alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Raih Predikat Kampus Bintang Tiga Dunia

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID – Dalam upaya memantapkan langkah internasionalisasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih predikat kampus bintang tiga dari lembaga QS Stars. Predikat tersebut berhasil diraih UMM pada Kamis (24/6) lalu. Raihan tersebut melengkapi rekognisi internasional yang sudah UMM dapatkan sebelumnya, seperti UniRank dan AUN-QA.

Asisten Khusus Rektor Bidang Akreditasi Internasional UMM Drs Suparto MPd menerangkan bahwa QS Stars merupakan publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Sistem penilaian QS terdiri atas keseluruhan aspek dan subjek peringkat global, bersama liga regional independen (Asia, Amerika Latin, Eropa, dan Asia Tengah, serta Wilayah Arab dan BRICS). Pemeringkatan itu adalah satu-satunya peringkat internasional yang telah menerima persetujuan dari lembaga peringkat internasional dan berada dalam satu level dengan Academic Ranking of World Universities and Times Higher Education World University Rankings.

Suparto menjelaskan, ada dua model penilaian QS Stars, yakni rating dan ranking. Adapun bintang tiga yang diraih UMM kali ini merupakan hasil dari penilaian rating berdasar beberapa aspek. “Ada delapan aspek yang dilihat oleh lembaga ini. Mulai fasilitas, internasionalisasi, pengajaran, employability, teaching, academic development, program strength, social responsibility serta inclusiveness,” terang Suparto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, predikat bintang tiga tersebut memiliki banyak manfaat bagi perguruan tinggi, utamanya UMM. Salah satunya, sebagai standing academic UMM serta pengakuan di tingkat dunia. Di samping itu, untuk memudahkan jalan kerjasama dengan universitas dan lembaga internasional lain. Dengan begitu, akan semakin banyak program dan aktivitas baru yang tersedia bagi civitas akademika UMM.

Tidak hanya itu, Suparto menerangkan bahwa rekognisi yang didapat tentu akan memudahkan UMM untuk menggaet mahasiswa internasional. Suparto menilai, langkah tersebut sejalan dengan program internasional yang sudah UMM canangkan. Misalnya, usaha UMM dalam meningkatkan akreditasi dan sertifikasi internasional, membangun kerjasama, pengabdian, serta publikasi internasional. “Berbagai program internasionalisasi yang UMM lakukan memiliki tujuan untuk mengembangkan rekognisi UMM di tingkat dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga berharap raihan tersebut bisa memberikan semangat baru bagi UMM untuk terus mengembangkan kegiatan-kegiatan akademik. Dua di antaranya adalah melaksanakan dan memperbaiki kualitas penelitian dan publikasi di tingkat yang lebih tinggi. “Kini, UMM kan berada di fase ketiga, yakni obtaining international recognition. Maka dari itu, kami akan terus bekerja keras agar bisa mencapai predikat world class university,” terang Suparto.

Senada dengan Suparto, Wakil Rektor 1 UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengungkapkan bahwa salah satu kerangka besar capaian UMM adalah internasionalisasi. Utamanya, rekognisi yang diperoleh baik dari lembaga pemerintah, non pemerintah, maupun kampus di level internasional. Begitupun dengan lembaga sertifikasi, pemeringkatan serta akreditasi. “Maka dari itu, capaian ini patut disyukuri. Namun, juga harus menjadi kaca benggala agar UMM bisa terus maju dan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Syamsul menilai bahwa UMM memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Terhitung sudah hampir 60 tahun Kampus Putih berkecimpung untuk mencerdaskan bangsa. Menurut Syamsul, sudah waktunya UMM mendapat rekognisi di berbagai level. Tidak hanya di level nasional, melainkan juga internasional.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID – Dalam upaya memantapkan langkah internasionalisasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih predikat kampus bintang tiga dari lembaga QS Stars. Predikat tersebut berhasil diraih UMM pada Kamis (24/6) lalu. Raihan tersebut melengkapi rekognisi internasional yang sudah UMM dapatkan sebelumnya, seperti UniRank dan AUN-QA.

Asisten Khusus Rektor Bidang Akreditasi Internasional UMM Drs Suparto MPd menerangkan bahwa QS Stars merupakan publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Sistem penilaian QS terdiri atas keseluruhan aspek dan subjek peringkat global, bersama liga regional independen (Asia, Amerika Latin, Eropa, dan Asia Tengah, serta Wilayah Arab dan BRICS). Pemeringkatan itu adalah satu-satunya peringkat internasional yang telah menerima persetujuan dari lembaga peringkat internasional dan berada dalam satu level dengan Academic Ranking of World Universities and Times Higher Education World University Rankings.

Suparto menjelaskan, ada dua model penilaian QS Stars, yakni rating dan ranking. Adapun bintang tiga yang diraih UMM kali ini merupakan hasil dari penilaian rating berdasar beberapa aspek. “Ada delapan aspek yang dilihat oleh lembaga ini. Mulai fasilitas, internasionalisasi, pengajaran, employability, teaching, academic development, program strength, social responsibility serta inclusiveness,” terang Suparto.

Menurut dia, predikat bintang tiga tersebut memiliki banyak manfaat bagi perguruan tinggi, utamanya UMM. Salah satunya, sebagai standing academic UMM serta pengakuan di tingkat dunia. Di samping itu, untuk memudahkan jalan kerjasama dengan universitas dan lembaga internasional lain. Dengan begitu, akan semakin banyak program dan aktivitas baru yang tersedia bagi civitas akademika UMM.

