alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kuatkan Publikasi Pendidikan Vokasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menjalin kerja sama dengan perusahaan media Jawa Pos Radar Jember. Kerja sama dan penandatangan naskah kesepahaman itu sebagai langkah penyebarluasan informasi pendidikan vokasi negeri di Jember ke masyarakat luas.

Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menyampaikan, pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan selesainya, tidak boleh membuat masyarakat terpuruk, tapi harus bangkit. Sebagai media terbesar di Jember, Lumajang, dan Bondowoso, pihaknya juga ingin kehadiran Jawa Pos Radar Jember membawa kemanfaatan bersama-sama. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan, Polije.

Radar Jember juga ingin hasil pendidikan vokasi itu bisa diketahui masyarakat luas melalui media masa. Mantan jurnalis Jawa Pos itu menambahkan, pihaknya juga terus melakukan konvergensi media. “Konvergensinya tidak hanya ke media online saja. Tapi juga media sosial, hingga TV streaming di kanal YouTube,” paparnya. Bahkan, tidak hanya di Radar Jember yang dilakukan konvergensi ke daring, tapi juga di Radar Ijen di Bondowoso, dan Radar Semeru di Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Direktur Polije Saiful Anwar dalam sambutannya mengatakan, kerja sama dengan Radar Jember terus dilakukan dari tahun ke tahun. Sehingga, kerja sama ini juga untuk menguatkan kompetensi pendidikan vokasi. Baginya peran media ini sangat penting untuk menginformasikan kompetensi di Polije kepada khalayak.

Menurut Saiful, ada lima unsur dalam kesuksesan pembangunan yang dinamakan pentahelix. Di antaranya, masyarakat itu sendiri, akademisi karena menjadi gudang sumber daya manusia (SDM), serta fasilitas dan teknologinya. Selain itu, adalah pemangku wilayah, dunia usaha dan industri, serta media massa.

Berbicara industri dunia usaha (iduka), pendidikan vokasi di Polije terus bersama-sama dengan iduka untuk link and match dalam menguatkan kompetensi. Penguatan dengan iduka itu juga termasuk dalam penyelarasan kurikulum hingga teknologi. “Pendidikan vokasi kuat, kuatkan Indonesia,” jelasnya.

Penerapan link and match pendidikan vokasi dengan iduka ini untuk menciptakan penguatan kompetensi. Dan yang mampu menerjemahkan ke masyarakat luas, menurutnya, adalah media massa. “Saya itu merasa sepi apa pun kompetensi kami bila tidak melibatkan media. Apalagi dalam situasi pandemi, di mana masyarakat kurang bisa berinteraksi langsung dengan kampus,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menjalin kerja sama dengan perusahaan media Jawa Pos Radar Jember. Kerja sama dan penandatangan naskah kesepahaman itu sebagai langkah penyebarluasan informasi pendidikan vokasi negeri di Jember ke masyarakat luas.

Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menyampaikan, pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan selesainya, tidak boleh membuat masyarakat terpuruk, tapi harus bangkit. Sebagai media terbesar di Jember, Lumajang, dan Bondowoso, pihaknya juga ingin kehadiran Jawa Pos Radar Jember membawa kemanfaatan bersama-sama. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan, Polije.

Radar Jember juga ingin hasil pendidikan vokasi itu bisa diketahui masyarakat luas melalui media masa. Mantan jurnalis Jawa Pos itu menambahkan, pihaknya juga terus melakukan konvergensi media. “Konvergensinya tidak hanya ke media online saja. Tapi juga media sosial, hingga TV streaming di kanal YouTube,” paparnya. Bahkan, tidak hanya di Radar Jember yang dilakukan konvergensi ke daring, tapi juga di Radar Ijen di Bondowoso, dan Radar Semeru di Lumajang.

