23.9 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Job Fair di UIN KHAS Jember, Sediakan Lowongan Sektor Industri bagi PMI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menjadi kantong pekerja migran terbesar di Indonesia. Dan Jember menjadi salah satu daerah dengan angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) tertinggi di Jatim.  Daerah yang menjadi kantong terbesar, biasanya berpotensi menjadi penyumbang penempatan migran tidak resmi.

Berangkat dari hal tersebut, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memasifkan sosialisasi peluang kerja luar negeri dan migrasi aman untuk PMI. Bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Rabu (26/10) pagi, kegiatan tersebut berlangsung cukup meriah.

BACA JUGA: Kuliah Umum di UIN KHAS Jember, La Nyalla Singgung Kemiskinan dan Oligarki

Mobile_AP_Rectangle 2

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember itu diikuti oleh ratusan peserta yang  terdiri dari siswa-siswi SMK/SMA di Jember,  mahasiswa, PMI dan keluarganya. Dalam sosialisasi tersebut juga digelar job market fair yang diikuti oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), perbankan, BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Jember.

Ada banyak lowongan yang tersedia pada job market fair itu. Di antaranya lowongan kerja di sektor formal industri di Taiwan, Jepang dan beberapa negara lain di Asia maupun Australia. Mulai di sektor industri makanan, konstruksi, otomotif, pertanian, peternakan, perkebunan dan perhotelan 

“Peluang kerja ini sangat terbuka. Tapi, banyak masyarakat yang tidak tahu terkait sektor pekerjaan migran selain sektor domestik,” ungkap Benny Rhamdani, Kepala BP2MI.

Menurutnya, cara pandang masyarakat terhadap pekerja migran harus dibenahi dari sekarang. Banyak stigma yang menyebut PMI hanya sebagai pekerjaan rendah yang hanya bekerja di sektor domestik saja. Padahal, banyak peluang bagi PMI untuk bekerja di sektor industri. “PMI menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto berharap, kegiatan ini bukan sekadar perwujudan nota kesepahaman saja, tetapi kampus juga menjadi bagian sinergi  dalam pengembangan skill calon PMI, terutama di bidang bahasa.

“Kami berharap PMI siap bekerja, serta memiliki kemampuan dan keterampilan yang bagus untuk bekal bekerja di luar negeri. Dengan kerjasama ini,  BP2MI dan UIN Khas Jember  terus berkolaborasi untuk pelindungan kepada PMI,” ucap Babun. (*)

Foto   : Dwi Sugesti Mega untuk Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menjadi kantong pekerja migran terbesar di Indonesia. Dan Jember menjadi salah satu daerah dengan angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) tertinggi di Jatim.  Daerah yang menjadi kantong terbesar, biasanya berpotensi menjadi penyumbang penempatan migran tidak resmi.

Berangkat dari hal tersebut, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memasifkan sosialisasi peluang kerja luar negeri dan migrasi aman untuk PMI. Bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Rabu (26/10) pagi, kegiatan tersebut berlangsung cukup meriah.

BACA JUGA: Kuliah Umum di UIN KHAS Jember, La Nyalla Singgung Kemiskinan dan Oligarki

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember itu diikuti oleh ratusan peserta yang  terdiri dari siswa-siswi SMK/SMA di Jember,  mahasiswa, PMI dan keluarganya. Dalam sosialisasi tersebut juga digelar job market fair yang diikuti oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), perbankan, BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Jember.

Ada banyak lowongan yang tersedia pada job market fair itu. Di antaranya lowongan kerja di sektor formal industri di Taiwan, Jepang dan beberapa negara lain di Asia maupun Australia. Mulai di sektor industri makanan, konstruksi, otomotif, pertanian, peternakan, perkebunan dan perhotelan 

“Peluang kerja ini sangat terbuka. Tapi, banyak masyarakat yang tidak tahu terkait sektor pekerjaan migran selain sektor domestik,” ungkap Benny Rhamdani, Kepala BP2MI.

Menurutnya, cara pandang masyarakat terhadap pekerja migran harus dibenahi dari sekarang. Banyak stigma yang menyebut PMI hanya sebagai pekerjaan rendah yang hanya bekerja di sektor domestik saja. Padahal, banyak peluang bagi PMI untuk bekerja di sektor industri. “PMI menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto berharap, kegiatan ini bukan sekadar perwujudan nota kesepahaman saja, tetapi kampus juga menjadi bagian sinergi  dalam pengembangan skill calon PMI, terutama di bidang bahasa.

“Kami berharap PMI siap bekerja, serta memiliki kemampuan dan keterampilan yang bagus untuk bekal bekerja di luar negeri. Dengan kerjasama ini,  BP2MI dan UIN Khas Jember  terus berkolaborasi untuk pelindungan kepada PMI,” ucap Babun. (*)

Foto   : Dwi Sugesti Mega untuk Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menjadi kantong pekerja migran terbesar di Indonesia. Dan Jember menjadi salah satu daerah dengan angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) tertinggi di Jatim.  Daerah yang menjadi kantong terbesar, biasanya berpotensi menjadi penyumbang penempatan migran tidak resmi.

Berangkat dari hal tersebut, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memasifkan sosialisasi peluang kerja luar negeri dan migrasi aman untuk PMI. Bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Rabu (26/10) pagi, kegiatan tersebut berlangsung cukup meriah.

BACA JUGA: Kuliah Umum di UIN KHAS Jember, La Nyalla Singgung Kemiskinan dan Oligarki

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN KHAS Jember itu diikuti oleh ratusan peserta yang  terdiri dari siswa-siswi SMK/SMA di Jember,  mahasiswa, PMI dan keluarganya. Dalam sosialisasi tersebut juga digelar job market fair yang diikuti oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), perbankan, BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Jember.

Ada banyak lowongan yang tersedia pada job market fair itu. Di antaranya lowongan kerja di sektor formal industri di Taiwan, Jepang dan beberapa negara lain di Asia maupun Australia. Mulai di sektor industri makanan, konstruksi, otomotif, pertanian, peternakan, perkebunan dan perhotelan 

“Peluang kerja ini sangat terbuka. Tapi, banyak masyarakat yang tidak tahu terkait sektor pekerjaan migran selain sektor domestik,” ungkap Benny Rhamdani, Kepala BP2MI.

Menurutnya, cara pandang masyarakat terhadap pekerja migran harus dibenahi dari sekarang. Banyak stigma yang menyebut PMI hanya sebagai pekerjaan rendah yang hanya bekerja di sektor domestik saja. Padahal, banyak peluang bagi PMI untuk bekerja di sektor industri. “PMI menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto berharap, kegiatan ini bukan sekadar perwujudan nota kesepahaman saja, tetapi kampus juga menjadi bagian sinergi  dalam pengembangan skill calon PMI, terutama di bidang bahasa.

“Kami berharap PMI siap bekerja, serta memiliki kemampuan dan keterampilan yang bagus untuk bekal bekerja di luar negeri. Dengan kerjasama ini,  BP2MI dan UIN Khas Jember  terus berkolaborasi untuk pelindungan kepada PMI,” ucap Babun. (*)

Foto   : Dwi Sugesti Mega untuk Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca