alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Donasi Digital, Cara Baru Bersedekah di Era 4.0

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi yang masih terjadi hingga kini, membuat kemampuan pemerintah di negara manapun terbatas. Baik dalam penanganan wabah Covid-19 maupun pengendalian sektor perekonomian. Karenanya, kesuksesan perlindungan kesejahteraan masyarakat membutuhkan komitmen pemerintah serta peran masyarakat.

Tema tersebut disampaikan oleh akademisi Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Yudistira Hendra Permana SE MSc PhD ketika memberikan pemaparan dalam gelaran virtual talk show bertajuk Nudge to Give More Islamic Social Finance: Answer to The Indonesia Economic Challenge yang digelar Bank Indonesia Jember bersama RADARJEMBER.ID, Rabu (23/9). Diikuti oleh ratusan peserta lewat Zoom cloud meeting, acara ini juga diisi oleh Ketua BAZNAS Jember, KH Misbahus Salam dan Ketua Bidang Pengembangan Zakat dan Wakaf DPP IAEI, Prof Dian Masyita PhD. Dengan dipandu Senandung Nacita, presenter nasional sebagai moderator.

Menurut Yudistira, pandemi adalah beban bersama, dan dibutuhkan effort dari seluruh kalngan untuk menghadapi situasi ini. Sebab yang dihadapi ini adalah ketidakpastian ekonomi, sehingga semua orang menjadi cemas dan beban bertambah. “Nah, kebijakan ekonomi masyarakat berdasarkan asumsi yang tepat memerlukan sense of crisis, thinking the unthinkable, prepare for the worst dan probabolity of an event.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari sektor sosial, faktor kultur dan agama masih menjadi hal utama di Indonesia. Tak heran jika donasi uang merupakan poin tertinggi dari Indonesia, berdasarkan data dari Charity Aid Foundation. “Sumbangan uang meningkat seiring bertambahnya usia,” imbuh Yudistira.

Donasi, lanjut dia, adalah kontribusi atau public goods game di mana kepercayaan dapat mengubah preferensi. Kepercayaan akan suatu lembaga penghimpun donasi maupun sasaran donasi akan muncul ketika ada ada integritas, transparansi, dan fokus pada outcome.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi yang masih terjadi hingga kini, membuat kemampuan pemerintah di negara manapun terbatas. Baik dalam penanganan wabah Covid-19 maupun pengendalian sektor perekonomian. Karenanya, kesuksesan perlindungan kesejahteraan masyarakat membutuhkan komitmen pemerintah serta peran masyarakat.

Tema tersebut disampaikan oleh akademisi Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Yudistira Hendra Permana SE MSc PhD ketika memberikan pemaparan dalam gelaran virtual talk show bertajuk Nudge to Give More Islamic Social Finance: Answer to The Indonesia Economic Challenge yang digelar Bank Indonesia Jember bersama RADARJEMBER.ID, Rabu (23/9). Diikuti oleh ratusan peserta lewat Zoom cloud meeting, acara ini juga diisi oleh Ketua BAZNAS Jember, KH Misbahus Salam dan Ketua Bidang Pengembangan Zakat dan Wakaf DPP IAEI, Prof Dian Masyita PhD. Dengan dipandu Senandung Nacita, presenter nasional sebagai moderator.

Menurut Yudistira, pandemi adalah beban bersama, dan dibutuhkan effort dari seluruh kalngan untuk menghadapi situasi ini. Sebab yang dihadapi ini adalah ketidakpastian ekonomi, sehingga semua orang menjadi cemas dan beban bertambah. “Nah, kebijakan ekonomi masyarakat berdasarkan asumsi yang tepat memerlukan sense of crisis, thinking the unthinkable, prepare for the worst dan probabolity of an event.

Dari sektor sosial, faktor kultur dan agama masih menjadi hal utama di Indonesia. Tak heran jika donasi uang merupakan poin tertinggi dari Indonesia, berdasarkan data dari Charity Aid Foundation. “Sumbangan uang meningkat seiring bertambahnya usia,” imbuh Yudistira.

Donasi, lanjut dia, adalah kontribusi atau public goods game di mana kepercayaan dapat mengubah preferensi. Kepercayaan akan suatu lembaga penghimpun donasi maupun sasaran donasi akan muncul ketika ada ada integritas, transparansi, dan fokus pada outcome.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi yang masih terjadi hingga kini, membuat kemampuan pemerintah di negara manapun terbatas. Baik dalam penanganan wabah Covid-19 maupun pengendalian sektor perekonomian. Karenanya, kesuksesan perlindungan kesejahteraan masyarakat membutuhkan komitmen pemerintah serta peran masyarakat.

Tema tersebut disampaikan oleh akademisi Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Yudistira Hendra Permana SE MSc PhD ketika memberikan pemaparan dalam gelaran virtual talk show bertajuk Nudge to Give More Islamic Social Finance: Answer to The Indonesia Economic Challenge yang digelar Bank Indonesia Jember bersama RADARJEMBER.ID, Rabu (23/9). Diikuti oleh ratusan peserta lewat Zoom cloud meeting, acara ini juga diisi oleh Ketua BAZNAS Jember, KH Misbahus Salam dan Ketua Bidang Pengembangan Zakat dan Wakaf DPP IAEI, Prof Dian Masyita PhD. Dengan dipandu Senandung Nacita, presenter nasional sebagai moderator.

Menurut Yudistira, pandemi adalah beban bersama, dan dibutuhkan effort dari seluruh kalngan untuk menghadapi situasi ini. Sebab yang dihadapi ini adalah ketidakpastian ekonomi, sehingga semua orang menjadi cemas dan beban bertambah. “Nah, kebijakan ekonomi masyarakat berdasarkan asumsi yang tepat memerlukan sense of crisis, thinking the unthinkable, prepare for the worst dan probabolity of an event.

Dari sektor sosial, faktor kultur dan agama masih menjadi hal utama di Indonesia. Tak heran jika donasi uang merupakan poin tertinggi dari Indonesia, berdasarkan data dari Charity Aid Foundation. “Sumbangan uang meningkat seiring bertambahnya usia,” imbuh Yudistira.

Donasi, lanjut dia, adalah kontribusi atau public goods game di mana kepercayaan dapat mengubah preferensi. Kepercayaan akan suatu lembaga penghimpun donasi maupun sasaran donasi akan muncul ketika ada ada integritas, transparansi, dan fokus pada outcome.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/