alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

UM Jember Dorong Produk UMKM Tersertifikasi Halal

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sebagai perguruan tinggi yang siap mencetak para pelaku usaha, Universitas Muhammadiyah (UM) Jember terus mendukung calon pelaku usaha. Salah satunya melalui sosialisasi Sertifikasi Halal Gratis (Sehati). Kegiatan ini digelar atas kerja sama antara Tim Pusat Studi Sentra Halal UM Jember dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), kemarin (22/10).

Wakil Rektor 3 UM Jember Dr Syamsul Hadi Kusuma mengatakan, keberadaan lembaga sertifikasi halal saat ini sudah mulai familier. Hal itu mengharuskan pelaku usaha ikut serta memberikan jaminan halal terhadap produk-produknya. “Kehalalan sebuah produk menjadi penting bagi pelaku usaha dan calon konsumen,” ucapnya.

Pentingnya sertifikasi halal juga dipaparkan beberapa pemateri. Mulai dari unsur Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Satgas Halal Provinsi Jawa Timur, Disperindag, dan Diskop Jember. Selain itu, juga disampaikan beberapa pelaku UMKM di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Satgas Halal Kanwil Kemenag Jawa Timur Dra Ummu Choiriyah menjelaskan, keberadaan BPJPH dengan program Sehati diawali dari kekhawatiran calon konsumen Indonesia yang mayoritas muslim. Dari situ, MUI membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika atau LPPOM untuk sertifikasi halal.

Menurut dia, tidak hanya pada makanan, label halal juga harus ada pada produk barang dan jasa. Misalnya jasa penyembelihan hewan. “Kesulitan saat ini, sulit membedakan mana jasa penyembelihan yang halal dan belum halal, atau membeli produk hewani, harus ditelusuri ke RPH (rumah pemotongan hewan, Red) mana,” jelasnya.

Sementara itu, untuk barang dan jasa, lanjut Ummu, juga perlu dipastikan tempat penyimpanan dan pengelolaannya bersih dan suci. “Jaminan produk halal itu bisa memberikan nilai tambah dalam penjualan produk,” sambung Ummu.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sebagai perguruan tinggi yang siap mencetak para pelaku usaha, Universitas Muhammadiyah (UM) Jember terus mendukung calon pelaku usaha. Salah satunya melalui sosialisasi Sertifikasi Halal Gratis (Sehati). Kegiatan ini digelar atas kerja sama antara Tim Pusat Studi Sentra Halal UM Jember dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), kemarin (22/10).

Wakil Rektor 3 UM Jember Dr Syamsul Hadi Kusuma mengatakan, keberadaan lembaga sertifikasi halal saat ini sudah mulai familier. Hal itu mengharuskan pelaku usaha ikut serta memberikan jaminan halal terhadap produk-produknya. “Kehalalan sebuah produk menjadi penting bagi pelaku usaha dan calon konsumen,” ucapnya.

Pentingnya sertifikasi halal juga dipaparkan beberapa pemateri. Mulai dari unsur Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Satgas Halal Provinsi Jawa Timur, Disperindag, dan Diskop Jember. Selain itu, juga disampaikan beberapa pelaku UMKM di Jember.

Ketua Satgas Halal Kanwil Kemenag Jawa Timur Dra Ummu Choiriyah menjelaskan, keberadaan BPJPH dengan program Sehati diawali dari kekhawatiran calon konsumen Indonesia yang mayoritas muslim. Dari situ, MUI membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika atau LPPOM untuk sertifikasi halal.

Menurut dia, tidak hanya pada makanan, label halal juga harus ada pada produk barang dan jasa. Misalnya jasa penyembelihan hewan. “Kesulitan saat ini, sulit membedakan mana jasa penyembelihan yang halal dan belum halal, atau membeli produk hewani, harus ditelusuri ke RPH (rumah pemotongan hewan, Red) mana,” jelasnya.

Sementara itu, untuk barang dan jasa, lanjut Ummu, juga perlu dipastikan tempat penyimpanan dan pengelolaannya bersih dan suci. “Jaminan produk halal itu bisa memberikan nilai tambah dalam penjualan produk,” sambung Ummu.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sebagai perguruan tinggi yang siap mencetak para pelaku usaha, Universitas Muhammadiyah (UM) Jember terus mendukung calon pelaku usaha. Salah satunya melalui sosialisasi Sertifikasi Halal Gratis (Sehati). Kegiatan ini digelar atas kerja sama antara Tim Pusat Studi Sentra Halal UM Jember dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), kemarin (22/10).

Wakil Rektor 3 UM Jember Dr Syamsul Hadi Kusuma mengatakan, keberadaan lembaga sertifikasi halal saat ini sudah mulai familier. Hal itu mengharuskan pelaku usaha ikut serta memberikan jaminan halal terhadap produk-produknya. “Kehalalan sebuah produk menjadi penting bagi pelaku usaha dan calon konsumen,” ucapnya.

Pentingnya sertifikasi halal juga dipaparkan beberapa pemateri. Mulai dari unsur Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Satgas Halal Provinsi Jawa Timur, Disperindag, dan Diskop Jember. Selain itu, juga disampaikan beberapa pelaku UMKM di Jember.

Ketua Satgas Halal Kanwil Kemenag Jawa Timur Dra Ummu Choiriyah menjelaskan, keberadaan BPJPH dengan program Sehati diawali dari kekhawatiran calon konsumen Indonesia yang mayoritas muslim. Dari situ, MUI membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika atau LPPOM untuk sertifikasi halal.

Menurut dia, tidak hanya pada makanan, label halal juga harus ada pada produk barang dan jasa. Misalnya jasa penyembelihan hewan. “Kesulitan saat ini, sulit membedakan mana jasa penyembelihan yang halal dan belum halal, atau membeli produk hewani, harus ditelusuri ke RPH (rumah pemotongan hewan, Red) mana,” jelasnya.

Sementara itu, untuk barang dan jasa, lanjut Ummu, juga perlu dipastikan tempat penyimpanan dan pengelolaannya bersih dan suci. “Jaminan produk halal itu bisa memberikan nilai tambah dalam penjualan produk,” sambung Ummu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/