alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Style Boleh Beda, Komitmennya Rakyat Sejahtera

Mobile_AP_Rectangle 1

Panti, Radar Jember – Sumpah jabatan yang diikrarkan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman setahun lalu, tentu menjadi momentum spesial bagi seluruh warga Jember. Tanggal 26 Februari 2021 tersebut juga menyimpan kenangan dan harapan untuk Jember ke depan. Tidak terasa, hari ini kepemimpinan keduanya telah melewati banyak hal pahit, asin, manis, yang pastinya dirasakan.

Selama setahun kepemimpinan Hendy-Firjaun, ada banyak hal yang dilakukan. Namun demikian, kedua tokoh tersebut tak lepas dari kritik atau sorotan masyarakat. Bahkan, sebagian orang memandang keharmonisan keduanya berkurang. Benarkah demikian?.

Jawa Pos Radar Jember secara khusus mewawancarai Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun mengenai hal ini, kemarin (25/2). Bisa jadi, apa yang dikhawatirkan banyak orang terjadi. Namun siapa sangka, Hendy yang ditanya mengenai keharmonisannya dengan Gus Firjaun justru membari contoh konkrit yang tidak diduga sejumlah awak mesia sebelumnya. Dia memberi candaan, andai saja Gus Firjaun perempuan, bisa jadi dirangkul dan dicium.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy menjelaskan, setiap kepemimpinan memiliki pola dan cara yang berbeda. Hal itu, juga terjadi pada kepemimpinannya yang didampingi Gus Firjaun. “Style-nya beda,” tegas Hendy. Dia pun mencontohkan, jangankan dirinya dengan Gus Firjaun, wartawan yang bertanya pun akan memiliki style berbeda dengan saudara kandungnya. “Dengan saudara satu kandung cocok gak kira-kira, sak pabrik, belum tentu cocok,” katanya, di sela-sela acara J-HUR, di Kecamatan Panti.

Kendati memiliki style kepemimpinan yang berbeda, Hendy menegaskan, dirinya dengan Gus Firjaun memiliki komitment yang sama untuk menyelesaikan permasalahan dan melayani seluruh warga Jember. “(Style-nye beda, Red) tapi semangat dan tujuannya tetap sama,” ungkap Hendy. Menurutnya, amanah masyarakat dan janji politis harus pula ditunaikan.

Secara umum, style yang berbeda memang membuat pekerjaan teknis dilapangan harus berbagi tugas. Kepemimpinan bupati dan wabup tidak sepenuhnya harus berjalan bersala seperti rel kereta api yang terus berdampingan. Akan tetapi, sekali pun cara-cara kepemimpinan yang diterapkan berbeda, namun tetap satu tujuan yaitu memakmurkan warga Jember. “Kalau saya belok kanan, Gus Firjaun belok kiri, itu bagian dari teknis strategi bagaimana mencapai sesuatu, bagi tugas,” jelasnya.

- Advertisement -

Panti, Radar Jember – Sumpah jabatan yang diikrarkan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman setahun lalu, tentu menjadi momentum spesial bagi seluruh warga Jember. Tanggal 26 Februari 2021 tersebut juga menyimpan kenangan dan harapan untuk Jember ke depan. Tidak terasa, hari ini kepemimpinan keduanya telah melewati banyak hal pahit, asin, manis, yang pastinya dirasakan.

Selama setahun kepemimpinan Hendy-Firjaun, ada banyak hal yang dilakukan. Namun demikian, kedua tokoh tersebut tak lepas dari kritik atau sorotan masyarakat. Bahkan, sebagian orang memandang keharmonisan keduanya berkurang. Benarkah demikian?.

Jawa Pos Radar Jember secara khusus mewawancarai Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun mengenai hal ini, kemarin (25/2). Bisa jadi, apa yang dikhawatirkan banyak orang terjadi. Namun siapa sangka, Hendy yang ditanya mengenai keharmonisannya dengan Gus Firjaun justru membari contoh konkrit yang tidak diduga sejumlah awak mesia sebelumnya. Dia memberi candaan, andai saja Gus Firjaun perempuan, bisa jadi dirangkul dan dicium.

