alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Target DP3AKB Tahun Ini dalam Pemenuhan Hak Anak

Penuhi Kriteria KLA, Punya Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia lantas berbagi pengalamannya ketika melakukan penyusunan RAD. Pihaknya masuk dalam penyusunan klaster dua yang berfokus pada pemantapan program pemenuhan hak sipil dan kebebasan. Ia sempat mengalami kesulitan kala menyusun program. Sebab, OPD yang juga ternaung dalam klaster dua tidak memiliki data detail tentang program yang berkorelasi dalam pemenuhan hak anak.

Jika demikian, Eri menuturkan, dampaknya pekerjaan akan menumpuk di akhir perancangan KLA. Walau bisa selesai, namun tak mampu menyentuh esensi pemahaman program KLA. Dan problem ini, kata dia, masih belum teratasi hingga saat ini. Akibatnya, pembahasan setiap tahunnya masih sama, yaitu visi memberikan pemahaman kepada OPD.

Menurut dia, hal yang paling strategis adalah menggagas adanya sekretariat KLA. Nantinya, sekretariat ini yang membantu proses pendataan dan memberikan pemahaman. Dengan demikian, ketika penyusunan RAD, visi utamanya tidak hanya memberikan pemahaman kepada OPD, tapi lebih kepada peningkatan muatan program di setiap klasternya. Bersamaan dengan itu, juga perlu adanya penyegaran SK KLA. Agar ada progres dan memiliki pijakan untuk menyusun RAD. “Kalau ada sekretariatnya, maka akan ada orang-orang khusus yang akan mengelola agar KLA itu berjalan,” kata Eri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal senada juga diungkapkan oleh Founder Taman Belajar Tanoker Ciciek Farha, yang juga menjadi tim penyusun RAD klaster tiga. Klaster ini membahas tentang lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Dalam penyusunan RAD, ia juga minim menemukan jejak pelaksanaan dan optimalisasi pelaksanaan program.

“Kita kan tidak punya acuan data. Jadi, memang harus bikin, supaya tahu kita sekarang ada di mana dan apa yang kurang. Kalau tidak begitu, nanti kita merencanakan hal-hal yang sudah dilakukan sebelumnya,” ungkapnya. Ia berharap, nantinya pendataan OPD bisa makin rapi. Apalagi saat ini Perda KLA masih dalam proses pembentukan.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Mahrus Sholih

 

- Advertisement -

Dia lantas berbagi pengalamannya ketika melakukan penyusunan RAD. Pihaknya masuk dalam penyusunan klaster dua yang berfokus pada pemantapan program pemenuhan hak sipil dan kebebasan. Ia sempat mengalami kesulitan kala menyusun program. Sebab, OPD yang juga ternaung dalam klaster dua tidak memiliki data detail tentang program yang berkorelasi dalam pemenuhan hak anak.

Jika demikian, Eri menuturkan, dampaknya pekerjaan akan menumpuk di akhir perancangan KLA. Walau bisa selesai, namun tak mampu menyentuh esensi pemahaman program KLA. Dan problem ini, kata dia, masih belum teratasi hingga saat ini. Akibatnya, pembahasan setiap tahunnya masih sama, yaitu visi memberikan pemahaman kepada OPD.

Menurut dia, hal yang paling strategis adalah menggagas adanya sekretariat KLA. Nantinya, sekretariat ini yang membantu proses pendataan dan memberikan pemahaman. Dengan demikian, ketika penyusunan RAD, visi utamanya tidak hanya memberikan pemahaman kepada OPD, tapi lebih kepada peningkatan muatan program di setiap klasternya. Bersamaan dengan itu, juga perlu adanya penyegaran SK KLA. Agar ada progres dan memiliki pijakan untuk menyusun RAD. “Kalau ada sekretariatnya, maka akan ada orang-orang khusus yang akan mengelola agar KLA itu berjalan,” kata Eri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Founder Taman Belajar Tanoker Ciciek Farha, yang juga menjadi tim penyusun RAD klaster tiga. Klaster ini membahas tentang lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Dalam penyusunan RAD, ia juga minim menemukan jejak pelaksanaan dan optimalisasi pelaksanaan program.

“Kita kan tidak punya acuan data. Jadi, memang harus bikin, supaya tahu kita sekarang ada di mana dan apa yang kurang. Kalau tidak begitu, nanti kita merencanakan hal-hal yang sudah dilakukan sebelumnya,” ungkapnya. Ia berharap, nantinya pendataan OPD bisa makin rapi. Apalagi saat ini Perda KLA masih dalam proses pembentukan.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Mahrus Sholih

 

Dia lantas berbagi pengalamannya ketika melakukan penyusunan RAD. Pihaknya masuk dalam penyusunan klaster dua yang berfokus pada pemantapan program pemenuhan hak sipil dan kebebasan. Ia sempat mengalami kesulitan kala menyusun program. Sebab, OPD yang juga ternaung dalam klaster dua tidak memiliki data detail tentang program yang berkorelasi dalam pemenuhan hak anak.

Jika demikian, Eri menuturkan, dampaknya pekerjaan akan menumpuk di akhir perancangan KLA. Walau bisa selesai, namun tak mampu menyentuh esensi pemahaman program KLA. Dan problem ini, kata dia, masih belum teratasi hingga saat ini. Akibatnya, pembahasan setiap tahunnya masih sama, yaitu visi memberikan pemahaman kepada OPD.

Menurut dia, hal yang paling strategis adalah menggagas adanya sekretariat KLA. Nantinya, sekretariat ini yang membantu proses pendataan dan memberikan pemahaman. Dengan demikian, ketika penyusunan RAD, visi utamanya tidak hanya memberikan pemahaman kepada OPD, tapi lebih kepada peningkatan muatan program di setiap klasternya. Bersamaan dengan itu, juga perlu adanya penyegaran SK KLA. Agar ada progres dan memiliki pijakan untuk menyusun RAD. “Kalau ada sekretariatnya, maka akan ada orang-orang khusus yang akan mengelola agar KLA itu berjalan,” kata Eri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Founder Taman Belajar Tanoker Ciciek Farha, yang juga menjadi tim penyusun RAD klaster tiga. Klaster ini membahas tentang lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Dalam penyusunan RAD, ia juga minim menemukan jejak pelaksanaan dan optimalisasi pelaksanaan program.

“Kita kan tidak punya acuan data. Jadi, memang harus bikin, supaya tahu kita sekarang ada di mana dan apa yang kurang. Kalau tidak begitu, nanti kita merencanakan hal-hal yang sudah dilakukan sebelumnya,” ungkapnya. Ia berharap, nantinya pendataan OPD bisa makin rapi. Apalagi saat ini Perda KLA masih dalam proses pembentukan.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Mahrus Sholih

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/