alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Wisuda UIN KHAS Jember di Pengujung 2021

Guru Besar UIN Surabaya Hadir Berikan Orasi

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr Nur Syam M Si, yang turut hadir saat itu memberikan orasi di hadapan 470 lulusan. Dalam paparannya, Nur Syam menegaskan pentingnya peran lulusan atau alumni di tengah masyarakat.

Menurut dia, dinamika kehidupan di masyarakat, sejatinya membutuhkan peran dari berbagai unsur, termasuk salah satunya dari para cendekiawan yang lahir dari perguruan tinggi agama. “Mimpi adalah setengah cita-cita, setengah cita-cita adalah setengah usaha, setengah usaha adalah setengah keberhasilan. Kalau saudara punya mimpi, berarti saudara memiliki setengah keberhasilan. Saudara perlu melengkapinya untuk menjadikan mimpi itu jadi kenyataan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Nur Syam, memasuki era revolusi industri 5.0, sejumlah negara di dunia sudah memulainya. Bahkan kecanggihan teknologi sudah mulai masuk dan menyasar ke berbagai lembaga pendidikan. Hal itulah yang dianggapnya sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus ditangkap.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak hanya di dunia pendidikan yang akan menjadi calon guru, namun juga oleh juru dakwah, pakar hukum, praktisi, ataupun tokoh masyarakat. “Saudara harus ada dan terlibat di situ. Hari ini semua sektor kehidupan masyarakat bersinggungan dengan teknologi. Kalau tidak bisa beradaptasi, saudara tertinggal jauh,” pungkasnya. (kl)

 

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Humas UIN KHAS Jember for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr Nur Syam M Si, yang turut hadir saat itu memberikan orasi di hadapan 470 lulusan. Dalam paparannya, Nur Syam menegaskan pentingnya peran lulusan atau alumni di tengah masyarakat.

Menurut dia, dinamika kehidupan di masyarakat, sejatinya membutuhkan peran dari berbagai unsur, termasuk salah satunya dari para cendekiawan yang lahir dari perguruan tinggi agama. “Mimpi adalah setengah cita-cita, setengah cita-cita adalah setengah usaha, setengah usaha adalah setengah keberhasilan. Kalau saudara punya mimpi, berarti saudara memiliki setengah keberhasilan. Saudara perlu melengkapinya untuk menjadikan mimpi itu jadi kenyataan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Nur Syam, memasuki era revolusi industri 5.0, sejumlah negara di dunia sudah memulainya. Bahkan kecanggihan teknologi sudah mulai masuk dan menyasar ke berbagai lembaga pendidikan. Hal itulah yang dianggapnya sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus ditangkap.

Tidak hanya di dunia pendidikan yang akan menjadi calon guru, namun juga oleh juru dakwah, pakar hukum, praktisi, ataupun tokoh masyarakat. “Saudara harus ada dan terlibat di situ. Hari ini semua sektor kehidupan masyarakat bersinggungan dengan teknologi. Kalau tidak bisa beradaptasi, saudara tertinggal jauh,” pungkasnya. (kl)

 

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Humas UIN KHAS Jember for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr Nur Syam M Si, yang turut hadir saat itu memberikan orasi di hadapan 470 lulusan. Dalam paparannya, Nur Syam menegaskan pentingnya peran lulusan atau alumni di tengah masyarakat.

Menurut dia, dinamika kehidupan di masyarakat, sejatinya membutuhkan peran dari berbagai unsur, termasuk salah satunya dari para cendekiawan yang lahir dari perguruan tinggi agama. “Mimpi adalah setengah cita-cita, setengah cita-cita adalah setengah usaha, setengah usaha adalah setengah keberhasilan. Kalau saudara punya mimpi, berarti saudara memiliki setengah keberhasilan. Saudara perlu melengkapinya untuk menjadikan mimpi itu jadi kenyataan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Nur Syam, memasuki era revolusi industri 5.0, sejumlah negara di dunia sudah memulainya. Bahkan kecanggihan teknologi sudah mulai masuk dan menyasar ke berbagai lembaga pendidikan. Hal itulah yang dianggapnya sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus ditangkap.

Tidak hanya di dunia pendidikan yang akan menjadi calon guru, namun juga oleh juru dakwah, pakar hukum, praktisi, ataupun tokoh masyarakat. “Saudara harus ada dan terlibat di situ. Hari ini semua sektor kehidupan masyarakat bersinggungan dengan teknologi. Kalau tidak bisa beradaptasi, saudara tertinggal jauh,” pungkasnya. (kl)

 

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Humas UIN KHAS Jember for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/