek,” tuturnya.

Menurutnya, para alumnus harus membuka peluang kepada semua komponen masyarakat. Yakni dengan cara melakukan dialog, diskusi, atau bertukar pikiran. Sehingga hal tersebut menggambarkan kepada dunia bahwa Islam sangat terbuka kepada siapa saja.
“Dengan keterbukaan inilah, Islam kemudian bisa diterima dengan baik oleh masyarakat seluruh dunia,” tambah Gus Barra yang juga wakil bupati Mojokerto itu.

RADARJEMBER.ID-Selain menyebarkan pesan keislaman, tantangan besar bagi alumni Al-Azhar yang ada Indonesia adalah menangkal radikalisme dan terorisme. Itulah yang disampaikan oleh Muhammad Al-Barra Ketua Umum Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAAI) Wilayah Jawa Timur dalam acara pengukuhan pengurus IAAI Jember, Minggu (28/11).

Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Barra itu menjelaskan, ada tiga hal mendasar yang menjadi tugas IAAI. Pertama, yakni Ta’zizul wasathiyah, penguatan moderasi bergama. Kedua, Infitah lil jami’ yakni memberi contoh bahwa Islam harus terbuka untuk semua kalangan. Kemudian yang ketiga, Insyighol bi umuril Ummah, artinya para alumni Al Azhar harus menyibukkan diri untuk mengurusi permasalahan-permasalahan umat. Baik di bidang sosial, keagamaan, kebangsaan, maupun lainnya.

“Tiga pesan itu yang diberikan oleh Al-Azhar kepada para alumninya yang ada di Indonesia. Tantangan bagi alumni Al-Azhar untuk bagaimana dan dimanapun mereka berada harus membawa atau menjunjung penguatan moderasi Islam di semua kalangan, semua aspek,” tuturnya.

Menurutnya, para alumnus harus membuka peluang kepada semua komponen masyarakat. Yakni dengan cara melakukan dialog, diskusi, atau bertukar pikiran. Sehingga hal tersebut menggambarkan kepada dunia bahwa Islam sangat terbuka kepada siapa saja.
“Dengan keterbukaan inilah, Islam kemudian bisa diterima dengan baik oleh masyarakat seluruh dunia,” tambah Gus Barra yang juga wakil bupati Mojokerto itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/