alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

PHP2D Serbung STIE WIGA Lestarikan Kesenian Lokal

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 STIE Widya Gama Lumajang mengangkat kesenian lokal. Kegiatan lolos pendanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini berjudul “Pelestarian Alat Musik Serbung dalam Upaya Menghidupkan Kembali Kesenian Khas Lumajang di Desa Jatimulyo”.

Program ini digawangi oleh UKM Seni Mahasega. Melibatkan 15 mahasiswa, yakni Arief Rochman Setiyabudi (Ketua), Haningtyas Ega Mawarni, Siska Aurelia Apriyanti, Afriza Wahyu Abiyoga, Ayuni Surya Mauilidan, Faiqotul Himmah, Tri Agustin Suharno Putra, Frian Estu Pradista, Nurul Istiqomah, Muhammad Choiril Maulidan, Fifi Lailatus Sania, Bayu Aji Prasetyo, Eko Wahyu Purwanto, Aura Ramadhanti Salsabila, dan Mochammad Irfan Assyari.

Ketua Tim PHP2D 2021 STIE Widya Gama Lumajang Arief Rochman Setiyabudi menjelaskan, pihaknya sengaja mengangkat pelestarian kesenian khas lokal. Sementara, di Desa Jatimulyo, Kunir, ada alat musik tradisional serbung dari bambu. Alat musik ini dikenal sejak 1960-an dan dipopulerkan oleh Mak Eroh/Mbah Eroh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alat musik serbung ini mulai tenggelam dan dilupakan. “Ini karena kurangnya media pengenalan dan pembelajaran yang menyebabkan masyarakat kurang mengetahui,” ulasnya. Faiqotul Himmah, anggota tim, berusaha mengembalikan eksistensi alat musik ini. “Metode pokok yaitu metode pemberdayaan masyarakat desa dan metode pelaksanaan kegiatan yang akan digunakan,” tambahnya.

Masing-masing metode akan ada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Di antaranya pemberdayaan masyarakat desa secara penuh di lapangan maupun online, identifikasi masalah, analisis kebutuhan, penyusunan program, dan perintisan kemitraan.

Diharapkan, pelaksanaan ini akan mampu mengembalikan kearifan lokal serbung sebagai seni yang bernilai tambah. “Para generasi bisa memperoleh pengetahuan sekaligus memainkannya,” tambahnya. Diharapkan mampu mempromosikan dan memublikasikan dengan menggelar workshop mingguan di sekolah Lumajang.

Ada beberapa indikator keberhasilan dalam program ini. Yaitu, peningkatan pengetahuan tentang estetik kesenian, peningkatan nilai budaya kesenian khas Lumajang, terjalinnya kemitraan dengan Dewan Kesenian Lumajang sebagai mediator yang dapat menunjang pelestarian serbung. Selain itu, pengembangan program mendapatkan pendampingan dari BUMDes, di mana kelompok akan menjadi mitra unit usaha BUMDes.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 STIE Widya Gama Lumajang mengangkat kesenian lokal. Kegiatan lolos pendanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini berjudul “Pelestarian Alat Musik Serbung dalam Upaya Menghidupkan Kembali Kesenian Khas Lumajang di Desa Jatimulyo”.

Program ini digawangi oleh UKM Seni Mahasega. Melibatkan 15 mahasiswa, yakni Arief Rochman Setiyabudi (Ketua), Haningtyas Ega Mawarni, Siska Aurelia Apriyanti, Afriza Wahyu Abiyoga, Ayuni Surya Mauilidan, Faiqotul Himmah, Tri Agustin Suharno Putra, Frian Estu Pradista, Nurul Istiqomah, Muhammad Choiril Maulidan, Fifi Lailatus Sania, Bayu Aji Prasetyo, Eko Wahyu Purwanto, Aura Ramadhanti Salsabila, dan Mochammad Irfan Assyari.

Ketua Tim PHP2D 2021 STIE Widya Gama Lumajang Arief Rochman Setiyabudi menjelaskan, pihaknya sengaja mengangkat pelestarian kesenian khas lokal. Sementara, di Desa Jatimulyo, Kunir, ada alat musik tradisional serbung dari bambu. Alat musik ini dikenal sejak 1960-an dan dipopulerkan oleh Mak Eroh/Mbah Eroh.

