alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

BPJS Ketenagakerjaan Bondowoso Gelar Rakor Bersama DPMD

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, Radar Ijen – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk mengoptimalkan pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja di wilayah desa (27/07).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bondowoso, Hadi Susanto hadir dalam acara ini.Pun dengan Kepala Dinas DPMD Bondowoso Haeriyah Yulianti. Kemudian Perwakilan dari 10 Kecamatan, Ketua dan anggota Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Bondowoso. Sekaligus Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (TAPM-P3MD).

Haeriyah Yulianti menyampaikan bahwa program jaminan sosial ketenagkerjaan ini sangat bermanfaat bagi warga Bondowoso untuk mengantisipasi apabila terjadi risiko kecelakaan kerja dan kematian. Informasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan harus disampaikan kepada seluruh wilayah desa di Kabupaten Bondowoso. Tentunya dalam menyampaikan informasi ini harus di dukung oleh Kepala desa dan jajaran pemerintah desa agar dapat optimal.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor informal masih belum optimal, apabila sudah menjadi peserta kemudian ada risiko meninggal dunia maka Negara wajib memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp 42 juta melalui BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala DPMD Bondowoso Haeriyah Yuliati.
Dalam acara tersebut juga di serahkan secara simbolis santunan Jaminan Kematian oleh Kepala DPMD Haeriyah Yuliati sebesar Rp 42.000.000 kepada istri dari almarhum Asyari pedagang keliling di Kecamatan Curahdami. Dan, kepada istri dari almarhum Hapit Riyono perangkat Desa Bendelan Kecamatan Binakal. Selain santunan kematian, manfaat tambahan beasiswa untuk anak Almarhum Hapit Riyono yang sedang menempuh pendidikan SMA dengan nilai maksimal beasiswa sebesar Rp 69.000.000.

- Advertisement -

BONDOWOSO, Radar Ijen – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk mengoptimalkan pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja di wilayah desa (27/07).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bondowoso, Hadi Susanto hadir dalam acara ini.Pun dengan Kepala Dinas DPMD Bondowoso Haeriyah Yulianti. Kemudian Perwakilan dari 10 Kecamatan, Ketua dan anggota Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Bondowoso. Sekaligus Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (TAPM-P3MD).

Haeriyah Yulianti menyampaikan bahwa program jaminan sosial ketenagkerjaan ini sangat bermanfaat bagi warga Bondowoso untuk mengantisipasi apabila terjadi risiko kecelakaan kerja dan kematian. Informasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan harus disampaikan kepada seluruh wilayah desa di Kabupaten Bondowoso. Tentunya dalam menyampaikan informasi ini harus di dukung oleh Kepala desa dan jajaran pemerintah desa agar dapat optimal.

“Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor informal masih belum optimal, apabila sudah menjadi peserta kemudian ada risiko meninggal dunia maka Negara wajib memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp 42 juta melalui BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala DPMD Bondowoso Haeriyah Yuliati.
Dalam acara tersebut juga di serahkan secara simbolis santunan Jaminan Kematian oleh Kepala DPMD Haeriyah Yuliati sebesar Rp 42.000.000 kepada istri dari almarhum Asyari pedagang keliling di Kecamatan Curahdami. Dan, kepada istri dari almarhum Hapit Riyono perangkat Desa Bendelan Kecamatan Binakal. Selain santunan kematian, manfaat tambahan beasiswa untuk anak Almarhum Hapit Riyono yang sedang menempuh pendidikan SMA dengan nilai maksimal beasiswa sebesar Rp 69.000.000.

BONDOWOSO, Radar Ijen – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk mengoptimalkan pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja di wilayah desa (27/07).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bondowoso, Hadi Susanto hadir dalam acara ini.Pun dengan Kepala Dinas DPMD Bondowoso Haeriyah Yulianti. Kemudian Perwakilan dari 10 Kecamatan, Ketua dan anggota Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Bondowoso. Sekaligus Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (TAPM-P3MD).

Haeriyah Yulianti menyampaikan bahwa program jaminan sosial ketenagkerjaan ini sangat bermanfaat bagi warga Bondowoso untuk mengantisipasi apabila terjadi risiko kecelakaan kerja dan kematian. Informasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan harus disampaikan kepada seluruh wilayah desa di Kabupaten Bondowoso. Tentunya dalam menyampaikan informasi ini harus di dukung oleh Kepala desa dan jajaran pemerintah desa agar dapat optimal.

“Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor informal masih belum optimal, apabila sudah menjadi peserta kemudian ada risiko meninggal dunia maka Negara wajib memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp 42 juta melalui BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala DPMD Bondowoso Haeriyah Yuliati.
Dalam acara tersebut juga di serahkan secara simbolis santunan Jaminan Kematian oleh Kepala DPMD Haeriyah Yuliati sebesar Rp 42.000.000 kepada istri dari almarhum Asyari pedagang keliling di Kecamatan Curahdami. Dan, kepada istri dari almarhum Hapit Riyono perangkat Desa Bendelan Kecamatan Binakal. Selain santunan kematian, manfaat tambahan beasiswa untuk anak Almarhum Hapit Riyono yang sedang menempuh pendidikan SMA dengan nilai maksimal beasiswa sebesar Rp 69.000.000.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/