alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Angga Dwimas Sasongko Kupas Tuntas Filmmaking dengan Galaxy Masterclass

Galaxy Masterclass menjadi lanjutan dari inisiatif Galaxy Movie Studio 2022 yang mengupas tuntas pembuatan film dari para profesional untuk memberikan bekal lebih banyak bagi pemenang kompetisi tahun ini

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Galaxy Movie Studio 2022, program Samsung Electronics Indonesia (SEIN) yang mewadahi kreativitas sineas muda Tanah Air, terus berkembang untuk mendukung lebih banyak insan kreatif dalam berkarya. Pada tahun ini, Galaxy Movie Studio dilengkapi dengan inisiatif terbaru yaitu Galaxy Masterclass. Sebuah workshop yang bekerja sama dengan Angga Dwimas Sasongko dengan memberikan mentoring cara membuat film yang baik dari mulai proses pre-production hingga post production. Mentoring ini sendiri diberikan secara khusus untuk Serangkai Films sebagai pemenang kategori Director’s Choice pada kompetisi film pendek Galaxy Movie Studio 2022. Dan hari ini juga pengumpulan voting untuk pemenang kategori People’s Choice di media sosial Samsung Indonesia telah selesai, pemenang kategori ini adalah K3 Film Space dengan film pendek berjudul The Imagination.

“Samsung senang dapat kembali bekerja sama dengan Angga Dwimas Sasongko pada Galaxy Masterclass dalam upaya kami mengembangkan Galaxy Movie Studio yang kami hadirkan kembali tahun ini. Kami harap, Galaxy Masterclass dapat mengasah ilmu dan keterampilan para sineas muda di Serangkai Films untuk dapat mendorong mereka mengoptimalkan kreativitas lebih jauh dalam menghasilkan karya-karya berkualitas. Selain itu dengan pengalaman Angga membuat film pendek Konfabulasi Galaxy Movie Studio tahun lalu dengan Galaxy S21 Ultra, dapat berbagi kepada para sineas muda bagaimana mereka dapat memaksimalkan device Samsung dengan berbagai fitur yang menarik untuk membuat film pendek dengan kualitas profesional. Dan tahun ini Galaxy S22 Ultra kembali mendukung Galaxy Movie Studio dengan perbaruan fitur-fitur yang lebih baik lagi seperti salah satunya kemampuan Nightography yang mampu mendukung komunitas terpilih Serangkai Film, membuat film pendek mereka dengan hasil yang beyond expectation,” ujar Andi Airin, Head of MX Marketing Samsung Mobile Experience, Samsung Electronics Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya mengucapkan selamat kepada Serangkai Films yang berhasil menjadi pemenang kategori Director’s Choice pada Galaxy Movie Studio 2022. Saya melihat karya Serangkai Films memiliki keunggulan secara teknis, mulai dari segi productions design hingga sinematografinya. Karya mereka yang berjudul Soulmate is a Strange Concept juga membawa cerita yang unik dan memiliki potensi lebih untuk dikembangkan lebih lanjut. Saya pun senang bisa sharing dan bertukar pikiran dengan para sineas muda berbakat ini dalam kesempatan yang diberikan pada Galaxy Masterclass,” ujar Angga Dwimas Sasongko.

Lantas, apa saja insight yang dibagikan Angga Dwimas Sasongko dalam Galaxy Master Class? Simak penjelasannya berikut ini:

Menyiapkan pre-production yang matang dengan storytelling yang meyakinkan

Bagi Angga, storytelling merupakan hal yang paling krusial dalam membuat film karena esensi dari film itu sendiri adalah menceritakan kisah dengan baik kepada penonton. Maka dari itu, para sineas harus mampu membuat cerita yang dapat dipercaya oleh orang sehingga karya yang dibuat bisa dinikmati seutuhnya. Untuk membuat storytelling dalam film yang mengalir, Angga menekankan untuk berangkat dari sebuah ide atau gagasan yang kuat dan bisa dikembangkan bersama-sama untuk kemudian dituangkan ke dalam penulisan karakter yang matang lalu penyusunan plot cerita yang ideal.

