alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Sidomulyo Resmikan Cafe Sawah Jadi Destinasi Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

Adapun pengunjung yang ingin memasuki destinasi ini akan dikenakan biaya tiket masuk. Harganya cukup murah, hanya Rp 5 ribu per orang. Dengan harga ini, wisatawan bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada, seperti spot selfie, toilet umum, makanan khas desa, dan kolam pemancingan.

Kamiludin menceritakan asal-usul sampai terbangunnya Cafe Sawah yang menjadi destinasi pelengkap desa wisata. Modal pembangunannya, kata dia, mencapai Rp 100 juta. Tentunya dana tersebut terkumpul dari hasil iuran berbagai pihak.

Sebagai pelopor desa berbasis digital, Sidomulyo juga akan menerapkannya di Cafe Sawah. Salah satunya ialah sistem pembayaran yang akan diterapkan. Sebisa mungkin bersifat cashless (nontunai). Maka dari itu, desa menggandeng salah satu bank untuk melakukan kerja sama menyukseskan ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Desa Wisata Sidomulyo mendapatkan anugerah desa wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Desa wisata ini masuk menjadi 300 besar dari 3.419 desa wisata se-Indonesia. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jember. Pembangunan desa wisata di Sidomulyo diharapkan juga menjadi kebangkitan ekonomi Jember.

Harapannya, kata Kamiludin, ke depannya Desa Wisata Sidomulyo bisa menjadi desa wisata terbaik dunia yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. “Sehingga, kami selalu membutuhkan bimbingan dan arahan dari banyak pihak. Terutama dinas-dinas terkait untuk bisa mencapai cita-cita itu,” serunya. (Ika/mg8/c2/nur)

- Advertisement -

Adapun pengunjung yang ingin memasuki destinasi ini akan dikenakan biaya tiket masuk. Harganya cukup murah, hanya Rp 5 ribu per orang. Dengan harga ini, wisatawan bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada, seperti spot selfie, toilet umum, makanan khas desa, dan kolam pemancingan.

Kamiludin menceritakan asal-usul sampai terbangunnya Cafe Sawah yang menjadi destinasi pelengkap desa wisata. Modal pembangunannya, kata dia, mencapai Rp 100 juta. Tentunya dana tersebut terkumpul dari hasil iuran berbagai pihak.

Sebagai pelopor desa berbasis digital, Sidomulyo juga akan menerapkannya di Cafe Sawah. Salah satunya ialah sistem pembayaran yang akan diterapkan. Sebisa mungkin bersifat cashless (nontunai). Maka dari itu, desa menggandeng salah satu bank untuk melakukan kerja sama menyukseskan ini.

Sebelumnya, Desa Wisata Sidomulyo mendapatkan anugerah desa wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Desa wisata ini masuk menjadi 300 besar dari 3.419 desa wisata se-Indonesia. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jember. Pembangunan desa wisata di Sidomulyo diharapkan juga menjadi kebangkitan ekonomi Jember.

Harapannya, kata Kamiludin, ke depannya Desa Wisata Sidomulyo bisa menjadi desa wisata terbaik dunia yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. “Sehingga, kami selalu membutuhkan bimbingan dan arahan dari banyak pihak. Terutama dinas-dinas terkait untuk bisa mencapai cita-cita itu,” serunya. (Ika/mg8/c2/nur)

Adapun pengunjung yang ingin memasuki destinasi ini akan dikenakan biaya tiket masuk. Harganya cukup murah, hanya Rp 5 ribu per orang. Dengan harga ini, wisatawan bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada, seperti spot selfie, toilet umum, makanan khas desa, dan kolam pemancingan.

Kamiludin menceritakan asal-usul sampai terbangunnya Cafe Sawah yang menjadi destinasi pelengkap desa wisata. Modal pembangunannya, kata dia, mencapai Rp 100 juta. Tentunya dana tersebut terkumpul dari hasil iuran berbagai pihak.

Sebagai pelopor desa berbasis digital, Sidomulyo juga akan menerapkannya di Cafe Sawah. Salah satunya ialah sistem pembayaran yang akan diterapkan. Sebisa mungkin bersifat cashless (nontunai). Maka dari itu, desa menggandeng salah satu bank untuk melakukan kerja sama menyukseskan ini.

Sebelumnya, Desa Wisata Sidomulyo mendapatkan anugerah desa wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Desa wisata ini masuk menjadi 300 besar dari 3.419 desa wisata se-Indonesia. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jember. Pembangunan desa wisata di Sidomulyo diharapkan juga menjadi kebangkitan ekonomi Jember.

Harapannya, kata Kamiludin, ke depannya Desa Wisata Sidomulyo bisa menjadi desa wisata terbaik dunia yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. “Sehingga, kami selalu membutuhkan bimbingan dan arahan dari banyak pihak. Terutama dinas-dinas terkait untuk bisa mencapai cita-cita itu,” serunya. (Ika/mg8/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/