27.2 C
Jember
Saturday, 1 April 2023

SMKN 8 Jember Dukung Germas dan

Diimplementasikan hingga Siswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SMK Negeri 8 Jember mendukung penuh kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Hal itu tampak dari aktivitas tenaga pengajar di sekolah vokasi negeri yang berada di Semboro tersebut saat melakukan senam Germas bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Semboro dan Puskesmas Semboro.

Peserta senam Germas yang dilakukan di halaman SMKN 8 Jember, kemarin pagi (26/11), sebelumnya dilakukan cek kesehatan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kegiatan hidup sehat dengan senam yang dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala SMKN 8 Jember Ir Edi Setyono MPd mengatakan, SMKN 8 Jember mendukung penuh kegiatan Germas yang dipelopori oleh Muspika dan Puskesmas Semboro. Dengan Germas yang memiliki tujuan baik tersebut, SMKN 8 Jember akan turut membantu melakukan edukasi ke warga sekolah. “Kami juga akan berusaha mengimplementasikan Germas di lingkungan sekolah setiap hari, termasuk kepada siswa,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satunya yaitu dengan menerapkan makan buah dan sayur, serta menghindari terlalu banyak makanan karbohidrat. “Hal-hal semacam ini perlu kami biasakan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga berusaha menerapkan gerakan peregangan pada pukul 10 selama 10 menit. “Saya rasa, peregangan seperti gerakan pinguin itu dapat membuat guru dan siswa lebih fresh. Itu juga termasuk Germas,” imbuhnya. Menurut Edi, kegiatan Germas salah satunya dengan melakukan peregangan juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yaitu Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).

Sementara itu, Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Semboro Rochmi Nur Wati mengatakan, Kecamatan Semboro menjadi yang pertama melakukan Germas. Senam Germas di Semboro kali pertama dilakukan di kantor kecamatan, sedangkan yang kedua di SMKN 8 Jember.

Dia mengatakan, Germas ini ada enam kegiatan yang bisa diterapkan dan terus diedukasi. Pertama adalah aktivitas fisik berupa olahraga, termasuk senam. Selanjutnya, ada perilaku hidup sehat. Contohnya cuci tangan, peningkatan pangan dan gizi, misalnya ngemil buah dan sayur, deteksi dini penyakit, kesehatan lingkungan, dan edukasi hidup sehat. “Setiap hari pukul 10 siang dan selama 10 menit, hentikan aktivitas untuk melakukan gerakan peregangan. Cara ini mampu me-refresh otak. Kalau otak ini tegang bisa jadi penyakit,” jelasnya.

Dengan dilakukannya senam Germas di SMKN 8 Jember ini, kata dia, setidaknya bisa membantu memberikan edukasi kepada para siswa tentang Germas. “Penerapan Germas ini dimulai dari muda,” pungkasnya. Dengan penerapan Germas, diharapkan mampu menghindarkan dari penyakit degeneratif yang selama ini jumlahnya terus mengalami peningkatan.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SMK Negeri 8 Jember mendukung penuh kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Hal itu tampak dari aktivitas tenaga pengajar di sekolah vokasi negeri yang berada di Semboro tersebut saat melakukan senam Germas bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Semboro dan Puskesmas Semboro.

Peserta senam Germas yang dilakukan di halaman SMKN 8 Jember, kemarin pagi (26/11), sebelumnya dilakukan cek kesehatan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kegiatan hidup sehat dengan senam yang dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala SMKN 8 Jember Ir Edi Setyono MPd mengatakan, SMKN 8 Jember mendukung penuh kegiatan Germas yang dipelopori oleh Muspika dan Puskesmas Semboro. Dengan Germas yang memiliki tujuan baik tersebut, SMKN 8 Jember akan turut membantu melakukan edukasi ke warga sekolah. “Kami juga akan berusaha mengimplementasikan Germas di lingkungan sekolah setiap hari, termasuk kepada siswa,” terangnya.

Salah satunya yaitu dengan menerapkan makan buah dan sayur, serta menghindari terlalu banyak makanan karbohidrat. “Hal-hal semacam ini perlu kami biasakan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga berusaha menerapkan gerakan peregangan pada pukul 10 selama 10 menit. “Saya rasa, peregangan seperti gerakan pinguin itu dapat membuat guru dan siswa lebih fresh. Itu juga termasuk Germas,” imbuhnya. Menurut Edi, kegiatan Germas salah satunya dengan melakukan peregangan juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yaitu Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).

