alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

GEMAPITA FKIP Unej Bakal Resmikan Wisata River Tubing di Wilayah Sanenrejo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah menerima dana hibah yang diajukan melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari Kemendikbudristek, UKM Gelora Mahasiswa Pecinta Alam (GEMAPITA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej), kini telah menggelar banyak program yang langsung melibatkan masyarakat.

Dengan judul proposal Pemberdayaan ekonomi masyarakat Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) melalui Potensi Wisata River Tubing, sejumlah mahasiswa pecinta alam ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya warga Sanenrejo yang merupakan sasaran utama program tersebut.

Ketua Tim PHP2D Gemapita Ana Wardatul Jannah menjelaskan, sebagai wilayah yang memiliki banyak potensi wisata namun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat, Gemapita memilih Sanenrejo menjadi sasaran utama pelaksanaan program tersebut. Sebelum adanya PHP2D, para mahasiswa itu juga sering berkunjung untuk sekadar berdiskusi dan melihat keindahan alam di lokasi tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suatu ketika, mereka mendapat kesempatan berdiskusi dengan aktivis lingkungan, yang juga mengamati mata pencaharian warga Sanenrejo. Tak sedikit warga di wilayah tersebut yang hampir setiap hari menebang pohon milik TNMB. Sehingga, inilah yang menjadi perhatian serius bagi Gemapita dan beberapa aktivis lingkungan.

“Setelah diskusi dengan aktivis lingkungan, kita mengetahui akar masalahnya, dan mulai mencari solusi untuk masyarakat. Sebagai mahasiswa pecinta alam, kami ingin memberdayakan potensi yang ada, yaitu sungai,” kata Ana.

Sejak saat itulah, setelah mengajukan PHP2D, para mahasiswa pendidikan itu mulai melakukan sosialisasi tentang pentingnya merawat hutan, dan pengembangan potensi wisata yang terabaikan. Pengembangan potensi wisata tersebut yakni wisata river tubing. Melalui kerja sama dengan desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, para mahasiswa langsung melakukan survei jalur sungai yang dapat dimanfaatkan.
“Kita melihat keadaan sungai, bagian mana yang rawan terjadi kecelakaan. Kita catat, bagian mana yang perlu perhatian khusus,” katanya.

Seusai survei, mereka mulai memutuskan untuk menggelar pelatihan teknik river tubing, lengkap dengan penyediaan alatnya. Peralatan itu diberikan langsung kepada pihak desa untuk kemudian digunakan pelatihan oleh pokdarwis, dan nantinya akan digunakan untuk para wisatawan.

“Setelah penyerahan alatnya ke desa lalu dari desa ke pokdarwis. Kami lanjutkan dengan pelatihan. Dimana dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Sabtu, kami berikan materi, besoknya kita lakukan praktik,” tuturnya.

Agenda itu terdiri dari pelatihan teknik river tubing, penjelasan SOP dan peralatannya. Kemudian pada dua minggu selanjutnya pelatihan tentang manajemen wisata dan promosi. Dilanjutkan dengan review materi yang biasanya dilakukan usai pelatihan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah menerima dana hibah yang diajukan melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari Kemendikbudristek, UKM Gelora Mahasiswa Pecinta Alam (GEMAPITA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej), kini telah menggelar banyak program yang langsung melibatkan masyarakat.

Dengan judul proposal Pemberdayaan ekonomi masyarakat Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) melalui Potensi Wisata River Tubing, sejumlah mahasiswa pecinta alam ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya warga Sanenrejo yang merupakan sasaran utama program tersebut.

Ketua Tim PHP2D Gemapita Ana Wardatul Jannah menjelaskan, sebagai wilayah yang memiliki banyak potensi wisata namun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat, Gemapita memilih Sanenrejo menjadi sasaran utama pelaksanaan program tersebut. Sebelum adanya PHP2D, para mahasiswa itu juga sering berkunjung untuk sekadar berdiskusi dan melihat keindahan alam di lokasi tersebut.

Suatu ketika, mereka mendapat kesempatan berdiskusi dengan aktivis lingkungan, yang juga mengamati mata pencaharian warga Sanenrejo. Tak sedikit warga di wilayah tersebut yang hampir setiap hari menebang pohon milik TNMB. Sehingga, inilah yang menjadi perhatian serius bagi Gemapita dan beberapa aktivis lingkungan.

“Setelah diskusi dengan aktivis lingkungan, kita mengetahui akar masalahnya, dan mulai mencari solusi untuk masyarakat. Sebagai mahasiswa pecinta alam, kami ingin memberdayakan potensi yang ada, yaitu sungai,” kata Ana.

