alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Santri Pesantren Nuris Jember Tembus Seleksi Paskibra Jember

Keinginannya untuk mengibarkan Sang Merah Putih memacu tekad Amelia Putri Rahayu menjadi seorang paskibra. Dia merupakan siswa yang terlahir dari didikan guru di Pesantren Nuris Jember dan dinyatakan lolos seleksi menjadi anggota Paskibra Kabupaten Jember tahun 2022.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Amelia Putri Rahayu tercatat sebagai santri Pesantren Nuris Jember yang sedang menempuh pendidikan kelas X Jurusan TKJ Axioo SMK Nuris Jember. Mimpi menjadi seorang pasukan pengibar bendera (paskibra) kabupaten merupakan satu di antara puluhan cita-cita yang ingin dia raih. Meski jalan menuju puncak prestasi sangat terjal, baginya semua dapat dilalui dengan kerja keras dan doa.

BACA JUGA : Wushu Raih Emas Lagi, Sepatu Roda Dapat Medali Perdana

Sejak awal, Amelia konsisten belajar gerakan baris-berbaris di ekstrakurikuler SMK Nuris Jember. Dia menyempurnakan bentuk gerakan secara perlahan. Amelia juga mempunyai tinggi dan berat badan yang ideal. Hal itu menampakkan kesempurnaan saat dibarengi dengan pengetahuan baris-berbarisnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengetahuan itu rupanya menjadi bekal Amelia untuk melayakkan diri mendaftar sebagai Paskibra Jember. Dari latar belakang santri, kualitas yang dimilikinya tidak jauh berbeda dengan siswa sekolah unggulan pada umumnya. “Waktu itu, saya coba ikut seleksi paskibra yang diadakan oleh pemerintah, karena saya rasa, bekal yang diajari di pesantren cukup layak untuk diwujudkan,” katanya.

Untuk lolos seleksi, Amelia membutuhkan upaya kuat melalui tahapan yang telah ditentukan. Pertama, tinggi dan berat badan Amelia memenuhi kriteria seorang Paskibra Jember. Di mana tinggi dan beratnya telah diatur seideal mungkin oleh tim penyeleksi. Kedua, Amelia harus menjalani tes fisik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Amelia Putri Rahayu tercatat sebagai santri Pesantren Nuris Jember yang sedang menempuh pendidikan kelas X Jurusan TKJ Axioo SMK Nuris Jember. Mimpi menjadi seorang pasukan pengibar bendera (paskibra) kabupaten merupakan satu di antara puluhan cita-cita yang ingin dia raih. Meski jalan menuju puncak prestasi sangat terjal, baginya semua dapat dilalui dengan kerja keras dan doa.

BACA JUGA : Wushu Raih Emas Lagi, Sepatu Roda Dapat Medali Perdana

Sejak awal, Amelia konsisten belajar gerakan baris-berbaris di ekstrakurikuler SMK Nuris Jember. Dia menyempurnakan bentuk gerakan secara perlahan. Amelia juga mempunyai tinggi dan berat badan yang ideal. Hal itu menampakkan kesempurnaan saat dibarengi dengan pengetahuan baris-berbarisnya.

Pengetahuan itu rupanya menjadi bekal Amelia untuk melayakkan diri mendaftar sebagai Paskibra Jember. Dari latar belakang santri, kualitas yang dimilikinya tidak jauh berbeda dengan siswa sekolah unggulan pada umumnya. “Waktu itu, saya coba ikut seleksi paskibra yang diadakan oleh pemerintah, karena saya rasa, bekal yang diajari di pesantren cukup layak untuk diwujudkan,” katanya.

Untuk lolos seleksi, Amelia membutuhkan upaya kuat melalui tahapan yang telah ditentukan. Pertama, tinggi dan berat badan Amelia memenuhi kriteria seorang Paskibra Jember. Di mana tinggi dan beratnya telah diatur seideal mungkin oleh tim penyeleksi. Kedua, Amelia harus menjalani tes fisik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Amelia Putri Rahayu tercatat sebagai santri Pesantren Nuris Jember yang sedang menempuh pendidikan kelas X Jurusan TKJ Axioo SMK Nuris Jember. Mimpi menjadi seorang pasukan pengibar bendera (paskibra) kabupaten merupakan satu di antara puluhan cita-cita yang ingin dia raih. Meski jalan menuju puncak prestasi sangat terjal, baginya semua dapat dilalui dengan kerja keras dan doa.

BACA JUGA : Wushu Raih Emas Lagi, Sepatu Roda Dapat Medali Perdana

Sejak awal, Amelia konsisten belajar gerakan baris-berbaris di ekstrakurikuler SMK Nuris Jember. Dia menyempurnakan bentuk gerakan secara perlahan. Amelia juga mempunyai tinggi dan berat badan yang ideal. Hal itu menampakkan kesempurnaan saat dibarengi dengan pengetahuan baris-berbarisnya.

Pengetahuan itu rupanya menjadi bekal Amelia untuk melayakkan diri mendaftar sebagai Paskibra Jember. Dari latar belakang santri, kualitas yang dimilikinya tidak jauh berbeda dengan siswa sekolah unggulan pada umumnya. “Waktu itu, saya coba ikut seleksi paskibra yang diadakan oleh pemerintah, karena saya rasa, bekal yang diajari di pesantren cukup layak untuk diwujudkan,” katanya.

Untuk lolos seleksi, Amelia membutuhkan upaya kuat melalui tahapan yang telah ditentukan. Pertama, tinggi dan berat badan Amelia memenuhi kriteria seorang Paskibra Jember. Di mana tinggi dan beratnya telah diatur seideal mungkin oleh tim penyeleksi. Kedua, Amelia harus menjalani tes fisik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/