alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tiga Siswa Nuris Raih Juara Nasional, Minyak Jelantah Dijadikan Biodiesel

Minyak jelantah sering kali dianggap limbah rumah tangga yang cukup mengganggu dan menyebabkan penyakit. Sehingga, limbah berbentuk cair dari bekas penggorengan ini sering dibuang begitu saja. Namun, bagi tiga santri Ponpes Nuris, limbah minyak jelantah ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi biodiesel.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski belajar di pesantren, para siswa yang juga merupakan santri di Ponpes Nuris Jember ini tetap tak berpengaruh pada melemahnya potensi sains dan inovasi. Justru bagi mereka, ini menjadi keuntungan tersendiri. Sebab, siswa bisa semakin intens dalam belajar berbagai macam pengetahuan.

Tepat pada November atau penghujung tahun lalu, tiga siswa MA Unggulan Nuris kembali membawa nama baik yayasan atas capaian prestasi fantastisnya, dalam bidang karya inovasi energi terbarukan. Berkat gagasan yang mengangkat tema pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel, tiga siswa MA Unggulan Nuris yang tergabung dalam tim karya ilmiah tersebut berhasil meraih juara 3 tingkat nasional di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Ketiga siswa tersebut bersaing dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Soedirman Paper Competition 2021 secara daring yang digelar oleh Fakultas Teknik Elektro Unsoed, Purwokerto. M Ramadhani Rahman, M Azhar Zanky Dhausad, dan Bagus Dilyaul Awliya W, ketiga siswa ini mengirimkan teks gagasan mereka via email, kemudian mempresentasikannya secara virtual melalui Zoom Meetings.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bithraca: Studi Perbandingan Penggunaan Cangkang Kerang Hijau dan Cangkang Telur sebagai Bio-Katalisator pada Biodiesel Minyak Jelantah Hasil Penggorengan Kerupuk”, inilah judul dari karya inovatif para siswa jenius itu. Dengan penuh percaya diri, mereka mempresentasikan karya ilmiah tersebut di hadapan dewan juri secara daring.

Salah satu siswa, Rahman, menjelaskan, munculnya inspirasi untuk mengangkat tema tersebut memang tak jauh dari kondisi keseharian masyarakat di Jember, terutama warga sekitar pesantren. Menurutnya, di Jember ini banyak sekali pelaku UMKM yang mengolah produk kerupuk. Tentunya, produk makanan yang diolah menggunakan minyak goreng ini juga menghasilkan limbah yang tak baik untuk kesehatan dan mencemari lingkungan.

“Baik yang skala rumah tangga atau yang cukup besar, semuanya kan menghasilkan limbah minyak jelantah. Kami ingin limbah ini tidak sekadar menambah beban pencemaran dan sampah di masyarakat sehingga tebersit untuk mengelolanya agar punya nilai manfaat,” ungkap siswa kelas XI IPA 1 MA Unggulan Nuris ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski belajar di pesantren, para siswa yang juga merupakan santri di Ponpes Nuris Jember ini tetap tak berpengaruh pada melemahnya potensi sains dan inovasi. Justru bagi mereka, ini menjadi keuntungan tersendiri. Sebab, siswa bisa semakin intens dalam belajar berbagai macam pengetahuan.

Tepat pada November atau penghujung tahun lalu, tiga siswa MA Unggulan Nuris kembali membawa nama baik yayasan atas capaian prestasi fantastisnya, dalam bidang karya inovasi energi terbarukan. Berkat gagasan yang mengangkat tema pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel, tiga siswa MA Unggulan Nuris yang tergabung dalam tim karya ilmiah tersebut berhasil meraih juara 3 tingkat nasional di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Ketiga siswa tersebut bersaing dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Soedirman Paper Competition 2021 secara daring yang digelar oleh Fakultas Teknik Elektro Unsoed, Purwokerto. M Ramadhani Rahman, M Azhar Zanky Dhausad, dan Bagus Dilyaul Awliya W, ketiga siswa ini mengirimkan teks gagasan mereka via email, kemudian mempresentasikannya secara virtual melalui Zoom Meetings.