Alat musik serbung ini mulai tenggelam dan dilupakan. “Ini karena kurangnya media pengenalan dan pembelajaran yang menyebabkan masyarakat kurang mengetahui,” ulasnya. Faiqotul Himmah, anggota tim, berusaha mengembalikan eksistensi alat musik ini. “Metode pokok yaitu metode pemberdayaan masyarakat desa dan metode pelaksanaan kegiatan yang akan digunakan,” tambahnya.

Masing-masing metode akan ada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Di antaranya pemberdayaan masyarakat desa secara penuh di lapangan maupun online, identifikasi masalah, analisis kebutuhan, penyusunan program, dan perintisan kemitraan.

Diharapkan, pelaksanaan ini akan mampu mengembalikan kearifan lokal serbung sebagai seni yang bernilai tambah. “Para generasi bisa memperoleh pengetahuan sekaligus memainkannya,” tambahnya. Diharapkan mampu mempromosikan dan memublikasikan dengan menggelar workshop mingguan di sekolah Lumajang.

Ada beberapa indikator keberhasilan dalam program ini. Yaitu, peningkatan pengetahuan tentang estetik kesenian, peningkatan nilai budaya kesenian khas Lumajang, terjalinnya kemitraan dengan Dewan Kesenian Lumajang sebagai mediator yang dapat menunjang pelestarian serbung. Selain itu, pengembangan program mendapatkan pendampingan dari BUMDes, di mana kelompok akan menjadi mitra unit usaha BUMDes.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 STIE Widya Gama Lumajang mengangkat kesenian lokal. Kegiatan lolos pendanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini berjudul “Pelestarian Alat Musik Serbung dalam Upaya Menghidupkan Kembali Kesenian Khas Lumajang di Desa Jatimulyo”.

Program ini digawangi oleh UKM Seni Mahasega. Melibatkan 15 mahasiswa, yakni Arief Rochman Setiyabudi (Ketua), Haningtyas Ega Mawarni, Siska Aurelia Apriyanti, Afriza Wahyu Abiyoga, Ayuni Surya Mauilidan, Faiqotul Himmah, Tri Agustin Suharno Putra, Frian Estu Pradista, Nurul Istiqomah, Muhammad Choiril Maulidan, Fifi Lailatus Sania, Bayu Aji Prasetyo, Eko Wahyu Purwanto, Aura Ramadhanti Salsabila, dan Mochammad Irfan Assyari.

Ketua Tim PHP2D 2021 STIE Widya Gama Lumajang Arief Rochman Setiyabudi menjelaskan, pihaknya sengaja mengangkat pelestarian kesenian khas lokal. Sementara, di Desa Jatimulyo, Kunir, ada alat musik tradisional serbung dari bambu. Alat musik ini dikenal sejak 1960-an dan dipopulerkan oleh Mak Eroh/Mbah Eroh.

Alat musik serbung ini mulai tenggelam dan dilupakan. “Ini karena kurangnya media pengenalan dan pembelajaran yang menyebabkan masyarakat kurang mengetahui,” ulasnya. Faiqotul Himmah, anggota tim, berusaha mengembalikan eksistensi alat musik ini. “Metode pokok yaitu metode pemberdayaan masyarakat desa dan metode pelaksanaan kegiatan yang akan digunakan,” tambahnya.

Masing-masing metode akan ada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Di antaranya pemberdayaan masyarakat desa secara penuh di lapangan maupun online, identifikasi masalah, analisis kebutuhan, penyusunan program, dan perintisan kemitraan.

Diharapkan, pelaksanaan ini akan mampu mengembalikan kearifan lokal serbung sebagai seni yang bernilai tambah. “Para generasi bisa memperoleh pengetahuan sekaligus memainkannya,” tambahnya. Diharapkan mampu mempromosikan dan memublikasikan dengan menggelar workshop mingguan di sekolah Lumajang.

Ada beberapa indikator keberhasilan dalam program ini. Yaitu, peningkatan pengetahuan tentang estetik kesenian, peningkatan nilai budaya kesenian khas Lumajang, terjalinnya kemitraan dengan Dewan Kesenian Lumajang sebagai mediator yang dapat menunjang pelestarian serbung. Selain itu, pengembangan program mendapatkan pendampingan dari BUMDes, di mana kelompok akan menjadi mitra unit usaha BUMDes.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/