alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Stop Pembuangan Limbah Karet Sembarangan!

Warga Desa Seputih Minta Truk PDP Kahyangan Ditindak

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANG, Radar Jember – Pembuangan limbah karet PDP Kahyangan diduga sembarangan. Selain itu, tonase kendaraan truk saat mengangkut karet diduga melebihi kapasitas atau kekuatan jalan. Atas persoalan ini, warga di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, melalui LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM Penjara) mendesak agar pembuangan limbah sembarangan disetop.

BACA JUGA : Tolak Tegas Putusan Pernikahan Beda Agama

Pimpinan LSM Penjara DPD Jawa Timur Samsudi menuturkan, armada truk pengangkut karet tidak pada kelasnya. Truk itu kerap melintasi Desa Seputih dari arah kebun PDP Kahyangan. “Pernah menyebabkan beberapa kali kecelakaan,” kata Samsudi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pembuangan limbah karet itu pun, menurut Samsudi, dilakukan secara sembarangan. Yaitu dibuang begitu saja di ruas sungai, di sekitar pabrik pengolahan, pada jam-jam tertentu. “Truk yang melintas itu melebihi marka jalan, sehingga jalan ikut rusak dan membahayakan warga,” terangnya.

Berdasarkan hasil penelusuran LSM Penjara bersama warga Desa Seputih, mereka menemukan terdapat dua truk yang mengangkut hasil produksi karet untuk diantar ke pabrik pengolahan melalui jalanan desa. Sementara limbahnya dibuang ke pinggir sungai.

Samsudi mengaku, warga Desa Seputih tidak berani untuk menyampaikan komplain secara langsung kepada PDP Kahyangan karena sebagian besar ada yang terikat perjanjian kerja. Dia pun telah berusaha untuk menjembatani permasalahan tersebut dengan mendatangi kantor PDP Kahyangan. Namun, belum menemukan jalan tengah, karena tidak dapat bertemu langsung dengan pimpinannya atau ADM.

“Terkait perizinan truk bermuatan melebihi kapasitas kelas jalan tersebut, Kepala Tata Usaha (TU) PDP Kahyangan menyatakan jika sudah ada koordinasi secara lisan saja, tidak ada izin tertulis,” terang Samsudi kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/6).

Sebagai perwakilan dari warga, LSM Penjara meminta agar pembuangan limbah sembarangan distop. Terkecuali ada izin tertulis yang sah. Selain itu, desakan penyetopan agar jalan setempat tidak rusak dan tidak membuat membahayakan warga setempat.

“Banyak masalah seperti polusi, amdalnya maupun perizinannya bagaimana. Sebaiknya diurus ke pihak berwenang. Dinas Lingkungan Hidup seharusnya seperti apa, lingkungan warga bagaimana, dan masih banyak lagi. Jangan membuang limbah sembarangan seenaknya,” imbuhnya. Samsudi berharap Pemkab Jember maupun instansi terkait melakukan tindakan tegas.

- Advertisement -

MAYANG, Radar Jember – Pembuangan limbah karet PDP Kahyangan diduga sembarangan. Selain itu, tonase kendaraan truk saat mengangkut karet diduga melebihi kapasitas atau kekuatan jalan. Atas persoalan ini, warga di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, melalui LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM Penjara) mendesak agar pembuangan limbah sembarangan disetop.

BACA JUGA : Tolak Tegas Putusan Pernikahan Beda Agama

Pimpinan LSM Penjara DPD Jawa Timur Samsudi menuturkan, armada truk pengangkut karet tidak pada kelasnya. Truk itu kerap melintasi Desa Seputih dari arah kebun PDP Kahyangan. “Pernah menyebabkan beberapa kali kecelakaan,” kata Samsudi.

Pembuangan limbah karet itu pun, menurut Samsudi, dilakukan secara sembarangan. Yaitu dibuang begitu saja di ruas sungai, di sekitar pabrik pengolahan, pada jam-jam tertentu. “Truk yang melintas itu melebihi marka jalan, sehingga jalan ikut rusak dan membahayakan warga,” terangnya.

Berdasarkan hasil penelusuran LSM Penjara bersama warga Desa Seputih, mereka menemukan terdapat dua truk yang mengangkut hasil produksi karet untuk diantar ke pabrik pengolahan melalui jalanan desa. Sementara limbahnya dibuang ke pinggir sungai.

