alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Begini Cara UIN KHAS Jember Bentuk Karakter Mahasiswa Baru

Berikan Materi Moderasi Beragama hingga Indonesia Bebas Korupsi

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2021 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi dibuka, Selasa (24/8). Pada pembukaan acara tersebut langsung disambut dengan penyampaian pertanggung jawaban pelaksanaan PBAK oleh Wakil Rektor 3 Hefni Zein.

“Saya laporkan, terdapat 3.608 peserta saat ini. Selama empat hari mahasiswa ini akan menerima materi tentang moderasi beragama, Indonesia bebas dari korupsi, disamping pembelajaran di perguruan tinggi seperti smart learning dan sebagainya,” tuturnya.

Meski digelar secara virtual, kegiatan tetap berjalan dengan khidmat, bahkan tidak menghilangkan substansi dari tujuan acara ini yang sebenarnya. Yakni memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru tentang orientasi budaya di kampus. Kemudian bagaimana pembelajaram dan pembentukan karakter mahasiswa di kampus.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mahasiswa memiliki karakter yang solutif, terapiotik terhadap berbagai hal yang dihadapi. Tentu dengan kritisitas yang tinggi dan kreativitas yang tinggi. Dalam memperjuangkan keumatan, masyarakat dalam problem keterbelakangan,” imbuhnya.

Kali ini, tema yang diangkat “meneguhkan moderasi bergama menuju Indonesia rukun, cerdas dan bersih dari korupsi”. Hefni mengatakan, pelaksanaan PBAK tidak semata-mata hanya untuk menambah kuantitas mahasiswa, khususnya setelah proses transformasi dari IAIN menjadi UIN. Namun juga sekaligus menjadi momentum penanaman karakter sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Selain menambah kuantitas mahasiswa, yang bertransformasi dari IAIN menjadi UIN. Sekaligus ini memberikan karakter, dan mengenalkan budaya akademik dan kemahasiswaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto, menanggapi sekaligus menyambut hangat kehadiran ribuan mahasiswa baru tersebut. Menurutnya, melalui pertemuan yang digelar secara virtual ini, dirinya mengupayakan agar proses transofrmasi materi dan pengenalan terhadap mahasiswa dapat terserap dengan baik.

“Kalau PBAK ini tidak di desain sedemikian rupa, kita tidak akan bisa saling asah, asih, asuh. Apalagi, hampir dua tahun ini kita terpaksa harus mengikuti proses pembelajaran secara daring,” ujarnya.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2021 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi dibuka, Selasa (24/8). Pada pembukaan acara tersebut langsung disambut dengan penyampaian pertanggung jawaban pelaksanaan PBAK oleh Wakil Rektor 3 Hefni Zein.

“Saya laporkan, terdapat 3.608 peserta saat ini. Selama empat hari mahasiswa ini akan menerima materi tentang moderasi beragama, Indonesia bebas dari korupsi, disamping pembelajaran di perguruan tinggi seperti smart learning dan sebagainya,” tuturnya.

Meski digelar secara virtual, kegiatan tetap berjalan dengan khidmat, bahkan tidak menghilangkan substansi dari tujuan acara ini yang sebenarnya. Yakni memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru tentang orientasi budaya di kampus. Kemudian bagaimana pembelajaram dan pembentukan karakter mahasiswa di kampus.

“Mahasiswa memiliki karakter yang solutif, terapiotik terhadap berbagai hal yang dihadapi. Tentu dengan kritisitas yang tinggi dan kreativitas yang tinggi. Dalam memperjuangkan keumatan, masyarakat dalam problem keterbelakangan,” imbuhnya.

Kali ini, tema yang diangkat “meneguhkan moderasi bergama menuju Indonesia rukun, cerdas dan bersih dari korupsi”. Hefni mengatakan, pelaksanaan PBAK tidak semata-mata hanya untuk menambah kuantitas mahasiswa, khususnya setelah proses transformasi dari IAIN menjadi UIN. Namun juga sekaligus menjadi momentum penanaman karakter sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Selain menambah kuantitas mahasiswa, yang bertransformasi dari IAIN menjadi UIN. Sekaligus ini memberikan karakter, dan mengenalkan budaya akademik dan kemahasiswaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto, menanggapi sekaligus menyambut hangat kehadiran ribuan mahasiswa baru tersebut. Menurutnya, melalui pertemuan yang digelar secara virtual ini, dirinya mengupayakan agar proses transofrmasi materi dan pengenalan terhadap mahasiswa dapat terserap dengan baik.

“Kalau PBAK ini tidak di desain sedemikian rupa, kita tidak akan bisa saling asah, asih, asuh. Apalagi, hampir dua tahun ini kita terpaksa harus mengikuti proses pembelajaran secara daring,” ujarnya.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2021 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi dibuka, Selasa (24/8). Pada pembukaan acara tersebut langsung disambut dengan penyampaian pertanggung jawaban pelaksanaan PBAK oleh Wakil Rektor 3 Hefni Zein.

“Saya laporkan, terdapat 3.608 peserta saat ini. Selama empat hari mahasiswa ini akan menerima materi tentang moderasi beragama, Indonesia bebas dari korupsi, disamping pembelajaran di perguruan tinggi seperti smart learning dan sebagainya,” tuturnya.

Meski digelar secara virtual, kegiatan tetap berjalan dengan khidmat, bahkan tidak menghilangkan substansi dari tujuan acara ini yang sebenarnya. Yakni memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru tentang orientasi budaya di kampus. Kemudian bagaimana pembelajaram dan pembentukan karakter mahasiswa di kampus.

“Mahasiswa memiliki karakter yang solutif, terapiotik terhadap berbagai hal yang dihadapi. Tentu dengan kritisitas yang tinggi dan kreativitas yang tinggi. Dalam memperjuangkan keumatan, masyarakat dalam problem keterbelakangan,” imbuhnya.

Kali ini, tema yang diangkat “meneguhkan moderasi bergama menuju Indonesia rukun, cerdas dan bersih dari korupsi”. Hefni mengatakan, pelaksanaan PBAK tidak semata-mata hanya untuk menambah kuantitas mahasiswa, khususnya setelah proses transformasi dari IAIN menjadi UIN. Namun juga sekaligus menjadi momentum penanaman karakter sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Selain menambah kuantitas mahasiswa, yang bertransformasi dari IAIN menjadi UIN. Sekaligus ini memberikan karakter, dan mengenalkan budaya akademik dan kemahasiswaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto, menanggapi sekaligus menyambut hangat kehadiran ribuan mahasiswa baru tersebut. Menurutnya, melalui pertemuan yang digelar secara virtual ini, dirinya mengupayakan agar proses transofrmasi materi dan pengenalan terhadap mahasiswa dapat terserap dengan baik.

“Kalau PBAK ini tidak di desain sedemikian rupa, kita tidak akan bisa saling asah, asih, asuh. Apalagi, hampir dua tahun ini kita terpaksa harus mengikuti proses pembelajaran secara daring,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/