“Dalam proses membuat storytelling, penting bagi para sineas untuk memahami foundation of creation, yaitu bagaimana ide dibangun, dibentuk, di-challenge, untuk kemudian dipertahankan dan dituangkan ke penulisan yang lebih detail. Don’t married to idea, karena kita sebagai kreator harus punya keterbukaan untuk ide-ide kita mendapat challenge dari orang lain karena dari situ kita bisa menemukan cerita yang lebih matang. Seperti di Galaxy Movie Studio ini, salah satu challenge nya adalah memaksimalkan semua kemapuan fitur smartphone hingga kemampuan Nightography, harus bisa mengawinkan konsep itu dengan cerita yang akan mereka buat. Pastikan kita menulis karakter terlebih dahulu sebelum plot dan dialog, karena karakter menentukan seberapa hidup dan meyakinkan cerita yang kita bawa ke penonton,” ujar Angga.

Kuasai set dan tools yang dimiliki untuk proses production yang lebih maksimal

Angga mengatakan bahwa cerita yang dibawa menentukan proses produksi, mulai dari penempatan kamera, blocking dari karakter, dan lainnya. Angga pun menekankan pada pentingnya penempatan kamera, karena hal tersebut jadi yang paling menentukan dalam menceritakan kisah di dalam film sebagai satu kesatuan yang utuh. Karena produksi film ditentukan oleh cerita yang dibawa, standar akan idealnya perlengkapan shooting pun bisa bermacam-macam, dan hal ini perlu dipahami oleh para sineas untuk bisa beradaptasi dengan berbagai properti dalam berkarya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Galaxy Movie Studio 2022, program Samsung Electronics Indonesia (SEIN) yang mewadahi kreativitas sineas muda Tanah Air, terus berkembang untuk mendukung lebih banyak insan kreatif dalam berkarya. Pada tahun ini, Galaxy Movie Studio dilengkapi dengan inisiatif terbaru yaitu Galaxy Masterclass. Sebuah workshop yang bekerja sama dengan Angga Dwimas Sasongko dengan memberikan mentoring cara membuat film yang baik dari mulai proses pre-production hingga post production. Mentoring ini sendiri diberikan secara khusus untuk Serangkai Films sebagai pemenang kategori Director’s Choice pada kompetisi film pendek Galaxy Movie Studio 2022. Dan hari ini juga pengumpulan voting untuk pemenang kategori People’s Choice di media sosial Samsung Indonesia telah selesai, pemenang kategori ini adalah K3 Film Space dengan film pendek berjudul The Imagination.

“Samsung senang dapat kembali bekerja sama dengan Angga Dwimas Sasongko pada Galaxy Masterclass dalam upaya kami mengembangkan Galaxy Movie Studio yang kami hadirkan kembali tahun ini. Kami harap, Galaxy Masterclass dapat mengasah ilmu dan keterampilan para sineas muda di Serangkai Films untuk dapat mendorong mereka mengoptimalkan kreativitas lebih jauh dalam menghasilkan karya-karya berkualitas. Selain itu dengan pengalaman Angga membuat film pendek Konfabulasi Galaxy Movie Studio tahun lalu dengan Galaxy S21 Ultra, dapat berbagi kepada para sineas muda bagaimana mereka dapat memaksimalkan device Samsung dengan berbagai fitur yang menarik untuk membuat film pendek dengan kualitas profesional. Dan tahun ini Galaxy S22 Ultra kembali mendukung Galaxy Movie Studio dengan perbaruan fitur-fitur yang lebih baik lagi seperti salah satunya kemampuan Nightography yang mampu mendukung komunitas terpilih Serangkai Film, membuat film pendek mereka dengan hasil yang beyond expectation,” ujar Andi Airin, Head of MX Marketing Samsung Mobile Experience, Samsung Electronics Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat kepada Serangkai Films yang berhasil menjadi pemenang kategori Director’s Choice pada Galaxy Movie Studio 2022. Saya melihat karya Serangkai Films memiliki keunggulan secara teknis, mulai dari segi productions design hingga sinematografinya. Karya mereka yang berjudul Soulmate is a Strange Concept juga membawa cerita yang unik dan memiliki potensi lebih untuk dikembangkan lebih lanjut. Saya pun senang bisa sharing dan bertukar pikiran dengan para sineas muda berbakat ini dalam kesempatan yang diberikan pada Galaxy Masterclass,” ujar Angga Dwimas Sasongko.