Bupati Hendy menjelaskan, setiap kepemimpinan memiliki pola dan cara yang berbeda. Hal itu, juga terjadi pada kepemimpinannya yang didampingi Gus Firjaun. “Style-nya beda,” tegas Hendy. Dia pun mencontohkan, jangankan dirinya dengan Gus Firjaun, wartawan yang bertanya pun akan memiliki style berbeda dengan saudara kandungnya. “Dengan saudara satu kandung cocok gak kira-kira, sak pabrik, belum tentu cocok,” katanya, di sela-sela acara J-HUR, di Kecamatan Panti.

Kendati memiliki style kepemimpinan yang berbeda, Hendy menegaskan, dirinya dengan Gus Firjaun memiliki komitment yang sama untuk menyelesaikan permasalahan dan melayani seluruh warga Jember. “(Style-nye beda, Red) tapi semangat dan tujuannya tetap sama,” ungkap Hendy. Menurutnya, amanah masyarakat dan janji politis harus pula ditunaikan.

Secara umum, style yang berbeda memang membuat pekerjaan teknis dilapangan harus berbagi tugas. Kepemimpinan bupati dan wabup tidak sepenuhnya harus berjalan bersala seperti rel kereta api yang terus berdampingan. Akan tetapi, sekali pun cara-cara kepemimpinan yang diterapkan berbeda, namun tetap satu tujuan yaitu memakmurkan warga Jember. “Kalau saya belok kanan, Gus Firjaun belok kiri, itu bagian dari teknis strategi bagaimana mencapai sesuatu, bagi tugas,” jelasnya.

Panti, Radar Jember – Sumpah jabatan yang diikrarkan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman setahun lalu, tentu menjadi momentum spesial bagi seluruh warga Jember. Tanggal 26 Februari 2021 tersebut juga menyimpan kenangan dan harapan untuk Jember ke depan. Tidak terasa, hari ini kepemimpinan keduanya telah melewati banyak hal pahit, asin, manis, yang pastinya dirasakan.

Selama setahun kepemimpinan Hendy-Firjaun, ada banyak hal yang dilakukan. Namun demikian, kedua tokoh tersebut tak lepas dari kritik atau sorotan masyarakat. Bahkan, sebagian orang memandang keharmonisan keduanya berkurang. Benarkah demikian?.

Jawa Pos Radar Jember secara khusus mewawancarai Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun mengenai hal ini, kemarin (25/2). Bisa jadi, apa yang dikhawatirkan banyak orang terjadi. Namun siapa sangka, Hendy yang ditanya mengenai keharmonisannya dengan Gus Firjaun justru membari contoh konkrit yang tidak diduga sejumlah awak mesia sebelumnya. Dia memberi candaan, andai saja Gus Firjaun perempuan, bisa jadi dirangkul dan dicium.

Bupati Hendy menjelaskan, setiap kepemimpinan memiliki pola dan cara yang berbeda. Hal itu, juga terjadi pada kepemimpinannya yang didampingi Gus Firjaun. “Style-nya beda,” tegas Hendy. Dia pun mencontohkan, jangankan dirinya dengan Gus Firjaun, wartawan yang bertanya pun akan memiliki style berbeda dengan saudara kandungnya. “Dengan saudara satu kandung cocok gak kira-kira, sak pabrik, belum tentu cocok,” katanya, di sela-sela acara J-HUR, di Kecamatan Panti.

Kendati memiliki style kepemimpinan yang berbeda, Hendy menegaskan, dirinya dengan Gus Firjaun memiliki komitment yang sama untuk menyelesaikan permasalahan dan melayani seluruh warga Jember. “(Style-nye beda, Red) tapi semangat dan tujuannya tetap sama,” ungkap Hendy. Menurutnya, amanah masyarakat dan janji politis harus pula ditunaikan.

Secara umum, style yang berbeda memang membuat pekerjaan teknis dilapangan harus berbagi tugas. Kepemimpinan bupati dan wabup tidak sepenuhnya harus berjalan bersala seperti rel kereta api yang terus berdampingan. Akan tetapi, sekali pun cara-cara kepemimpinan yang diterapkan berbeda, namun tetap satu tujuan yaitu memakmurkan warga Jember. “Kalau saya belok kanan, Gus Firjaun belok kiri, itu bagian dari teknis strategi bagaimana mencapai sesuatu, bagi tugas,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/