alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Kembangkan Manajemen Zakat Lebih Modern

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jember dinilai prospektif mengembangkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Mulai dari sektor perekonomian, pendidikan, hingga kesehatan.

Sebab, keberadaan LAZ dinilai bukan hanya menggugurkan kewajiban berzakat umat Islam, tapi juga mengelolanya untuk menjangkau kebermanfaatan lebih besar. “Perlu ada spirit dalam pengelolaan zakat. Pertama, landasan syariah. Dan kedua, landasan konsitusinya. Dua itu yang harus dipahami LAZ,” kata KH Misbahus Salam, Ketua Baznas Jember, saat memberikan paparan ke para LAZ, Sabtu lalu.

Terkait landasan syariah itu, kata Misbah, perlu ada semangat bahwa zakat itu menjadi fondasi utama dalam perjuangan Islam. Lalu, juga didukung dengan manajemen pengelolaan zakat di tiap LAZ. Seperti harus memiliki visi, misi, tujuan, dan program. “Ketiga adalah publikasi dan akuntabilitas. Itu penting, agar diterima oleh publik. Bisa melalui medsos atau media,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, untuk mewujudkan pengelolaan yang profesional, Misbah menilai, perlu juga ditopang dengan gerakan pemikiran (Harakah Fikriyah) dan gerakan riil ke masyarakat (Harakah Tathbiqiiyah).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jember dinilai prospektif mengembangkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Mulai dari sektor perekonomian, pendidikan, hingga kesehatan.

Sebab, keberadaan LAZ dinilai bukan hanya menggugurkan kewajiban berzakat umat Islam, tapi juga mengelolanya untuk menjangkau kebermanfaatan lebih besar. “Perlu ada spirit dalam pengelolaan zakat. Pertama, landasan syariah. Dan kedua, landasan konsitusinya. Dua itu yang harus dipahami LAZ,” kata KH Misbahus Salam, Ketua Baznas Jember, saat memberikan paparan ke para LAZ, Sabtu lalu.

Terkait landasan syariah itu, kata Misbah, perlu ada semangat bahwa zakat itu menjadi fondasi utama dalam perjuangan Islam. Lalu, juga didukung dengan manajemen pengelolaan zakat di tiap LAZ. Seperti harus memiliki visi, misi, tujuan, dan program. “Ketiga adalah publikasi dan akuntabilitas. Itu penting, agar diterima oleh publik. Bisa melalui medsos atau media,” tambahnya.

Selain itu, untuk mewujudkan pengelolaan yang profesional, Misbah menilai, perlu juga ditopang dengan gerakan pemikiran (Harakah Fikriyah) dan gerakan riil ke masyarakat (Harakah Tathbiqiiyah).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jember dinilai prospektif mengembangkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Mulai dari sektor perekonomian, pendidikan, hingga kesehatan.

Sebab, keberadaan LAZ dinilai bukan hanya menggugurkan kewajiban berzakat umat Islam, tapi juga mengelolanya untuk menjangkau kebermanfaatan lebih besar. “Perlu ada spirit dalam pengelolaan zakat. Pertama, landasan syariah. Dan kedua, landasan konsitusinya. Dua itu yang harus dipahami LAZ,” kata KH Misbahus Salam, Ketua Baznas Jember, saat memberikan paparan ke para LAZ, Sabtu lalu.

Terkait landasan syariah itu, kata Misbah, perlu ada semangat bahwa zakat itu menjadi fondasi utama dalam perjuangan Islam. Lalu, juga didukung dengan manajemen pengelolaan zakat di tiap LAZ. Seperti harus memiliki visi, misi, tujuan, dan program. “Ketiga adalah publikasi dan akuntabilitas. Itu penting, agar diterima oleh publik. Bisa melalui medsos atau media,” tambahnya.

Selain itu, untuk mewujudkan pengelolaan yang profesional, Misbah menilai, perlu juga ditopang dengan gerakan pemikiran (Harakah Fikriyah) dan gerakan riil ke masyarakat (Harakah Tathbiqiiyah).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/