alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pimpinan KPK RI: 86 Persen Koruptor Adalah Alumni Perguruan Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

MANGLI.RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi yang dilakukan oleh alumni perguruan tinggi mencatatkan prosentase yang cukup tinggi. Demikian yang paparan salah satu pembicara di forum Public Lecture KPK dengan tema ‘Tantangan dan Problematika Gratifikasi di Perguruan Tinggi’ pada Jum’at (22/10/2021).

Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr H Babun Suharto mengatakan, sebagai implikasi dari merdeka belajar kampus merdeka, pihaknya berharap ada kerjasama antara UIN KHAS Jember dengan KPK RI. “Kami harap mahasiswa tidak hanya kenal kepada teori, tapi juga paham pelaksanaan masalah hukum di lapangan yang sebenarnya. Semoga kerjasama ini tetap berlanjut,” ucapnya, saat memberikan sambutan.

Pimpinan KPK RI Dr Nurul Ghufron SH MH sebagai Guest Speaker saat itu menyampaikan, membangun integritas bangsa dari pendidikan adalah bagian dari pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Ghufron, gratifikasi merupakan kegiatan pemberian hadiah kepada pejabat publik. Jika dibiarkan, akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil nantinya. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab terhadap korupsi yang membantu mencegah adanya gratifikasi,” paparnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember ini juga menguraikan, selama kepemimpinannya, rata-rata pelaku korupsi itu dilakukan oleh alumni perguruan tinggi. “Ada 86 persen pelaku koruptor adalah alumni perguruan tinggi, sebab salahnya mindset yang telah ditanamkan sejak awal,” beber Ghufron.

- Advertisement -

MANGLI.RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi yang dilakukan oleh alumni perguruan tinggi mencatatkan prosentase yang cukup tinggi. Demikian yang paparan salah satu pembicara di forum Public Lecture KPK dengan tema ‘Tantangan dan Problematika Gratifikasi di Perguruan Tinggi’ pada Jum’at (22/10/2021).

Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr H Babun Suharto mengatakan, sebagai implikasi dari merdeka belajar kampus merdeka, pihaknya berharap ada kerjasama antara UIN KHAS Jember dengan KPK RI. “Kami harap mahasiswa tidak hanya kenal kepada teori, tapi juga paham pelaksanaan masalah hukum di lapangan yang sebenarnya. Semoga kerjasama ini tetap berlanjut,” ucapnya, saat memberikan sambutan.

Pimpinan KPK RI Dr Nurul Ghufron SH MH sebagai Guest Speaker saat itu menyampaikan, membangun integritas bangsa dari pendidikan adalah bagian dari pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

Menurut Ghufron, gratifikasi merupakan kegiatan pemberian hadiah kepada pejabat publik. Jika dibiarkan, akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil nantinya. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab terhadap korupsi yang membantu mencegah adanya gratifikasi,” paparnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember ini juga menguraikan, selama kepemimpinannya, rata-rata pelaku korupsi itu dilakukan oleh alumni perguruan tinggi. “Ada 86 persen pelaku koruptor adalah alumni perguruan tinggi, sebab salahnya mindset yang telah ditanamkan sejak awal,” beber Ghufron.

MANGLI.RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi yang dilakukan oleh alumni perguruan tinggi mencatatkan prosentase yang cukup tinggi. Demikian yang paparan salah satu pembicara di forum Public Lecture KPK dengan tema ‘Tantangan dan Problematika Gratifikasi di Perguruan Tinggi’ pada Jum’at (22/10/2021).

Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr H Babun Suharto mengatakan, sebagai implikasi dari merdeka belajar kampus merdeka, pihaknya berharap ada kerjasama antara UIN KHAS Jember dengan KPK RI. “Kami harap mahasiswa tidak hanya kenal kepada teori, tapi juga paham pelaksanaan masalah hukum di lapangan yang sebenarnya. Semoga kerjasama ini tetap berlanjut,” ucapnya, saat memberikan sambutan.

Pimpinan KPK RI Dr Nurul Ghufron SH MH sebagai Guest Speaker saat itu menyampaikan, membangun integritas bangsa dari pendidikan adalah bagian dari pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

Menurut Ghufron, gratifikasi merupakan kegiatan pemberian hadiah kepada pejabat publik. Jika dibiarkan, akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil nantinya. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab terhadap korupsi yang membantu mencegah adanya gratifikasi,” paparnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember ini juga menguraikan, selama kepemimpinannya, rata-rata pelaku korupsi itu dilakukan oleh alumni perguruan tinggi. “Ada 86 persen pelaku koruptor adalah alumni perguruan tinggi, sebab salahnya mindset yang telah ditanamkan sejak awal,” beber Ghufron.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/