alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Inovasi Siswa SMA Nuris Jember tentang Bioplastik yang Ramah Lingkungan

Catatan membanggakan terus diukir Siswa SMA Nuris Jember. Salah satunya oleh Tegar Ramadani. Penelitian yang kesekian kalinya ini membuatnya kembali menorehkan prestasi. Kini, dia dinobatkan sebagai Juara II Lomba Essay Tingkat Nasional.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kiprah Siswa SMA Nuris Jember terus mewarnai tiap event lomba ataupun olimpiade. Tak hanya di level lokal, regional, dan nasional, tapi juga internasional. Melalui karya penelitian, para siswa tak hanya sukses mengharumkan lembaga, namun juga sukses meraih juara.

Seperti yang dilakukan oleh Tegar Ramadani. Salah satu siswa terbaik SMA Nuris Jember ini kerap mengharumkan lembaga dan membawa pulang juara melalui karya penelitiannya. Salah satu karya yang ia garap adalah pemanfaatan limbah ubi ganyong dan batang pisang sebagai bahan utama pembuatan bioplastik.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, siswa asal Kecamatan Silo itu menjelaskan, dalam penelitian tentang bioplastik, ia mengikuti lomba yang diadakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya, beberapa bulan lalu. Dalam lomba yang diikuti oleh sekitar 50-an peserta itu, Tegar tampil seorang diri dengan membawakan hasil penelitiannya, Politicks: The Power of Bioplastic from Canna and Banana Stem.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Orientasinya Tak Hanya Bisnis, tapi Juga Memberdayakan Sesama Difabel

Menurut dia, karyanya itu sesuai dengan tema kompetisi esai: Inovasi dan Kreativitas Pemuda untuk Menghadapi Tantangan Pascapandemi. Ia sengaja memilih plastik ramah lingkungan karena selama ini intensitas penggunaan plastik pada pandemi dinilainya meningkat. “Padahal, kita semua tahu, plastik itu butuh waktu yang lama agar bisa terurai di tanah. Bahkan, ada jenis plastik yang butuh sampai ratusan tahun,” kata Tegar.

Karena alasan itulah, ia memilih plastik sebagai pembahasan utama dalam penelitiannya. Saat penelitian itu, Tegar juga memanfaatkan limbah batang pisang dan ubi ganyong. Dipilihnya kedua jenis bahan karena selama ini keberadaannya cukup melimpah. Sekaligus mudah ditemui di sekitar Jember atau daerah Tapal Kuda. “Ubi itu mengandung karbohidrat. Sementara, batang pisang mengandung selulosa. Jika keduanya dicampur, ada kandungan polimer yang digunakan sebagai bahan dasar plastik,” jelas Tegar.

Meski melakukan penelitian seorang diri, ia bisa membuktikan bahwa karyanya itu benar-benar layak menjadi alternatif plastik ramah lingkungan. Sebab, Tegar berkata, setelah diuji, plastik hasil penelitiannya itu memiliki berbagai keunggulan. Seperti lebih tebal, hingga lebih punya daya larut. “Dalam tiga hari, plastik saya bisa terdegradasi sampai 35 persen. Ini membuktikan plastik berbahan dasar limbah ini mudah terurai,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kiprah Siswa SMA Nuris Jember terus mewarnai tiap event lomba ataupun olimpiade. Tak hanya di level lokal, regional, dan nasional, tapi juga internasional. Melalui karya penelitian, para siswa tak hanya sukses mengharumkan lembaga, namun juga sukses meraih juara.

Seperti yang dilakukan oleh Tegar Ramadani. Salah satu siswa terbaik SMA Nuris Jember ini kerap mengharumkan lembaga dan membawa pulang juara melalui karya penelitiannya. Salah satu karya yang ia garap adalah pemanfaatan limbah ubi ganyong dan batang pisang sebagai bahan utama pembuatan bioplastik.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, siswa asal Kecamatan Silo itu menjelaskan, dalam penelitian tentang bioplastik, ia mengikuti lomba yang diadakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya, beberapa bulan lalu. Dalam lomba yang diikuti oleh sekitar 50-an peserta itu, Tegar tampil seorang diri dengan membawakan hasil penelitiannya, Politicks: The Power of Bioplastic from Canna and Banana Stem.