Samsudi mengaku, warga Desa Seputih tidak berani untuk menyampaikan komplain secara langsung kepada PDP Kahyangan karena sebagian besar ada yang terikat perjanjian kerja. Dia pun telah berusaha untuk menjembatani permasalahan tersebut dengan mendatangi kantor PDP Kahyangan. Namun, belum menemukan jalan tengah, karena tidak dapat bertemu langsung dengan pimpinannya atau ADM.

“Terkait perizinan truk bermuatan melebihi kapasitas kelas jalan tersebut, Kepala Tata Usaha (TU) PDP Kahyangan menyatakan jika sudah ada koordinasi secara lisan saja, tidak ada izin tertulis,” terang Samsudi kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/6).

Sebagai perwakilan dari warga, LSM Penjara meminta agar pembuangan limbah sembarangan distop. Terkecuali ada izin tertulis yang sah. Selain itu, desakan penyetopan agar jalan setempat tidak rusak dan tidak membuat membahayakan warga setempat.

“Banyak masalah seperti polusi, amdalnya maupun perizinannya bagaimana. Sebaiknya diurus ke pihak berwenang. Dinas Lingkungan Hidup seharusnya seperti apa, lingkungan warga bagaimana, dan masih banyak lagi. Jangan membuang limbah sembarangan seenaknya,” imbuhnya. Samsudi berharap Pemkab Jember maupun instansi terkait melakukan tindakan tegas.

MAYANG, Radar Jember – Pembuangan limbah karet PDP Kahyangan diduga sembarangan. Selain itu, tonase kendaraan truk saat mengangkut karet diduga melebihi kapasitas atau kekuatan jalan. Atas persoalan ini, warga di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, melalui LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM Penjara) mendesak agar pembuangan limbah sembarangan disetop.

BACA JUGA : Tolak Tegas Putusan Pernikahan Beda Agama

Pimpinan LSM Penjara DPD Jawa Timur Samsudi menuturkan, armada truk pengangkut karet tidak pada kelasnya. Truk itu kerap melintasi Desa Seputih dari arah kebun PDP Kahyangan. “Pernah menyebabkan beberapa kali kecelakaan,” kata Samsudi.

Pembuangan limbah karet itu pun, menurut Samsudi, dilakukan secara sembarangan. Yaitu dibuang begitu saja di ruas sungai, di sekitar pabrik pengolahan, pada jam-jam tertentu. “Truk yang melintas itu melebihi marka jalan, sehingga jalan ikut rusak dan membahayakan warga,” terangnya.

Berdasarkan hasil penelusuran LSM Penjara bersama warga Desa Seputih, mereka menemukan terdapat dua truk yang mengangkut hasil produksi karet untuk diantar ke pabrik pengolahan melalui jalanan desa. Sementara limbahnya dibuang ke pinggir sungai.

Samsudi mengaku, warga Desa Seputih tidak berani untuk menyampaikan komplain secara langsung kepada PDP Kahyangan karena sebagian besar ada yang terikat perjanjian kerja. Dia pun telah berusaha untuk menjembatani permasalahan tersebut dengan mendatangi kantor PDP Kahyangan. Namun, belum menemukan jalan tengah, karena tidak dapat bertemu langsung dengan pimpinannya atau ADM.

“Terkait perizinan truk bermuatan melebihi kapasitas kelas jalan tersebut, Kepala Tata Usaha (TU) PDP Kahyangan menyatakan jika sudah ada koordinasi secara lisan saja, tidak ada izin tertulis,” terang Samsudi kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/6).

Sebagai perwakilan dari warga, LSM Penjara meminta agar pembuangan limbah sembarangan distop. Terkecuali ada izin tertulis yang sah. Selain itu, desakan penyetopan agar jalan setempat tidak rusak dan tidak membuat membahayakan warga setempat.

“Banyak masalah seperti polusi, amdalnya maupun perizinannya bagaimana. Sebaiknya diurus ke pihak berwenang. Dinas Lingkungan Hidup seharusnya seperti apa, lingkungan warga bagaimana, dan masih banyak lagi. Jangan membuang limbah sembarangan seenaknya,” imbuhnya. Samsudi berharap Pemkab Jember maupun instansi terkait melakukan tindakan tegas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/