alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Asah Bakat Lewat Pagelaran Desain Fashion

Murid Bebas Berkreasi, Guru hanya Mendampingi dan Memfasilitasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menghadapi masa depan yang penuh tantangan, SMKN 2 Lumajang mempersiapkannya dengan beragam inovasi. Salah satunya adalah program kelas empat tahun. Program ini merupakan program satu-satunya di lumajang yang menerapkan sekolah jenjang SMA selama delapan semester.

Program ini hanya diberlakukan pada kelas desain fashion. Sebab, program ini dipersiapkan agar lulusan SMKN 2 dapat mengasah bakat yang mereka miliki di bidang desain fesyen. Oleh sebab itu, pagelaran desain fashion yang bertajuk riches of the natural worl (RIOTRAW) digelar pada Sabtu (27/03) di Aula SMKN 2 Lumajang.

Eva Latifah, ketua pelaksana mengatakan kegiatan ini merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan siswa kelas XIII. “Ini adalah rangkaian kegiatan kelas desain fesyen. Mereka mulai kegiatan di Februari dan hari ini (Sabtu,Red) adalah puncaknya dengan show di aula sekolah,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan persiapan siswa sangat panjang. Dimulai dari desain manual dan komputer, pecah pola (memotong kain), menjahit sendiri, dan menampilkan hasil karya. “Persiapan mereka memang luar biasa. Mulai dari mendesain sendiri hingga puncaknya di ditampilkan di aula, disaksikan undangan dan dinilai dewan juri,” ungkapnya.

Budi Setiwan, salah satu dewan juri mengungkapkan kagum melihat karya siswi kelas tiga belas tersebut. Sebab, karya-karya mereka sangat mengikuti dunia fashion saat ini. “Kami kagum melihat karya anak-anak. Kita semua bisa menyimpulkan bahwa mereka bisa menunjukkan hasil terbaik. Mereka benar-benar mengamati apa yang berkembang di dunia fashion saat ini,” ungkapnya.

Iwan, sapaan akrabnya mengatakan desain mereka sangat beragam, terutama para juara. Dia mengundang para juara untuk mengikuti pagelaran seni dalam Jember Festival Carnival (JFC) tahun ini. “Desainnya beragam. Ini adalah masa kuantum mereka. Makanya, saya membuka ruang bagi mereka, terutama para juara untuk mengikuti JFC yang akan digelar bulan Agustus ini di Jember. Saya akan tunggu hasil kreatif mereka,” kata juri dari Dynand Fariz International High Fashion Centre tersebut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menghadapi masa depan yang penuh tantangan, SMKN 2 Lumajang mempersiapkannya dengan beragam inovasi. Salah satunya adalah program kelas empat tahun. Program ini merupakan program satu-satunya di lumajang yang menerapkan sekolah jenjang SMA selama delapan semester.

Program ini hanya diberlakukan pada kelas desain fashion. Sebab, program ini dipersiapkan agar lulusan SMKN 2 dapat mengasah bakat yang mereka miliki di bidang desain fesyen. Oleh sebab itu, pagelaran desain fashion yang bertajuk riches of the natural worl (RIOTRAW) digelar pada Sabtu (27/03) di Aula SMKN 2 Lumajang.

Eva Latifah, ketua pelaksana mengatakan kegiatan ini merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan siswa kelas XIII. “Ini adalah rangkaian kegiatan kelas desain fesyen. Mereka mulai kegiatan di Februari dan hari ini (Sabtu,Red) adalah puncaknya dengan show di aula sekolah,” katanya.

Dia menjelaskan persiapan siswa sangat panjang. Dimulai dari desain manual dan komputer, pecah pola (memotong kain), menjahit sendiri, dan menampilkan hasil karya. “Persiapan mereka memang luar biasa. Mulai dari mendesain sendiri hingga puncaknya di ditampilkan di aula, disaksikan undangan dan dinilai dewan juri,” ungkapnya.

Budi Setiwan, salah satu dewan juri mengungkapkan kagum melihat karya siswi kelas tiga belas tersebut. Sebab, karya-karya mereka sangat mengikuti dunia fashion saat ini. “Kami kagum melihat karya anak-anak. Kita semua bisa menyimpulkan bahwa mereka bisa menunjukkan hasil terbaik. Mereka benar-benar mengamati apa yang berkembang di dunia fashion saat ini,” ungkapnya.

Iwan, sapaan akrabnya mengatakan desain mereka sangat beragam, terutama para juara. Dia mengundang para juara untuk mengikuti pagelaran seni dalam Jember Festival Carnival (JFC) tahun ini. “Desainnya beragam. Ini adalah masa kuantum mereka. Makanya, saya membuka ruang bagi mereka, terutama para juara untuk mengikuti JFC yang akan digelar bulan Agustus ini di Jember. Saya akan tunggu hasil kreatif mereka,” kata juri dari Dynand Fariz International High Fashion Centre tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Menghadapi masa depan yang penuh tantangan, SMKN 2 Lumajang mempersiapkannya dengan beragam inovasi. Salah satunya adalah program kelas empat tahun. Program ini merupakan program satu-satunya di lumajang yang menerapkan sekolah jenjang SMA selama delapan semester.

Program ini hanya diberlakukan pada kelas desain fashion. Sebab, program ini dipersiapkan agar lulusan SMKN 2 dapat mengasah bakat yang mereka miliki di bidang desain fesyen. Oleh sebab itu, pagelaran desain fashion yang bertajuk riches of the natural worl (RIOTRAW) digelar pada Sabtu (27/03) di Aula SMKN 2 Lumajang.

Eva Latifah, ketua pelaksana mengatakan kegiatan ini merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan siswa kelas XIII. “Ini adalah rangkaian kegiatan kelas desain fesyen. Mereka mulai kegiatan di Februari dan hari ini (Sabtu,Red) adalah puncaknya dengan show di aula sekolah,” katanya.

Dia menjelaskan persiapan siswa sangat panjang. Dimulai dari desain manual dan komputer, pecah pola (memotong kain), menjahit sendiri, dan menampilkan hasil karya. “Persiapan mereka memang luar biasa. Mulai dari mendesain sendiri hingga puncaknya di ditampilkan di aula, disaksikan undangan dan dinilai dewan juri,” ungkapnya.

Budi Setiwan, salah satu dewan juri mengungkapkan kagum melihat karya siswi kelas tiga belas tersebut. Sebab, karya-karya mereka sangat mengikuti dunia fashion saat ini. “Kami kagum melihat karya anak-anak. Kita semua bisa menyimpulkan bahwa mereka bisa menunjukkan hasil terbaik. Mereka benar-benar mengamati apa yang berkembang di dunia fashion saat ini,” ungkapnya.

Iwan, sapaan akrabnya mengatakan desain mereka sangat beragam, terutama para juara. Dia mengundang para juara untuk mengikuti pagelaran seni dalam Jember Festival Carnival (JFC) tahun ini. “Desainnya beragam. Ini adalah masa kuantum mereka. Makanya, saya membuka ruang bagi mereka, terutama para juara untuk mengikuti JFC yang akan digelar bulan Agustus ini di Jember. Saya akan tunggu hasil kreatif mereka,” kata juri dari Dynand Fariz International High Fashion Centre tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/