Lantas, apa saja insight yang dibagikan Angga Dwimas Sasongko dalam Galaxy Master Class? Simak penjelasannya berikut ini:

Menyiapkan pre-production yang matang dengan storytelling yang meyakinkan

Bagi Angga, storytelling merupakan hal yang paling krusial dalam membuat film karena esensi dari film itu sendiri adalah menceritakan kisah dengan baik kepada penonton. Maka dari itu, para sineas harus mampu membuat cerita yang dapat dipercaya oleh orang sehingga karya yang dibuat bisa dinikmati seutuhnya. Untuk membuat storytelling dalam film yang mengalir, Angga menekankan untuk berangkat dari sebuah ide atau gagasan yang kuat dan bisa dikembangkan bersama-sama untuk kemudian dituangkan ke dalam penulisan karakter yang matang lalu penyusunan plot cerita yang ideal.

“Dalam proses membuat storytelling, penting bagi para sineas untuk memahami foundation of creation, yaitu bagaimana ide dibangun, dibentuk, di-challenge, untuk kemudian dipertahankan dan dituangkan ke penulisan yang lebih detail. Don’t married to idea, karena kita sebagai kreator harus punya keterbukaan untuk ide-ide kita mendapat challenge dari orang lain karena dari situ kita bisa menemukan cerita yang lebih matang. Seperti di Galaxy Movie Studio ini, salah satu challenge nya adalah memaksimalkan semua kemapuan fitur smartphone hingga kemampuan Nightography, harus bisa mengawinkan konsep itu dengan cerita yang akan mereka buat. Pastikan kita menulis karakter terlebih dahulu sebelum plot dan dialog, karena karakter menentukan seberapa hidup dan meyakinkan cerita yang kita bawa ke penonton,” ujar Angga.

Kuasai set dan tools yang dimiliki untuk proses production yang lebih maksimal

Angga mengatakan bahwa cerita yang dibawa menentukan proses produksi, mulai dari penempatan kamera, blocking dari karakter, dan lainnya. Angga pun menekankan pada pentingnya penempatan kamera, karena hal tersebut jadi yang paling menentukan dalam menceritakan kisah di dalam film sebagai satu kesatuan yang utuh. Karena produksi film ditentukan oleh cerita yang dibawa, standar akan idealnya perlengkapan shooting pun bisa bermacam-macam, dan hal ini perlu dipahami oleh para sineas untuk bisa beradaptasi dengan berbagai properti dalam berkarya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Galaxy Movie Studio 2022, program Samsung Electronics Indonesia (SEIN) yang mewadahi kreativitas sineas muda Tanah Air, terus berkembang untuk mendukung lebih banyak insan kreatif dalam berkarya. Pada tahun ini, Galaxy Movie Studio dilengkapi dengan inisiatif terbaru yaitu Galaxy Masterclass. Sebuah workshop yang bekerja sama dengan Angga Dwimas Sasongko dengan memberikan mentoring cara membuat film yang baik dari mulai proses pre-production hingga post production. Mentoring ini sendiri diberikan secara khusus untuk Serangkai Films sebagai pemenang kategori Director’s Choice pada kompetisi film pendek Galaxy Movie Studio 2022. Dan hari ini juga pengumpulan voting untuk pemenang kategori People’s Choice di media sosial Samsung Indonesia telah selesai, pemenang kategori ini adalah K3 Film Space dengan film pendek berjudul The Imagination.

