alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Perkuat Keterampilan dan Pemahaman Pembelajaran

P2SDM LP3M Unej Gelar Pelatihan Pekerti IV

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, Radar Jember – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) IV yang dimulai pada Senin, 25 Juli, hingga Jumat, 29 Juli. Pelatihan itu agar tenaga pengajar lebih memiliki basis keterampilan dan pemahaman dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Menurut Ketua LP3M Unej Albert Tallapessy, pelatihan Pekerti IV itu bertujuan meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan dan wawasan tentang prinsip-prinsip pedagogik, metodologi, dan keterampilan mengajar dosen di perguruan tinggi. Hal itu sebagai upaya pelaksanaan tugas secara profesional dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa.

Mengikuti Pekerti, kata dia, menjadi penting bagi dosen-dosen di Unej, agar mereka memiliki basis keterampilan dan pengetahuan, serta pemahaman dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Beberapa manfaat dari Pekerti yang bisa diperoleh oleh peserta pelatihan adalah mewujudkan perangkat pembelajaran yang lengkap sesuai kebutuhan. Mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan interaktif dengan penerapan model, dan strategi pembelajaran yang diperlukan dalam pembelajaran. “Selain itu, menciptakan pembelajaran yang komunikatif antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar,” ucapnya.

- Advertisement -

TEGALBOTO, Radar Jember – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) IV yang dimulai pada Senin, 25 Juli, hingga Jumat, 29 Juli. Pelatihan itu agar tenaga pengajar lebih memiliki basis keterampilan dan pemahaman dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Menurut Ketua LP3M Unej Albert Tallapessy, pelatihan Pekerti IV itu bertujuan meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan dan wawasan tentang prinsip-prinsip pedagogik, metodologi, dan keterampilan mengajar dosen di perguruan tinggi. Hal itu sebagai upaya pelaksanaan tugas secara profesional dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa.

Mengikuti Pekerti, kata dia, menjadi penting bagi dosen-dosen di Unej, agar mereka memiliki basis keterampilan dan pengetahuan, serta pemahaman dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Beberapa manfaat dari Pekerti yang bisa diperoleh oleh peserta pelatihan adalah mewujudkan perangkat pembelajaran yang lengkap sesuai kebutuhan. Mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan interaktif dengan penerapan model, dan strategi pembelajaran yang diperlukan dalam pembelajaran. “Selain itu, menciptakan pembelajaran yang komunikatif antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar,” ucapnya.

TEGALBOTO, Radar Jember – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) IV yang dimulai pada Senin, 25 Juli, hingga Jumat, 29 Juli. Pelatihan itu agar tenaga pengajar lebih memiliki basis keterampilan dan pemahaman dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Menurut Ketua LP3M Unej Albert Tallapessy, pelatihan Pekerti IV itu bertujuan meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan dan wawasan tentang prinsip-prinsip pedagogik, metodologi, dan keterampilan mengajar dosen di perguruan tinggi. Hal itu sebagai upaya pelaksanaan tugas secara profesional dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa.

Mengikuti Pekerti, kata dia, menjadi penting bagi dosen-dosen di Unej, agar mereka memiliki basis keterampilan dan pengetahuan, serta pemahaman dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Beberapa manfaat dari Pekerti yang bisa diperoleh oleh peserta pelatihan adalah mewujudkan perangkat pembelajaran yang lengkap sesuai kebutuhan. Mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan interaktif dengan penerapan model, dan strategi pembelajaran yang diperlukan dalam pembelajaran. “Selain itu, menciptakan pembelajaran yang komunikatif antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/