Sejak saat itulah, setelah mengajukan PHP2D, para mahasiswa pendidikan itu mulai melakukan sosialisasi tentang pentingnya merawat hutan, dan pengembangan potensi wisata yang terabaikan. Pengembangan potensi wisata tersebut yakni wisata river tubing. Melalui kerja sama dengan desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, para mahasiswa langsung melakukan survei jalur sungai yang dapat dimanfaatkan.
“Kita melihat keadaan sungai, bagian mana yang rawan terjadi kecelakaan. Kita catat, bagian mana yang perlu perhatian khusus,” katanya.

Seusai survei, mereka mulai memutuskan untuk menggelar pelatihan teknik river tubing, lengkap dengan penyediaan alatnya. Peralatan itu diberikan langsung kepada pihak desa untuk kemudian digunakan pelatihan oleh pokdarwis, dan nantinya akan digunakan untuk para wisatawan.

“Setelah penyerahan alatnya ke desa lalu dari desa ke pokdarwis. Kami lanjutkan dengan pelatihan. Dimana dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Sabtu, kami berikan materi, besoknya kita lakukan praktik,” tuturnya.

Agenda itu terdiri dari pelatihan teknik river tubing, penjelasan SOP dan peralatannya. Kemudian pada dua minggu selanjutnya pelatihan tentang manajemen wisata dan promosi. Dilanjutkan dengan review materi yang biasanya dilakukan usai pelatihan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah menerima dana hibah yang diajukan melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari Kemendikbudristek, UKM Gelora Mahasiswa Pecinta Alam (GEMAPITA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej), kini telah menggelar banyak program yang langsung melibatkan masyarakat.

Dengan judul proposal Pemberdayaan ekonomi masyarakat Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) melalui Potensi Wisata River Tubing, sejumlah mahasiswa pecinta alam ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya warga Sanenrejo yang merupakan sasaran utama program tersebut.

Ketua Tim PHP2D Gemapita Ana Wardatul Jannah menjelaskan, sebagai wilayah yang memiliki banyak potensi wisata namun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat, Gemapita memilih Sanenrejo menjadi sasaran utama pelaksanaan program tersebut. Sebelum adanya PHP2D, para mahasiswa itu juga sering berkunjung untuk sekadar berdiskusi dan melihat keindahan alam di lokasi tersebut.

Suatu ketika, mereka mendapat kesempatan berdiskusi dengan aktivis lingkungan, yang juga mengamati mata pencaharian warga Sanenrejo. Tak sedikit warga di wilayah tersebut yang hampir setiap hari menebang pohon milik TNMB. Sehingga, inilah yang menjadi perhatian serius bagi Gemapita dan beberapa aktivis lingkungan.

“Setelah diskusi dengan aktivis lingkungan, kita mengetahui akar masalahnya, dan mulai mencari solusi untuk masyarakat. Sebagai mahasiswa pecinta alam, kami ingin memberdayakan potensi yang ada, yaitu sungai,” kata Ana.

Sejak saat itulah, setelah mengajukan PHP2D, para mahasiswa pendidikan itu mulai melakukan sosialisasi tentang pentingnya merawat hutan, dan pengembangan potensi wisata yang terabaikan. Pengembangan potensi wisata tersebut yakni wisata river tubing. Melalui kerja sama dengan desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, para mahasiswa langsung melakukan survei jalur sungai yang dapat dimanfaatkan.
“Kita melihat keadaan sungai, bagian mana yang rawan terjadi kecelakaan. Kita catat, bagian mana yang perlu perhatian khusus,” katanya.

Seusai survei, mereka mulai memutuskan untuk menggelar pelatihan teknik river tubing, lengkap dengan penyediaan alatnya. Peralatan itu diberikan langsung kepada pihak desa untuk kemudian digunakan pelatihan oleh pokdarwis, dan nantinya akan digunakan untuk para wisatawan.

“Setelah penyerahan alatnya ke desa lalu dari desa ke pokdarwis. Kami lanjutkan dengan pelatihan. Dimana dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Sabtu, kami berikan materi, besoknya kita lakukan praktik,” tuturnya.

Agenda itu terdiri dari pelatihan teknik river tubing, penjelasan SOP dan peralatannya. Kemudian pada dua minggu selanjutnya pelatihan tentang manajemen wisata dan promosi. Dilanjutkan dengan review materi yang biasanya dilakukan usai pelatihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/