alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Dorong Ibu-Ibu Jadi Aktor Peduli Lingkungan

Beri Pelatihan Pengelolaan Sampah dengan Mini Komposter dan Kompos

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sampah selalu identik hal yang kotor dan bau. Padahal jika ditangani dengan tepat, bisa memberikan nilai ekonomis dan meningkatkan estetika lingkungan. Tim Pengabdian pada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) yang diketuai Dr Ir Yeny Dhokhikah ST MT bersama anggota Dr Luh Putu Suciati SP MSi, Budhy Santoso SSos MSi PhD, Noven Pramitasari ST MT, dan dibantu tiga mahasiswa Prodi S-1 Teknik Lingkungan UNEJ serta satu mahasiswa Prodi Pascasarjana Manajemen Pengelolaan Sumber Daya Air/Lingkungan UNEJ, melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan mini komposter dan kompos.

Yeny menjelaskan, sosialisasi dan pelatihan itu merupakan Program Pengabdian Berbasis Penelitian (PPBP) Tahun Anggaran 2021. Tujuannya agar penanganan sampah rumah tangga bisa lebih bijak. Targetnya menuju kampung yang ramah sampah rumah tangga. Menurutnya, pengelolaan sampah dengan paradigma lama, yaitu kumpul, angkut, dan buang, memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Sementara itu, pengelolaan dengan paradigma 3R, yaitu mengurangi sampah di sumber (reduce), menggunakan ulang (reuse), dan mendaur ulang sampah (recycle) juga belum didukung dengan kesiapan infrastruktur. “Pengetahuan penanganan sampah 3R ini masih minim. Karena itu, perlu didorong dengan pelatihan penanganan sampah,” terang dosen S-1 Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UNEJ tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sosialisasi dan pelatihan itu terlaksana dari sumber pendanaan Program Pengabdian Berbasis Penelitian LP2M UNEJ. Peserta sengaja melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang sering berinteraksi langsung dengan sampah rumah tangga. Pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pretest untuk mengukur pemahaman peserta terkait sampah dan penanganannya. Lalu, pemaparan materi inti sekaligus diskusi dengan peserta.

Setelah itu, ada posttest untuk mengukur pemahaman peserta dalam menyerap materi. Diteruskan pada pelatihan pembuatan mini komposter dan pembuatan kompos. “Hasil pretest menunjukkan 64,71 persen peserta belum mengetahui jenis sampah yang dapat dijadikan kompos dan cara pembuatannya. Dan 11,76 persen peserta belum mengetahui manfaat kompos,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sampah selalu identik hal yang kotor dan bau. Padahal jika ditangani dengan tepat, bisa memberikan nilai ekonomis dan meningkatkan estetika lingkungan. Tim Pengabdian pada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) yang diketuai Dr Ir Yeny Dhokhikah ST MT bersama anggota Dr Luh Putu Suciati SP MSi, Budhy Santoso SSos MSi PhD, Noven Pramitasari ST MT, dan dibantu tiga mahasiswa Prodi S-1 Teknik Lingkungan UNEJ serta satu mahasiswa Prodi Pascasarjana Manajemen Pengelolaan Sumber Daya Air/Lingkungan UNEJ, melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan mini komposter dan kompos.

Yeny menjelaskan, sosialisasi dan pelatihan itu merupakan Program Pengabdian Berbasis Penelitian (PPBP) Tahun Anggaran 2021. Tujuannya agar penanganan sampah rumah tangga bisa lebih bijak. Targetnya menuju kampung yang ramah sampah rumah tangga. Menurutnya, pengelolaan sampah dengan paradigma lama, yaitu kumpul, angkut, dan buang, memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Sementara itu, pengelolaan dengan paradigma 3R, yaitu mengurangi sampah di sumber (reduce), menggunakan ulang (reuse), dan mendaur ulang sampah (recycle) juga belum didukung dengan kesiapan infrastruktur. “Pengetahuan penanganan sampah 3R ini masih minim. Karena itu, perlu didorong dengan pelatihan penanganan sampah,” terang dosen S-1 Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UNEJ tersebut.

Sosialisasi dan pelatihan itu terlaksana dari sumber pendanaan Program Pengabdian Berbasis Penelitian LP2M UNEJ. Peserta sengaja melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang sering berinteraksi langsung dengan sampah rumah tangga. Pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pretest untuk mengukur pemahaman peserta terkait sampah dan penanganannya. Lalu, pemaparan materi inti sekaligus diskusi dengan peserta.

Setelah itu, ada posttest untuk mengukur pemahaman peserta dalam menyerap materi. Diteruskan pada pelatihan pembuatan mini komposter dan pembuatan kompos. “Hasil pretest menunjukkan 64,71 persen peserta belum mengetahui jenis sampah yang dapat dijadikan kompos dan cara pembuatannya. Dan 11,76 persen peserta belum mengetahui manfaat kompos,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sampah selalu identik hal yang kotor dan bau. Padahal jika ditangani dengan tepat, bisa memberikan nilai ekonomis dan meningkatkan estetika lingkungan. Tim Pengabdian pada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) yang diketuai Dr Ir Yeny Dhokhikah ST MT bersama anggota Dr Luh Putu Suciati SP MSi, Budhy Santoso SSos MSi PhD, Noven Pramitasari ST MT, dan dibantu tiga mahasiswa Prodi S-1 Teknik Lingkungan UNEJ serta satu mahasiswa Prodi Pascasarjana Manajemen Pengelolaan Sumber Daya Air/Lingkungan UNEJ, melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan mini komposter dan kompos.

Yeny menjelaskan, sosialisasi dan pelatihan itu merupakan Program Pengabdian Berbasis Penelitian (PPBP) Tahun Anggaran 2021. Tujuannya agar penanganan sampah rumah tangga bisa lebih bijak. Targetnya menuju kampung yang ramah sampah rumah tangga. Menurutnya, pengelolaan sampah dengan paradigma lama, yaitu kumpul, angkut, dan buang, memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Sementara itu, pengelolaan dengan paradigma 3R, yaitu mengurangi sampah di sumber (reduce), menggunakan ulang (reuse), dan mendaur ulang sampah (recycle) juga belum didukung dengan kesiapan infrastruktur. “Pengetahuan penanganan sampah 3R ini masih minim. Karena itu, perlu didorong dengan pelatihan penanganan sampah,” terang dosen S-1 Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UNEJ tersebut.

Sosialisasi dan pelatihan itu terlaksana dari sumber pendanaan Program Pengabdian Berbasis Penelitian LP2M UNEJ. Peserta sengaja melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang sering berinteraksi langsung dengan sampah rumah tangga. Pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pretest untuk mengukur pemahaman peserta terkait sampah dan penanganannya. Lalu, pemaparan materi inti sekaligus diskusi dengan peserta.

Setelah itu, ada posttest untuk mengukur pemahaman peserta dalam menyerap materi. Diteruskan pada pelatihan pembuatan mini komposter dan pembuatan kompos. “Hasil pretest menunjukkan 64,71 persen peserta belum mengetahui jenis sampah yang dapat dijadikan kompos dan cara pembuatannya. Dan 11,76 persen peserta belum mengetahui manfaat kompos,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/