alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sulap Limbah Tembakau dan Nanas Jadi Energi Terbarukan

Menuntut ilmu dan peka terhadap kondisi sosial, inilah yang ditunjukkan para santri Pondok Pesantren Nuris Jember. Mereka tak hanya pandai mengaji, namun juga menjawab fenomena sosial melalui karyanya. Salah satunya membuat penelitian tentang konsep energi terbarukan, hingga mendapatkan gelar juara satu tingkat nasional.

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nuris Jember Gus Robith Qoshidi mengatakan, berbagai penelitian yang dilakukan siswa itu menjadi standar baru dari Nuris Jember. Dengan demikian, santri tidak hanya pandai mengaji, namun juga berkontribusi terhadap problematika sosial.

“Kamisudah mengetahui, energi yang dihasilkan dari fosil itu tidak selamanya. Karena itu, kami terus dorong santri dalam berbagai penelitian. Termasuk di bidang energi terbarukan ini,” jelasnya.

Menurutnya, karya ilmiah remaja atau KIR yang selama ini digalakkan oleh Nuris Jember menjadi pendorong untuk para santri agar terus bisa memberikan manfaat secara luas melalui karya-karya. “Sehingga ilmu agama bermanfaat, pengetahuan sainsnya juga bisa bermanfaat,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ke depan, penelitian, KIR, atau riset-riset yang digerakkan santri akan terus dikembangkan. Tidak hanya terbatas pada ruang lingkup energi terbarukan, namun menyentuh ke berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya. “Kami masih fokus pada pengembangan dan tahap lanjut. Seperti efektivitas, efisiensi, dan harga. Kalau itu sudah jalan, kami bisa melangkah lebih jauh lagi,” pungkasnya. (kl)

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena

- Advertisement -

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nuris Jember Gus Robith Qoshidi mengatakan, berbagai penelitian yang dilakukan siswa itu menjadi standar baru dari Nuris Jember. Dengan demikian, santri tidak hanya pandai mengaji, namun juga berkontribusi terhadap problematika sosial.

“Kamisudah mengetahui, energi yang dihasilkan dari fosil itu tidak selamanya. Karena itu, kami terus dorong santri dalam berbagai penelitian. Termasuk di bidang energi terbarukan ini,” jelasnya.

Menurutnya, karya ilmiah remaja atau KIR yang selama ini digalakkan oleh Nuris Jember menjadi pendorong untuk para santri agar terus bisa memberikan manfaat secara luas melalui karya-karya. “Sehingga ilmu agama bermanfaat, pengetahuan sainsnya juga bisa bermanfaat,” terangnya.

Ke depan, penelitian, KIR, atau riset-riset yang digerakkan santri akan terus dikembangkan. Tidak hanya terbatas pada ruang lingkup energi terbarukan, namun menyentuh ke berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya. “Kami masih fokus pada pengembangan dan tahap lanjut. Seperti efektivitas, efisiensi, dan harga. Kalau itu sudah jalan, kami bisa melangkah lebih jauh lagi,” pungkasnya. (kl)

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nuris Jember Gus Robith Qoshidi mengatakan, berbagai penelitian yang dilakukan siswa itu menjadi standar baru dari Nuris Jember. Dengan demikian, santri tidak hanya pandai mengaji, namun juga berkontribusi terhadap problematika sosial.

“Kamisudah mengetahui, energi yang dihasilkan dari fosil itu tidak selamanya. Karena itu, kami terus dorong santri dalam berbagai penelitian. Termasuk di bidang energi terbarukan ini,” jelasnya.

Menurutnya, karya ilmiah remaja atau KIR yang selama ini digalakkan oleh Nuris Jember menjadi pendorong untuk para santri agar terus bisa memberikan manfaat secara luas melalui karya-karya. “Sehingga ilmu agama bermanfaat, pengetahuan sainsnya juga bisa bermanfaat,” terangnya.

Ke depan, penelitian, KIR, atau riset-riset yang digerakkan santri akan terus dikembangkan. Tidak hanya terbatas pada ruang lingkup energi terbarukan, namun menyentuh ke berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya. “Kami masih fokus pada pengembangan dan tahap lanjut. Seperti efektivitas, efisiensi, dan harga. Kalau itu sudah jalan, kami bisa melangkah lebih jauh lagi,” pungkasnya. (kl)

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/