alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Cerpenis SMA Nuris Raih Dua Gelar Sekaligus

Dalam Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

ANTIROGO, RADARJEMBER.ID – Dua siswa SMA Nuris Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini di ajang lomba cipta cerpen MAPK Fair 2021 yang diselenggarakan Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MAN-PK) Solo, beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Tazyinatul Ilmiah dari kelas XI IPA 3 yang meraih juara 1, dan Kayla Athaya Tifani dari kelas XI IPA 1 sebagai juara 3. Torehan itu sekaligus menambah koleksi prestasi SMA Nuris di bidang cipta cerpen dan puisi, yang mencapai total 10 juara atau piala. Semuanya diraih di tingkat nasional selama tahun ajaran 2020-2021.

Dalam lomba yang berlangsung daring itu, dua cerpenis muda ini mengangkat tema tentang wabah dan dikaitkan dengan kearifan lokal. Cerpen Kayla berjudul Obituari Tawang Alun dan Pandemi Sepanjang Masa. Sementara cerpen Tazyi berjudul Ajian Moksa Wabah. “Sejak dulu, saya memang menyukai cerpen dan puisi,” aku Tazyi saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Santri asal Jelbuk itu juga mengaku sering mengikuti lomba cerpen dan puisi. Bahkan, beberapa kali tercatat sukses meraih juara. “Ada sekitar 10 lomba yang sempat saya ikuti,” tambahnya.

Tak hanya dia, Kayla juga piawai dalam mengarang tulisan dalam bentuk cerpen ataupun puisi. Menurut Kayla, menjadi cerpenis itu menyenangkan. Sebab, dia merasa mudah dan banyak menemukan ide ataupun inspirasi. “Biasanya muncul dari pengamatan sekeliling dan dari berimajinasi,” kata santri asal Kota Gandrung, Banyuwangi, ini. Kayla juga tercatat beberapa kali mengikuti lomba cerpen dan puisi, dan beberapa di antaranya meraih juara.

- Advertisement -

ANTIROGO, RADARJEMBER.ID – Dua siswa SMA Nuris Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini di ajang lomba cipta cerpen MAPK Fair 2021 yang diselenggarakan Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MAN-PK) Solo, beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Tazyinatul Ilmiah dari kelas XI IPA 3 yang meraih juara 1, dan Kayla Athaya Tifani dari kelas XI IPA 1 sebagai juara 3. Torehan itu sekaligus menambah koleksi prestasi SMA Nuris di bidang cipta cerpen dan puisi, yang mencapai total 10 juara atau piala. Semuanya diraih di tingkat nasional selama tahun ajaran 2020-2021.

Dalam lomba yang berlangsung daring itu, dua cerpenis muda ini mengangkat tema tentang wabah dan dikaitkan dengan kearifan lokal. Cerpen Kayla berjudul Obituari Tawang Alun dan Pandemi Sepanjang Masa. Sementara cerpen Tazyi berjudul Ajian Moksa Wabah. “Sejak dulu, saya memang menyukai cerpen dan puisi,” aku Tazyi saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Santri asal Jelbuk itu juga mengaku sering mengikuti lomba cerpen dan puisi. Bahkan, beberapa kali tercatat sukses meraih juara. “Ada sekitar 10 lomba yang sempat saya ikuti,” tambahnya.

Tak hanya dia, Kayla juga piawai dalam mengarang tulisan dalam bentuk cerpen ataupun puisi. Menurut Kayla, menjadi cerpenis itu menyenangkan. Sebab, dia merasa mudah dan banyak menemukan ide ataupun inspirasi. “Biasanya muncul dari pengamatan sekeliling dan dari berimajinasi,” kata santri asal Kota Gandrung, Banyuwangi, ini. Kayla juga tercatat beberapa kali mengikuti lomba cerpen dan puisi, dan beberapa di antaranya meraih juara.

ANTIROGO, RADARJEMBER.ID – Dua siswa SMA Nuris Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini di ajang lomba cipta cerpen MAPK Fair 2021 yang diselenggarakan Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MAN-PK) Solo, beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Tazyinatul Ilmiah dari kelas XI IPA 3 yang meraih juara 1, dan Kayla Athaya Tifani dari kelas XI IPA 1 sebagai juara 3. Torehan itu sekaligus menambah koleksi prestasi SMA Nuris di bidang cipta cerpen dan puisi, yang mencapai total 10 juara atau piala. Semuanya diraih di tingkat nasional selama tahun ajaran 2020-2021.

Dalam lomba yang berlangsung daring itu, dua cerpenis muda ini mengangkat tema tentang wabah dan dikaitkan dengan kearifan lokal. Cerpen Kayla berjudul Obituari Tawang Alun dan Pandemi Sepanjang Masa. Sementara cerpen Tazyi berjudul Ajian Moksa Wabah. “Sejak dulu, saya memang menyukai cerpen dan puisi,” aku Tazyi saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Santri asal Jelbuk itu juga mengaku sering mengikuti lomba cerpen dan puisi. Bahkan, beberapa kali tercatat sukses meraih juara. “Ada sekitar 10 lomba yang sempat saya ikuti,” tambahnya.

Tak hanya dia, Kayla juga piawai dalam mengarang tulisan dalam bentuk cerpen ataupun puisi. Menurut Kayla, menjadi cerpenis itu menyenangkan. Sebab, dia merasa mudah dan banyak menemukan ide ataupun inspirasi. “Biasanya muncul dari pengamatan sekeliling dan dari berimajinasi,” kata santri asal Kota Gandrung, Banyuwangi, ini. Kayla juga tercatat beberapa kali mengikuti lomba cerpen dan puisi, dan beberapa di antaranya meraih juara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/