alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bakal Rintis Media Perjuangan untuk Perempuan

GPP Jember Adakan Ngaji Jurnalistik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minimnya saluran perjuangan perempuan di media massa, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Terlebih saat ini, masalah terkait perempuan di Jember cukup banyak. Mulai dari tingginya tingkat kekerasan dan pelecehan seksual, hingga rendahnya jaminan kesehatan. Oleh karena itu, perempuan dinilai harus memiliki kanal untuk menyuarakan pemenuhan hak-hak mereka.

Direktur GPP Jember Sri Sulistyani mengatakan, selama ini ruang media massa atas kepentingan perempuan masih cukup minim. Bahkan pada beberapa kasus, berita yang disiarkan justru bias gender. Perempuan cenderung disalahkan meski mereka menjadi korban. Untuk itulah, GPP Jember membekali anggotanya dengan pelatihan jurnalistik. Ini agar kaum perempuan memiliki bekal yang cukup dalam mencari, mengolah, dan menyusun informasi untuk disuguhkan ke publik.

“Garis besarnya, ada dua materi yang kami siapkan dengan melibatkan narasumber berkompeten. Materi pertama tentang kepenulisan dan fotografi, dan yang kedua soal pembuatan berita berbasis audio visual,” ucapnya, ketika dalam forum Workshop Jurnalis Warga di Aula Letkol Moch Sroedji Gedung Bakowil V Jawa Timur di Jalan Kalimantan, Sumbersari, Jember, Kamis (25/3). Dua pembicara yang dihadirkan pada workshop itu adalah Mahrus Sholih dari Jawa Pos Radar Jember, serta Vera Zenvia dari JTV Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Belasan perempuan terlibat dalam forum workshop itu. Mereka cukup antusias menyimak pemaparan materi tentang jurnalisme warga, teknik menyusun dan menulis berita, serta strategi menyampaikan pesan yang efektif kepada khalayak. Bagian akhir, peserta diminta menyusun narasi berita tentang kegiatan yang dilaksanakan tersebut. “Setelah ini, kami juga berencana akan merintis media tersendiri. Semoga bisa menjadi sarana perjuangan bagi kaum perempuan di Jember,” ucap Sulis.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minimnya saluran perjuangan perempuan di media massa, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Terlebih saat ini, masalah terkait perempuan di Jember cukup banyak. Mulai dari tingginya tingkat kekerasan dan pelecehan seksual, hingga rendahnya jaminan kesehatan. Oleh karena itu, perempuan dinilai harus memiliki kanal untuk menyuarakan pemenuhan hak-hak mereka.

Direktur GPP Jember Sri Sulistyani mengatakan, selama ini ruang media massa atas kepentingan perempuan masih cukup minim. Bahkan pada beberapa kasus, berita yang disiarkan justru bias gender. Perempuan cenderung disalahkan meski mereka menjadi korban. Untuk itulah, GPP Jember membekali anggotanya dengan pelatihan jurnalistik. Ini agar kaum perempuan memiliki bekal yang cukup dalam mencari, mengolah, dan menyusun informasi untuk disuguhkan ke publik.

“Garis besarnya, ada dua materi yang kami siapkan dengan melibatkan narasumber berkompeten. Materi pertama tentang kepenulisan dan fotografi, dan yang kedua soal pembuatan berita berbasis audio visual,” ucapnya, ketika dalam forum Workshop Jurnalis Warga di Aula Letkol Moch Sroedji Gedung Bakowil V Jawa Timur di Jalan Kalimantan, Sumbersari, Jember, Kamis (25/3). Dua pembicara yang dihadirkan pada workshop itu adalah Mahrus Sholih dari Jawa Pos Radar Jember, serta Vera Zenvia dari JTV Jember.

Belasan perempuan terlibat dalam forum workshop itu. Mereka cukup antusias menyimak pemaparan materi tentang jurnalisme warga, teknik menyusun dan menulis berita, serta strategi menyampaikan pesan yang efektif kepada khalayak. Bagian akhir, peserta diminta menyusun narasi berita tentang kegiatan yang dilaksanakan tersebut. “Setelah ini, kami juga berencana akan merintis media tersendiri. Semoga bisa menjadi sarana perjuangan bagi kaum perempuan di Jember,” ucap Sulis.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minimnya saluran perjuangan perempuan di media massa, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember. Terlebih saat ini, masalah terkait perempuan di Jember cukup banyak. Mulai dari tingginya tingkat kekerasan dan pelecehan seksual, hingga rendahnya jaminan kesehatan. Oleh karena itu, perempuan dinilai harus memiliki kanal untuk menyuarakan pemenuhan hak-hak mereka.

Direktur GPP Jember Sri Sulistyani mengatakan, selama ini ruang media massa atas kepentingan perempuan masih cukup minim. Bahkan pada beberapa kasus, berita yang disiarkan justru bias gender. Perempuan cenderung disalahkan meski mereka menjadi korban. Untuk itulah, GPP Jember membekali anggotanya dengan pelatihan jurnalistik. Ini agar kaum perempuan memiliki bekal yang cukup dalam mencari, mengolah, dan menyusun informasi untuk disuguhkan ke publik.

“Garis besarnya, ada dua materi yang kami siapkan dengan melibatkan narasumber berkompeten. Materi pertama tentang kepenulisan dan fotografi, dan yang kedua soal pembuatan berita berbasis audio visual,” ucapnya, ketika dalam forum Workshop Jurnalis Warga di Aula Letkol Moch Sroedji Gedung Bakowil V Jawa Timur di Jalan Kalimantan, Sumbersari, Jember, Kamis (25/3). Dua pembicara yang dihadirkan pada workshop itu adalah Mahrus Sholih dari Jawa Pos Radar Jember, serta Vera Zenvia dari JTV Jember.

Belasan perempuan terlibat dalam forum workshop itu. Mereka cukup antusias menyimak pemaparan materi tentang jurnalisme warga, teknik menyusun dan menulis berita, serta strategi menyampaikan pesan yang efektif kepada khalayak. Bagian akhir, peserta diminta menyusun narasi berita tentang kegiatan yang dilaksanakan tersebut. “Setelah ini, kami juga berencana akan merintis media tersendiri. Semoga bisa menjadi sarana perjuangan bagi kaum perempuan di Jember,” ucap Sulis.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/