alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Wagub Emil Dukung Konsep Agromedis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung konsep agromedis yang diusung oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember. Dukungan ini disampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan sarasehan “Tujuh Mimpi Agromedis Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Melangkah Bersama Wakil Gubernur Jawa Timur” di auditorium FK Universitas Jember, kemarin (25/1).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, konsep agromedis yang fokus pada permasalahan kesehatan masyarakat pertanian cocok dengan kondisi masyarakat Jawa Timur. Sepertiga warga Jawa Timur bermata pencarian sebagai petani. Jika digabung dengan mereka yang bekerja di bidang industri pertanian, maka kontribusi mereka terhadap perekonomian Jawa Timur mencapai 30 persen.

“Saya mendukung pilihan FK Universitas Jember mengembangkan agromedis. Sebab, belum banyak yang memberikan perhatian secara khusus pada kesehatan petani kita. Padahal sumbangsih mereka sangat besar,” ujar Emil, yang hari itu berkunjung ke Kampus Tegalboto didampingi Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mendukung konsep agromedis, pihaknya menawarkan kerja sama dalam tiga hal dengan FK Universitas Jember. Pertama, membekali perawat yang bertugas di pondok kesehatan desa (ponkesdes) dengan informasi dan petunjuk kesehatan hasil kajian di bidang agromedis yang dilakukan FK Universitas Jember.

Kedua, membekali para penyuluh pertanian dengan tips keamanan dan kesehatan di bidang pertanian dibantu FK Universitas Jember. “Dan ketiga, memberikan ruang kerja sama di bidang pengabdian kepada masyarakat dengan mahasiswa dan dosen FK Universitas Jember,” lanjutnya.

Bahkan, Emil mempersilakan peneliti Universitas Jember untuk memanfaatkan alat penguji kandungan pestisida yang dimiliki UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT) yang ada di Jember dalam melakukan riset. Izin ini diberikan setelah Emil mendengar pemaparan hasil riset para dosen FK Universitas Jember mengenai bahaya pestisida berlebihan yang terdapat pada produk pertanian seperti sayur dan penggunaan hormon pertumbuhan pada hasil peternakan.

“Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan juga memiliki program Pos Upaya Kesehatan Kerja. Di mana pos ini memberikan layanan kesehatan bagi karyawan di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Di Jember ada sebelas Pos Upaya Kesehatan Kerja yang berada di puskesmas setempat. Saya berharap konsep agromedis FK Universitas Jember bisa berkolaborasi dengan sebelas puskesmas tersebut agar para petani mendapatkan layanan kesehatan,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung konsep agromedis yang diusung oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember. Dukungan ini disampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan sarasehan “Tujuh Mimpi Agromedis Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Melangkah Bersama Wakil Gubernur Jawa Timur” di auditorium FK Universitas Jember, kemarin (25/1).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, konsep agromedis yang fokus pada permasalahan kesehatan masyarakat pertanian cocok dengan kondisi masyarakat Jawa Timur. Sepertiga warga Jawa Timur bermata pencarian sebagai petani. Jika digabung dengan mereka yang bekerja di bidang industri pertanian, maka kontribusi mereka terhadap perekonomian Jawa Timur mencapai 30 persen.

“Saya mendukung pilihan FK Universitas Jember mengembangkan agromedis. Sebab, belum banyak yang memberikan perhatian secara khusus pada kesehatan petani kita. Padahal sumbangsih mereka sangat besar,” ujar Emil, yang hari itu berkunjung ke Kampus Tegalboto didampingi Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman.

Untuk mendukung konsep agromedis, pihaknya menawarkan kerja sama dalam tiga hal dengan FK Universitas Jember. Pertama, membekali perawat yang bertugas di pondok kesehatan desa (ponkesdes) dengan informasi dan petunjuk kesehatan hasil kajian di bidang agromedis yang dilakukan FK Universitas Jember.

Kedua, membekali para penyuluh pertanian dengan tips keamanan dan kesehatan di bidang pertanian dibantu FK Universitas Jember. “Dan ketiga, memberikan ruang kerja sama di bidang pengabdian kepada masyarakat dengan mahasiswa dan dosen FK Universitas Jember,” lanjutnya.

Bahkan, Emil mempersilakan peneliti Universitas Jember untuk memanfaatkan alat penguji kandungan pestisida yang dimiliki UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT) yang ada di Jember dalam melakukan riset. Izin ini diberikan setelah Emil mendengar pemaparan hasil riset para dosen FK Universitas Jember mengenai bahaya pestisida berlebihan yang terdapat pada produk pertanian seperti sayur dan penggunaan hormon pertumbuhan pada hasil peternakan.

“Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan juga memiliki program Pos Upaya Kesehatan Kerja. Di mana pos ini memberikan layanan kesehatan bagi karyawan di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Di Jember ada sebelas Pos Upaya Kesehatan Kerja yang berada di puskesmas setempat. Saya berharap konsep agromedis FK Universitas Jember bisa berkolaborasi dengan sebelas puskesmas tersebut agar para petani mendapatkan layanan kesehatan,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung konsep agromedis yang diusung oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember. Dukungan ini disampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan sarasehan “Tujuh Mimpi Agromedis Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Melangkah Bersama Wakil Gubernur Jawa Timur” di auditorium FK Universitas Jember, kemarin (25/1).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, konsep agromedis yang fokus pada permasalahan kesehatan masyarakat pertanian cocok dengan kondisi masyarakat Jawa Timur. Sepertiga warga Jawa Timur bermata pencarian sebagai petani. Jika digabung dengan mereka yang bekerja di bidang industri pertanian, maka kontribusi mereka terhadap perekonomian Jawa Timur mencapai 30 persen.

“Saya mendukung pilihan FK Universitas Jember mengembangkan agromedis. Sebab, belum banyak yang memberikan perhatian secara khusus pada kesehatan petani kita. Padahal sumbangsih mereka sangat besar,” ujar Emil, yang hari itu berkunjung ke Kampus Tegalboto didampingi Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman.

Untuk mendukung konsep agromedis, pihaknya menawarkan kerja sama dalam tiga hal dengan FK Universitas Jember. Pertama, membekali perawat yang bertugas di pondok kesehatan desa (ponkesdes) dengan informasi dan petunjuk kesehatan hasil kajian di bidang agromedis yang dilakukan FK Universitas Jember.

Kedua, membekali para penyuluh pertanian dengan tips keamanan dan kesehatan di bidang pertanian dibantu FK Universitas Jember. “Dan ketiga, memberikan ruang kerja sama di bidang pengabdian kepada masyarakat dengan mahasiswa dan dosen FK Universitas Jember,” lanjutnya.

Bahkan, Emil mempersilakan peneliti Universitas Jember untuk memanfaatkan alat penguji kandungan pestisida yang dimiliki UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT) yang ada di Jember dalam melakukan riset. Izin ini diberikan setelah Emil mendengar pemaparan hasil riset para dosen FK Universitas Jember mengenai bahaya pestisida berlebihan yang terdapat pada produk pertanian seperti sayur dan penggunaan hormon pertumbuhan pada hasil peternakan.

“Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan juga memiliki program Pos Upaya Kesehatan Kerja. Di mana pos ini memberikan layanan kesehatan bagi karyawan di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Di Jember ada sebelas Pos Upaya Kesehatan Kerja yang berada di puskesmas setempat. Saya berharap konsep agromedis FK Universitas Jember bisa berkolaborasi dengan sebelas puskesmas tersebut agar para petani mendapatkan layanan kesehatan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/