“Samsung senang dapat kembali bekerja sama dengan Angga Dwimas Sasongko pada Galaxy Masterclass dalam upaya kami mengembangkan Galaxy Movie Studio yang kami hadirkan kembali tahun ini. Kami harap, Galaxy Masterclass dapat mengasah ilmu dan keterampilan para sineas muda di Serangkai Films untuk dapat mendorong mereka mengoptimalkan kreativitas lebih jauh dalam menghasilkan karya-karya berkualitas. Selain itu dengan pengalaman Angga membuat film pendek Konfabulasi Galaxy Movie Studio tahun lalu dengan Galaxy S21 Ultra, dapat berbagi kepada para sineas muda bagaimana mereka dapat memaksimalkan device Samsung dengan berbagai fitur yang menarik untuk membuat film pendek dengan kualitas profesional. Dan tahun ini Galaxy S22 Ultra kembali mendukung Galaxy Movie Studio dengan perbaruan fitur-fitur yang lebih baik lagi seperti salah satunya kemampuan Nightography yang mampu mendukung komunitas terpilih Serangkai Film, membuat film pendek mereka dengan hasil yang beyond expectation,” ujar Andi Airin, Head of MX Marketing Samsung Mobile Experience, Samsung Electronics Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat kepada Serangkai Films yang berhasil menjadi pemenang kategori Director’s Choice pada Galaxy Movie Studio 2022. Saya melihat karya Serangkai Films memiliki keunggulan secara teknis, mulai dari segi productions design hingga sinematografinya. Karya mereka yang berjudul Soulmate is a Strange Concept juga membawa cerita yang unik dan memiliki potensi lebih untuk dikembangkan lebih lanjut. Saya pun senang bisa sharing dan bertukar pikiran dengan para sineas muda berbakat ini dalam kesempatan yang diberikan pada Galaxy Masterclass,” ujar Angga Dwimas Sasongko.

Lantas, apa saja insight yang dibagikan Angga Dwimas Sasongko dalam Galaxy Master Class? Simak penjelasannya berikut ini:

Menyiapkan pre-production yang matang dengan storytelling yang meyakinkan

Bagi Angga, storytelling merupakan hal yang paling krusial dalam membuat film karena esensi dari film itu sendiri adalah menceritakan kisah dengan baik kepada penonton. Maka dari itu, para sineas harus mampu membuat cerita yang dapat dipercaya oleh orang sehingga karya yang dibuat bisa dinikmati seutuhnya. Untuk membuat storytelling dalam film yang mengalir, Angga menekankan untuk berangkat dari sebuah ide atau gagasan yang kuat dan bisa dikembangkan bersama-sama untuk kemudian dituangkan ke dalam penulisan karakter yang matang lalu penyusunan plot cerita yang ideal.

“Dalam proses membuat storytelling, penting bagi para sineas untuk memahami foundation of creation, yaitu bagaimana ide dibangun, dibentuk, di-challenge, untuk kemudian dipertahankan dan dituangkan ke penulisan yang lebih detail. Don’t married to idea, karena kita sebagai kreator harus punya keterbukaan untuk ide-ide kita mendapat challenge dari orang lain karena dari situ kita bisa menemukan cerita yang lebih matang. Seperti di Galaxy Movie Studio ini, salah satu challenge nya adalah memaksimalkan semua kemapuan fitur smartphone hingga kemampuan Nightography, harus bisa mengawinkan konsep itu dengan cerita yang akan mereka buat. Pastikan kita menulis karakter terlebih dahulu sebelum plot dan dialog, karena karakter menentukan seberapa hidup dan meyakinkan cerita yang kita bawa ke penonton,” ujar Angga.

Kuasai set dan tools yang dimiliki untuk proses production yang lebih maksimal

Angga mengatakan bahwa cerita yang dibawa menentukan proses produksi, mulai dari penempatan kamera, blocking dari karakter, dan lainnya. Angga pun menekankan pada pentingnya penempatan kamera, karena hal tersebut jadi yang paling menentukan dalam menceritakan kisah di dalam film sebagai satu kesatuan yang utuh. Karena produksi film ditentukan oleh cerita yang dibawa, standar akan idealnya perlengkapan shooting pun bisa bermacam-macam, dan hal ini perlu dipahami oleh para sineas untuk bisa beradaptasi dengan berbagai properti dalam berkarya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/