Direktur Polije Saiful Anwar dalam sambutannya mengatakan, kerja sama dengan Radar Jember terus dilakukan dari tahun ke tahun. Sehingga, kerja sama ini juga untuk menguatkan kompetensi pendidikan vokasi. Baginya peran media ini sangat penting untuk menginformasikan kompetensi di Polije kepada khalayak.

Menurut Saiful, ada lima unsur dalam kesuksesan pembangunan yang dinamakan pentahelix. Di antaranya, masyarakat itu sendiri, akademisi karena menjadi gudang sumber daya manusia (SDM), serta fasilitas dan teknologinya. Selain itu, adalah pemangku wilayah, dunia usaha dan industri, serta media massa.

Berbicara industri dunia usaha (iduka), pendidikan vokasi di Polije terus bersama-sama dengan iduka untuk link and match dalam menguatkan kompetensi. Penguatan dengan iduka itu juga termasuk dalam penyelarasan kurikulum hingga teknologi. “Pendidikan vokasi kuat, kuatkan Indonesia,” jelasnya.

Penerapan link and match pendidikan vokasi dengan iduka ini untuk menciptakan penguatan kompetensi. Dan yang mampu menerjemahkan ke masyarakat luas, menurutnya, adalah media massa. “Saya itu merasa sepi apa pun kompetensi kami bila tidak melibatkan media. Apalagi dalam situasi pandemi, di mana masyarakat kurang bisa berinteraksi langsung dengan kampus,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menjalin kerja sama dengan perusahaan media Jawa Pos Radar Jember. Kerja sama dan penandatangan naskah kesepahaman itu sebagai langkah penyebarluasan informasi pendidikan vokasi negeri di Jember ke masyarakat luas.

Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menyampaikan, pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan selesainya, tidak boleh membuat masyarakat terpuruk, tapi harus bangkit. Sebagai media terbesar di Jember, Lumajang, dan Bondowoso, pihaknya juga ingin kehadiran Jawa Pos Radar Jember membawa kemanfaatan bersama-sama. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan, Polije.

Radar Jember juga ingin hasil pendidikan vokasi itu bisa diketahui masyarakat luas melalui media masa. Mantan jurnalis Jawa Pos itu menambahkan, pihaknya juga terus melakukan konvergensi media. “Konvergensinya tidak hanya ke media online saja. Tapi juga media sosial, hingga TV streaming di kanal YouTube,” paparnya. Bahkan, tidak hanya di Radar Jember yang dilakukan konvergensi ke daring, tapi juga di Radar Ijen di Bondowoso, dan Radar Semeru di Lumajang.

Direktur Polije Saiful Anwar dalam sambutannya mengatakan, kerja sama dengan Radar Jember terus dilakukan dari tahun ke tahun. Sehingga, kerja sama ini juga untuk menguatkan kompetensi pendidikan vokasi. Baginya peran media ini sangat penting untuk menginformasikan kompetensi di Polije kepada khalayak.

Menurut Saiful, ada lima unsur dalam kesuksesan pembangunan yang dinamakan pentahelix. Di antaranya, masyarakat itu sendiri, akademisi karena menjadi gudang sumber daya manusia (SDM), serta fasilitas dan teknologinya. Selain itu, adalah pemangku wilayah, dunia usaha dan industri, serta media massa.

Berbicara industri dunia usaha (iduka), pendidikan vokasi di Polije terus bersama-sama dengan iduka untuk link and match dalam menguatkan kompetensi. Penguatan dengan iduka itu juga termasuk dalam penyelarasan kurikulum hingga teknologi. “Pendidikan vokasi kuat, kuatkan Indonesia,” jelasnya.

Penerapan link and match pendidikan vokasi dengan iduka ini untuk menciptakan penguatan kompetensi. Dan yang mampu menerjemahkan ke masyarakat luas, menurutnya, adalah media massa. “Saya itu merasa sepi apa pun kompetensi kami bila tidak melibatkan media. Apalagi dalam situasi pandemi, di mana masyarakat kurang bisa berinteraksi langsung dengan kampus,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/