“Bithraca: Studi Perbandingan Penggunaan Cangkang Kerang Hijau dan Cangkang Telur sebagai Bio-Katalisator pada Biodiesel Minyak Jelantah Hasil Penggorengan Kerupuk”, inilah judul dari karya inovatif para siswa jenius itu. Dengan penuh percaya diri, mereka mempresentasikan karya ilmiah tersebut di hadapan dewan juri secara daring.

Salah satu siswa, Rahman, menjelaskan, munculnya inspirasi untuk mengangkat tema tersebut memang tak jauh dari kondisi keseharian masyarakat di Jember, terutama warga sekitar pesantren. Menurutnya, di Jember ini banyak sekali pelaku UMKM yang mengolah produk kerupuk. Tentunya, produk makanan yang diolah menggunakan minyak goreng ini juga menghasilkan limbah yang tak baik untuk kesehatan dan mencemari lingkungan.

“Baik yang skala rumah tangga atau yang cukup besar, semuanya kan menghasilkan limbah minyak jelantah. Kami ingin limbah ini tidak sekadar menambah beban pencemaran dan sampah di masyarakat sehingga tebersit untuk mengelolanya agar punya nilai manfaat,” ungkap siswa kelas XI IPA 1 MA Unggulan Nuris ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski belajar di pesantren, para siswa yang juga merupakan santri di Ponpes Nuris Jember ini tetap tak berpengaruh pada melemahnya potensi sains dan inovasi. Justru bagi mereka, ini menjadi keuntungan tersendiri. Sebab, siswa bisa semakin intens dalam belajar berbagai macam pengetahuan.

Tepat pada November atau penghujung tahun lalu, tiga siswa MA Unggulan Nuris kembali membawa nama baik yayasan atas capaian prestasi fantastisnya, dalam bidang karya inovasi energi terbarukan. Berkat gagasan yang mengangkat tema pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel, tiga siswa MA Unggulan Nuris yang tergabung dalam tim karya ilmiah tersebut berhasil meraih juara 3 tingkat nasional di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Ketiga siswa tersebut bersaing dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Soedirman Paper Competition 2021 secara daring yang digelar oleh Fakultas Teknik Elektro Unsoed, Purwokerto. M Ramadhani Rahman, M Azhar Zanky Dhausad, dan Bagus Dilyaul Awliya W, ketiga siswa ini mengirimkan teks gagasan mereka via email, kemudian mempresentasikannya secara virtual melalui Zoom Meetings.

“Bithraca: Studi Perbandingan Penggunaan Cangkang Kerang Hijau dan Cangkang Telur sebagai Bio-Katalisator pada Biodiesel Minyak Jelantah Hasil Penggorengan Kerupuk”, inilah judul dari karya inovatif para siswa jenius itu. Dengan penuh percaya diri, mereka mempresentasikan karya ilmiah tersebut di hadapan dewan juri secara daring.

Salah satu siswa, Rahman, menjelaskan, munculnya inspirasi untuk mengangkat tema tersebut memang tak jauh dari kondisi keseharian masyarakat di Jember, terutama warga sekitar pesantren. Menurutnya, di Jember ini banyak sekali pelaku UMKM yang mengolah produk kerupuk. Tentunya, produk makanan yang diolah menggunakan minyak goreng ini juga menghasilkan limbah yang tak baik untuk kesehatan dan mencemari lingkungan.

“Baik yang skala rumah tangga atau yang cukup besar, semuanya kan menghasilkan limbah minyak jelantah. Kami ingin limbah ini tidak sekadar menambah beban pencemaran dan sampah di masyarakat sehingga tebersit untuk mengelolanya agar punya nilai manfaat,” ungkap siswa kelas XI IPA 1 MA Unggulan Nuris ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/