Tidak hanya itu, Suparto menerangkan bahwa rekognisi yang didapat tentu akan memudahkan UMM untuk menggaet mahasiswa internasional. Suparto menilai, langkah tersebut sejalan dengan program internasional yang sudah UMM canangkan. Misalnya, usaha UMM dalam meningkatkan akreditasi dan sertifikasi internasional, membangun kerjasama, pengabdian, serta publikasi internasional. “Berbagai program internasionalisasi yang UMM lakukan memiliki tujuan untuk mengembangkan rekognisi UMM di tingkat dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga berharap raihan tersebut bisa memberikan semangat baru bagi UMM untuk terus mengembangkan kegiatan-kegiatan akademik. Dua di antaranya adalah melaksanakan dan memperbaiki kualitas penelitian dan publikasi di tingkat yang lebih tinggi. “Kini, UMM kan berada di fase ketiga, yakni obtaining international recognition. Maka dari itu, kami akan terus bekerja keras agar bisa mencapai predikat world class university,” terang Suparto.

Senada dengan Suparto, Wakil Rektor 1 UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengungkapkan bahwa salah satu kerangka besar capaian UMM adalah internasionalisasi. Utamanya, rekognisi yang diperoleh baik dari lembaga pemerintah, non pemerintah, maupun kampus di level internasional. Begitupun dengan lembaga sertifikasi, pemeringkatan serta akreditasi. “Maka dari itu, capaian ini patut disyukuri. Namun, juga harus menjadi kaca benggala agar UMM bisa terus maju dan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Syamsul menilai bahwa UMM memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Terhitung sudah hampir 60 tahun Kampus Putih berkecimpung untuk mencerdaskan bangsa. Menurut Syamsul, sudah waktunya UMM mendapat rekognisi di berbagai level. Tidak hanya di level nasional, melainkan juga internasional.

MALANG, RADARJEMBER.ID – Dalam upaya memantapkan langkah internasionalisasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih predikat kampus bintang tiga dari lembaga QS Stars. Predikat tersebut berhasil diraih UMM pada Kamis (24/6) lalu. Raihan tersebut melengkapi rekognisi internasional yang sudah UMM dapatkan sebelumnya, seperti UniRank dan AUN-QA.

Asisten Khusus Rektor Bidang Akreditasi Internasional UMM Drs Suparto MPd menerangkan bahwa QS Stars merupakan publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Sistem penilaian QS terdiri atas keseluruhan aspek dan subjek peringkat global, bersama liga regional independen (Asia, Amerika Latin, Eropa, dan Asia Tengah, serta Wilayah Arab dan BRICS). Pemeringkatan itu adalah satu-satunya peringkat internasional yang telah menerima persetujuan dari lembaga peringkat internasional dan berada dalam satu level dengan Academic Ranking of World Universities and Times Higher Education World University Rankings.

Suparto menjelaskan, ada dua model penilaian QS Stars, yakni rating dan ranking. Adapun bintang tiga yang diraih UMM kali ini merupakan hasil dari penilaian rating berdasar beberapa aspek. “Ada delapan aspek yang dilihat oleh lembaga ini. Mulai fasilitas, internasionalisasi, pengajaran, employability, teaching, academic development, program strength, social responsibility serta inclusiveness,” terang Suparto.

Menurut dia, predikat bintang tiga tersebut memiliki banyak manfaat bagi perguruan tinggi, utamanya UMM. Salah satunya, sebagai standing academic UMM serta pengakuan di tingkat dunia. Di samping itu, untuk memudahkan jalan kerjasama dengan universitas dan lembaga internasional lain. Dengan begitu, akan semakin banyak program dan aktivitas baru yang tersedia bagi civitas akademika UMM.

Tidak hanya itu, Suparto menerangkan bahwa rekognisi yang didapat tentu akan memudahkan UMM untuk menggaet mahasiswa internasional. Suparto menilai, langkah tersebut sejalan dengan program internasional yang sudah UMM canangkan. Misalnya, usaha UMM dalam meningkatkan akreditasi dan sertifikasi internasional, membangun kerjasama, pengabdian, serta publikasi internasional. “Berbagai program internasionalisasi yang UMM lakukan memiliki tujuan untuk mengembangkan rekognisi UMM di tingkat dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga berharap raihan tersebut bisa memberikan semangat baru bagi UMM untuk terus mengembangkan kegiatan-kegiatan akademik. Dua di antaranya adalah melaksanakan dan memperbaiki kualitas penelitian dan publikasi di tingkat yang lebih tinggi. “Kini, UMM kan berada di fase ketiga, yakni obtaining international recognition. Maka dari itu, kami akan terus bekerja keras agar bisa mencapai predikat world class university,” terang Suparto.

Senada dengan Suparto, Wakil Rektor 1 UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengungkapkan bahwa salah satu kerangka besar capaian UMM adalah internasionalisasi. Utamanya, rekognisi yang diperoleh baik dari lembaga pemerintah, non pemerintah, maupun kampus di level internasional. Begitupun dengan lembaga sertifikasi, pemeringkatan serta akreditasi. “Maka dari itu, capaian ini patut disyukuri. Namun, juga harus menjadi kaca benggala agar UMM bisa terus maju dan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Syamsul menilai bahwa UMM memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Terhitung sudah hampir 60 tahun Kampus Putih berkecimpung untuk mencerdaskan bangsa. Menurut Syamsul, sudah waktunya UMM mendapat rekognisi di berbagai level. Tidak hanya di level nasional, melainkan juga internasional.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/