Sementara itu, Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Semboro Rochmi Nur Wati mengatakan, Kecamatan Semboro menjadi yang pertama melakukan Germas. Senam Germas di Semboro kali pertama dilakukan di kantor kecamatan, sedangkan yang kedua di SMKN 8 Jember.

Dia mengatakan, Germas ini ada enam kegiatan yang bisa diterapkan dan terus diedukasi. Pertama adalah aktivitas fisik berupa olahraga, termasuk senam. Selanjutnya, ada perilaku hidup sehat. Contohnya cuci tangan, peningkatan pangan dan gizi, misalnya ngemil buah dan sayur, deteksi dini penyakit, kesehatan lingkungan, dan edukasi hidup sehat. “Setiap hari pukul 10 siang dan selama 10 menit, hentikan aktivitas untuk melakukan gerakan peregangan. Cara ini mampu me-refresh otak. Kalau otak ini tegang bisa jadi penyakit,” jelasnya.

Dengan dilakukannya senam Germas di SMKN 8 Jember ini, kata dia, setidaknya bisa membantu memberikan edukasi kepada para siswa tentang Germas. “Penerapan Germas ini dimulai dari muda,” pungkasnya. Dengan penerapan Germas, diharapkan mampu menghindarkan dari penyakit degeneratif yang selama ini jumlahnya terus mengalami peningkatan.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SMK Negeri 8 Jember mendukung penuh kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Hal itu tampak dari aktivitas tenaga pengajar di sekolah vokasi negeri yang berada di Semboro tersebut saat melakukan senam Germas bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Semboro dan Puskesmas Semboro.

Peserta senam Germas yang dilakukan di halaman SMKN 8 Jember, kemarin pagi (26/11), sebelumnya dilakukan cek kesehatan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kegiatan hidup sehat dengan senam yang dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala SMKN 8 Jember Ir Edi Setyono MPd mengatakan, SMKN 8 Jember mendukung penuh kegiatan Germas yang dipelopori oleh Muspika dan Puskesmas Semboro. Dengan Germas yang memiliki tujuan baik tersebut, SMKN 8 Jember akan turut membantu melakukan edukasi ke warga sekolah. “Kami juga akan berusaha mengimplementasikan Germas di lingkungan sekolah setiap hari, termasuk kepada siswa,” terangnya.

Salah satunya yaitu dengan menerapkan makan buah dan sayur, serta menghindari terlalu banyak makanan karbohidrat. “Hal-hal semacam ini perlu kami biasakan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga berusaha menerapkan gerakan peregangan pada pukul 10 selama 10 menit. “Saya rasa, peregangan seperti gerakan pinguin itu dapat membuat guru dan siswa lebih fresh. Itu juga termasuk Germas,” imbuhnya. Menurut Edi, kegiatan Germas salah satunya dengan melakukan peregangan juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yaitu Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).

Sementara itu, Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Semboro Rochmi Nur Wati mengatakan, Kecamatan Semboro menjadi yang pertama melakukan Germas. Senam Germas di Semboro kali pertama dilakukan di kantor kecamatan, sedangkan yang kedua di SMKN 8 Jember.

Dia mengatakan, Germas ini ada enam kegiatan yang bisa diterapkan dan terus diedukasi. Pertama adalah aktivitas fisik berupa olahraga, termasuk senam. Selanjutnya, ada perilaku hidup sehat. Contohnya cuci tangan, peningkatan pangan dan gizi, misalnya ngemil buah dan sayur, deteksi dini penyakit, kesehatan lingkungan, dan edukasi hidup sehat. “Setiap hari pukul 10 siang dan selama 10 menit, hentikan aktivitas untuk melakukan gerakan peregangan. Cara ini mampu me-refresh otak. Kalau otak ini tegang bisa jadi penyakit,” jelasnya.

Dengan dilakukannya senam Germas di SMKN 8 Jember ini, kata dia, setidaknya bisa membantu memberikan edukasi kepada para siswa tentang Germas. “Penerapan Germas ini dimulai dari muda,” pungkasnya. Dengan penerapan Germas, diharapkan mampu menghindarkan dari penyakit degeneratif yang selama ini jumlahnya terus mengalami peningkatan.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca