alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Ciptakan 4.125 Lapangan Kerja, EKO-TREN Jatim Raih Top 45 KIPP 2022

Gubernur Khofifah: Bukti Pesantren Berdaya dalam Kemajuan Ekonomi Daerah

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Berbagai keberhasilan dan capaian sukses diwujudkan Pemprov Jatim melalui inovasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (EKO-TREN) yang dikembangkan Dinas Koperasi dan UMKM.

Salah satunya ialah mewujudkan 4.125 lapangan kerja dan menurunkan jumlah penduduk miskin pada maret 2021 sebesar 13.240 orang.

Atas berbagai pencapaian itu, EKO-TREN berhasil masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022 Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Hal itu diumumkan melalui kanal Youtube Kementerian PANRB Kamis (28/7) pagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Atas prestasi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa ini bukti pesantren berdaya saing dan telah berkontribusi pada perekonomian daerah. Melalui EKO-TREN, Pemprov Jatim berupaya mendorong perekonomian inklusif dengan pendekatan pemberdayaan santri, alumni dan masyarakat di lingkungan Pesantren.

BACA JUGA: Koperasi dan UMKM Tulang Punggung Perekonomian Jatim

“Alhamdulillah, Jawa Timur ini gudangnya pesantren. Capaian Top KIPP ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya sebagai penguat dalam pendidikan dan agama, namun juga penggerak kemandirian ekonomi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di masyarakat,” ucap Gubernur perempuan pertama Jatim itu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (28/7).

Inovasi EKO-TREN ini dinilai telah memenuhi aspek penilaian yang meliputi ringkasan 5 persen, ide inovatif 20 persen, signifikansi 25 persen, kontribusi terhadap capaian TPB 5 persen, adaptabilitas 20 persen, keberlanjutan 20 persen, serta kolaborasi pemangku kepentingan.

Sejak dikembangkan, EKO-TREN juga berhasil mendongkrak peningkatan omzet usaha pesantren dari Rp 1,056 triliun menjadi Rp 4,798 triliun, serta peningkatan aset yang semula Rp 796 miliar menjadi Rp 3,92 triliun. Tak hanya itu, kontribusi kepada pesantren juga meningkat 30-75 persen dari kebutuhan operasional pondok pesantren.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Berbagai keberhasilan dan capaian sukses diwujudkan Pemprov Jatim melalui inovasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (EKO-TREN) yang dikembangkan Dinas Koperasi dan UMKM.

Salah satunya ialah mewujudkan 4.125 lapangan kerja dan menurunkan jumlah penduduk miskin pada maret 2021 sebesar 13.240 orang.

Atas berbagai pencapaian itu, EKO-TREN berhasil masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022 Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Hal itu diumumkan melalui kanal Youtube Kementerian PANRB Kamis (28/7) pagi.

Atas prestasi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa ini bukti pesantren berdaya saing dan telah berkontribusi pada perekonomian daerah. Melalui EKO-TREN, Pemprov Jatim berupaya mendorong perekonomian inklusif dengan pendekatan pemberdayaan santri, alumni dan masyarakat di lingkungan Pesantren.

BACA JUGA: Koperasi dan UMKM Tulang Punggung Perekonomian Jatim

“Alhamdulillah, Jawa Timur ini gudangnya pesantren. Capaian Top KIPP ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya sebagai penguat dalam pendidikan dan agama, namun juga penggerak kemandirian ekonomi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di masyarakat,” ucap Gubernur perempuan pertama Jatim itu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (28/7).

Inovasi EKO-TREN ini dinilai telah memenuhi aspek penilaian yang meliputi ringkasan 5 persen, ide inovatif 20 persen, signifikansi 25 persen, kontribusi terhadap capaian TPB 5 persen, adaptabilitas 20 persen, keberlanjutan 20 persen, serta kolaborasi pemangku kepentingan.

Sejak dikembangkan, EKO-TREN juga berhasil mendongkrak peningkatan omzet usaha pesantren dari Rp 1,056 triliun menjadi Rp 4,798 triliun, serta peningkatan aset yang semula Rp 796 miliar menjadi Rp 3,92 triliun. Tak hanya itu, kontribusi kepada pesantren juga meningkat 30-75 persen dari kebutuhan operasional pondok pesantren.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Berbagai keberhasilan dan capaian sukses diwujudkan Pemprov Jatim melalui inovasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (EKO-TREN) yang dikembangkan Dinas Koperasi dan UMKM.

Salah satunya ialah mewujudkan 4.125 lapangan kerja dan menurunkan jumlah penduduk miskin pada maret 2021 sebesar 13.240 orang.

Atas berbagai pencapaian itu, EKO-TREN berhasil masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022 Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Hal itu diumumkan melalui kanal Youtube Kementerian PANRB Kamis (28/7) pagi.

Atas prestasi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa ini bukti pesantren berdaya saing dan telah berkontribusi pada perekonomian daerah. Melalui EKO-TREN, Pemprov Jatim berupaya mendorong perekonomian inklusif dengan pendekatan pemberdayaan santri, alumni dan masyarakat di lingkungan Pesantren.

BACA JUGA: Koperasi dan UMKM Tulang Punggung Perekonomian Jatim

“Alhamdulillah, Jawa Timur ini gudangnya pesantren. Capaian Top KIPP ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya sebagai penguat dalam pendidikan dan agama, namun juga penggerak kemandirian ekonomi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di masyarakat,” ucap Gubernur perempuan pertama Jatim itu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (28/7).

Inovasi EKO-TREN ini dinilai telah memenuhi aspek penilaian yang meliputi ringkasan 5 persen, ide inovatif 20 persen, signifikansi 25 persen, kontribusi terhadap capaian TPB 5 persen, adaptabilitas 20 persen, keberlanjutan 20 persen, serta kolaborasi pemangku kepentingan.

Sejak dikembangkan, EKO-TREN juga berhasil mendongkrak peningkatan omzet usaha pesantren dari Rp 1,056 triliun menjadi Rp 4,798 triliun, serta peningkatan aset yang semula Rp 796 miliar menjadi Rp 3,92 triliun. Tak hanya itu, kontribusi kepada pesantren juga meningkat 30-75 persen dari kebutuhan operasional pondok pesantren.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/