alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Deputi Seskab RI Apresiasi Program Center for Future of Work UMM

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, Radar Jember – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) terus digalakkan oleh pemerintah untuk mencapai Indonesia emas 2045. Menariknya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sudah memulainya sejak lama melalui program Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW). Hal itu disampaikan oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Perekonomian RI Satya Bhakti Parikesit SH MM LLM dalam diskusi pengembangan SDM di Kampus Putih UMM pada Rabu (27/7) lalu.

Bhakti, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa ia mengapresiasi langkah visioner dari UMM yang bertujuan menyiapkan SDM dengan skill yang sesuai dengan industri. Apalagi sederet CoE tersebut sudah hadir sebelum Kemendikbudristek mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ia juga menilai bahwa upaya UMM itu serupa dengan apa yang sedang pemerintah galakkan dalam menyongsong generasi emas 2045.

“Jujur, sebelum saya ke sini, yang saya dengar tentang UMM adalah prestasi-prestasinya. Saya juga penasaran, kira-kira keunggulan apa yang dimiliki UMM sehingga bisa mencapai beragam raihan membanggakan. Ternyata beberapa di antaranya adalah program UMM PASTI dan juga CoE serta CFW,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, apa yang dilakukan UMM selama ini sudah berada dalam jalur yang tepat. Harus terus ditingkatkan dan dipromosikan dengan baik. Apalagi hal ini memang menjadi aspek penting yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini.

Dalam mencapai Indonesia emas 2045, Bhakti mengatakan Indonesia harus bisa menekan angka pengangguran. Pun dengan menyiapkan lapangan kerja minimal sebanyak 2,5 juta tiap tahun serta investasi yang harus berada di atas enam persen. Sayangnya, sebagian besar tingkat pendidikan dan kompetensi SDM Indonesia kurang memadai.

Padahal pada rentang waktu 2021–2024, penambahan kebutuhan tenaga kerja Indonesia mencapai 7.365.011 orang atau sekitar 2.455.004 per tahun. Tiga sektor tertinggi yang menyumbang adalah pertanian, perdagangan besar, serta industri pengolahan. Belum lagi jumlah kebutuhan pelatihan bersertifikat yang kian meningkat.

- Advertisement -

MALANG, Radar Jember – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) terus digalakkan oleh pemerintah untuk mencapai Indonesia emas 2045. Menariknya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sudah memulainya sejak lama melalui program Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW). Hal itu disampaikan oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Perekonomian RI Satya Bhakti Parikesit SH MM LLM dalam diskusi pengembangan SDM di Kampus Putih UMM pada Rabu (27/7) lalu.

Bhakti, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa ia mengapresiasi langkah visioner dari UMM yang bertujuan menyiapkan SDM dengan skill yang sesuai dengan industri. Apalagi sederet CoE tersebut sudah hadir sebelum Kemendikbudristek mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ia juga menilai bahwa upaya UMM itu serupa dengan apa yang sedang pemerintah galakkan dalam menyongsong generasi emas 2045.

“Jujur, sebelum saya ke sini, yang saya dengar tentang UMM adalah prestasi-prestasinya. Saya juga penasaran, kira-kira keunggulan apa yang dimiliki UMM sehingga bisa mencapai beragam raihan membanggakan. Ternyata beberapa di antaranya adalah program UMM PASTI dan juga CoE serta CFW,” tambahnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan UMM selama ini sudah berada dalam jalur yang tepat. Harus terus ditingkatkan dan dipromosikan dengan baik. Apalagi hal ini memang menjadi aspek penting yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini.

Dalam mencapai Indonesia emas 2045, Bhakti mengatakan Indonesia harus bisa menekan angka pengangguran. Pun dengan menyiapkan lapangan kerja minimal sebanyak 2,5 juta tiap tahun serta investasi yang harus berada di atas enam persen. Sayangnya, sebagian besar tingkat pendidikan dan kompetensi SDM Indonesia kurang memadai.

Padahal pada rentang waktu 2021–2024, penambahan kebutuhan tenaga kerja Indonesia mencapai 7.365.011 orang atau sekitar 2.455.004 per tahun. Tiga sektor tertinggi yang menyumbang adalah pertanian, perdagangan besar, serta industri pengolahan. Belum lagi jumlah kebutuhan pelatihan bersertifikat yang kian meningkat.

MALANG, Radar Jember – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) terus digalakkan oleh pemerintah untuk mencapai Indonesia emas 2045. Menariknya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sudah memulainya sejak lama melalui program Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW). Hal itu disampaikan oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Perekonomian RI Satya Bhakti Parikesit SH MM LLM dalam diskusi pengembangan SDM di Kampus Putih UMM pada Rabu (27/7) lalu.

Bhakti, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa ia mengapresiasi langkah visioner dari UMM yang bertujuan menyiapkan SDM dengan skill yang sesuai dengan industri. Apalagi sederet CoE tersebut sudah hadir sebelum Kemendikbudristek mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ia juga menilai bahwa upaya UMM itu serupa dengan apa yang sedang pemerintah galakkan dalam menyongsong generasi emas 2045.

“Jujur, sebelum saya ke sini, yang saya dengar tentang UMM adalah prestasi-prestasinya. Saya juga penasaran, kira-kira keunggulan apa yang dimiliki UMM sehingga bisa mencapai beragam raihan membanggakan. Ternyata beberapa di antaranya adalah program UMM PASTI dan juga CoE serta CFW,” tambahnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan UMM selama ini sudah berada dalam jalur yang tepat. Harus terus ditingkatkan dan dipromosikan dengan baik. Apalagi hal ini memang menjadi aspek penting yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini.

Dalam mencapai Indonesia emas 2045, Bhakti mengatakan Indonesia harus bisa menekan angka pengangguran. Pun dengan menyiapkan lapangan kerja minimal sebanyak 2,5 juta tiap tahun serta investasi yang harus berada di atas enam persen. Sayangnya, sebagian besar tingkat pendidikan dan kompetensi SDM Indonesia kurang memadai.

Padahal pada rentang waktu 2021–2024, penambahan kebutuhan tenaga kerja Indonesia mencapai 7.365.011 orang atau sekitar 2.455.004 per tahun. Tiga sektor tertinggi yang menyumbang adalah pertanian, perdagangan besar, serta industri pengolahan. Belum lagi jumlah kebutuhan pelatihan bersertifikat yang kian meningkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/