BACA JUGA : Orientasinya Tak Hanya Bisnis, tapi Juga Memberdayakan Sesama Difabel

Menurut dia, karyanya itu sesuai dengan tema kompetisi esai: Inovasi dan Kreativitas Pemuda untuk Menghadapi Tantangan Pascapandemi. Ia sengaja memilih plastik ramah lingkungan karena selama ini intensitas penggunaan plastik pada pandemi dinilainya meningkat. “Padahal, kita semua tahu, plastik itu butuh waktu yang lama agar bisa terurai di tanah. Bahkan, ada jenis plastik yang butuh sampai ratusan tahun,” kata Tegar.

Karena alasan itulah, ia memilih plastik sebagai pembahasan utama dalam penelitiannya. Saat penelitian itu, Tegar juga memanfaatkan limbah batang pisang dan ubi ganyong. Dipilihnya kedua jenis bahan karena selama ini keberadaannya cukup melimpah. Sekaligus mudah ditemui di sekitar Jember atau daerah Tapal Kuda. “Ubi itu mengandung karbohidrat. Sementara, batang pisang mengandung selulosa. Jika keduanya dicampur, ada kandungan polimer yang digunakan sebagai bahan dasar plastik,” jelas Tegar.

Meski melakukan penelitian seorang diri, ia bisa membuktikan bahwa karyanya itu benar-benar layak menjadi alternatif plastik ramah lingkungan. Sebab, Tegar berkata, setelah diuji, plastik hasil penelitiannya itu memiliki berbagai keunggulan. Seperti lebih tebal, hingga lebih punya daya larut. “Dalam tiga hari, plastik saya bisa terdegradasi sampai 35 persen. Ini membuktikan plastik berbahan dasar limbah ini mudah terurai,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kiprah Siswa SMA Nuris Jember terus mewarnai tiap event lomba ataupun olimpiade. Tak hanya di level lokal, regional, dan nasional, tapi juga internasional. Melalui karya penelitian, para siswa tak hanya sukses mengharumkan lembaga, namun juga sukses meraih juara.

Seperti yang dilakukan oleh Tegar Ramadani. Salah satu siswa terbaik SMA Nuris Jember ini kerap mengharumkan lembaga dan membawa pulang juara melalui karya penelitiannya. Salah satu karya yang ia garap adalah pemanfaatan limbah ubi ganyong dan batang pisang sebagai bahan utama pembuatan bioplastik.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, siswa asal Kecamatan Silo itu menjelaskan, dalam penelitian tentang bioplastik, ia mengikuti lomba yang diadakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya, beberapa bulan lalu. Dalam lomba yang diikuti oleh sekitar 50-an peserta itu, Tegar tampil seorang diri dengan membawakan hasil penelitiannya, Politicks: The Power of Bioplastic from Canna and Banana Stem.

BACA JUGA : Orientasinya Tak Hanya Bisnis, tapi Juga Memberdayakan Sesama Difabel

Menurut dia, karyanya itu sesuai dengan tema kompetisi esai: Inovasi dan Kreativitas Pemuda untuk Menghadapi Tantangan Pascapandemi. Ia sengaja memilih plastik ramah lingkungan karena selama ini intensitas penggunaan plastik pada pandemi dinilainya meningkat. “Padahal, kita semua tahu, plastik itu butuh waktu yang lama agar bisa terurai di tanah. Bahkan, ada jenis plastik yang butuh sampai ratusan tahun,” kata Tegar.

Karena alasan itulah, ia memilih plastik sebagai pembahasan utama dalam penelitiannya. Saat penelitian itu, Tegar juga memanfaatkan limbah batang pisang dan ubi ganyong. Dipilihnya kedua jenis bahan karena selama ini keberadaannya cukup melimpah. Sekaligus mudah ditemui di sekitar Jember atau daerah Tapal Kuda. “Ubi itu mengandung karbohidrat. Sementara, batang pisang mengandung selulosa. Jika keduanya dicampur, ada kandungan polimer yang digunakan sebagai bahan dasar plastik,” jelas Tegar.

Meski melakukan penelitian seorang diri, ia bisa membuktikan bahwa karyanya itu benar-benar layak menjadi alternatif plastik ramah lingkungan. Sebab, Tegar berkata, setelah diuji, plastik hasil penelitiannya itu memiliki berbagai keunggulan. Seperti lebih tebal, hingga lebih punya daya larut. “Dalam tiga hari, plastik saya bisa terdegradasi sampai 35 persen. Ini membuktikan plastik berbahan dasar limbah ini mudah terurai,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/