alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Menko Airlangga Paparkan Berbagai Dukungan Pemerintah bagi Generasi Muda

Saat Menjadi Keynote Speech di Forum KTT Y20

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Indonesia diproyeksikan mengalami bonus demografi hingga 64 persen dari total penduduk produktif pada tahun 2030. Dengan adanya bonus demografi, representasi generasi muda dari berbagai latar belakang dinilai penting untuk mengadvokasikan pemikiran dan inovasi guna mendorong kemajuan berbagai sektor potensial.

Mempertimbangkan peran penting generasi muda tersebut, Pemerintah perlu untuk menyiapkan fasilitas kebijakan yang mampu mendukung pengembangan generasi muda.

Sebagai Presidensi G20, Indonesia berupaya untuk memfasilitasi peluang generasi muda guna menjadi aktor penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Upaya tersebut diakomodir Pemerintah dalam Forum Youth 20 (Y20) yang mengangkat empat fokus utama terdiri dari ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya menyambut baik komunike Y20 dengan empat bidang yang menjadi fokus komite Y20 Indonesia sebagai isu-isu yang secara signifikan berdampak pada kaum muda di seluruh dunia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberikan keynote speech secara virtual dalam kegiatan KTT Y20 Presidensi G20 Indonesia: Closing Ceremony, Jumat (22/07).

BACA JUGA: Percepat Pemulihan UMKM dan Ekonomi Nasional, Plafon KUR Ditingkatkan

Selain mengangkat empat isu penting tersebut, Y20 Indonesia turut menjadi tonggak dalam memfasilitasi keterwakilan berbagai komunitas yang kurang terwakili, penyandang disabilitas, serta komunitas lokal sebagai pengamat resmi dalam Y20 Indonesia.

Keberagaman perwakilan tersebut ditujukan untuk dapat mengakomodir berbagai suara dan kepentingan kelompok-kelompok minoritas, marjinal, maupun yang secara historis memiliki hambatan tersendiri.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Indonesia diproyeksikan mengalami bonus demografi hingga 64 persen dari total penduduk produktif pada tahun 2030. Dengan adanya bonus demografi, representasi generasi muda dari berbagai latar belakang dinilai penting untuk mengadvokasikan pemikiran dan inovasi guna mendorong kemajuan berbagai sektor potensial.

Mempertimbangkan peran penting generasi muda tersebut, Pemerintah perlu untuk menyiapkan fasilitas kebijakan yang mampu mendukung pengembangan generasi muda.

Sebagai Presidensi G20, Indonesia berupaya untuk memfasilitasi peluang generasi muda guna menjadi aktor penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Upaya tersebut diakomodir Pemerintah dalam Forum Youth 20 (Y20) yang mengangkat empat fokus utama terdiri dari ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi.

“Saya menyambut baik komunike Y20 dengan empat bidang yang menjadi fokus komite Y20 Indonesia sebagai isu-isu yang secara signifikan berdampak pada kaum muda di seluruh dunia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberikan keynote speech secara virtual dalam kegiatan KTT Y20 Presidensi G20 Indonesia: Closing Ceremony, Jumat (22/07).

BACA JUGA: Percepat Pemulihan UMKM dan Ekonomi Nasional, Plafon KUR Ditingkatkan

Selain mengangkat empat isu penting tersebut, Y20 Indonesia turut menjadi tonggak dalam memfasilitasi keterwakilan berbagai komunitas yang kurang terwakili, penyandang disabilitas, serta komunitas lokal sebagai pengamat resmi dalam Y20 Indonesia.

Keberagaman perwakilan tersebut ditujukan untuk dapat mengakomodir berbagai suara dan kepentingan kelompok-kelompok minoritas, marjinal, maupun yang secara historis memiliki hambatan tersendiri.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Indonesia diproyeksikan mengalami bonus demografi hingga 64 persen dari total penduduk produktif pada tahun 2030. Dengan adanya bonus demografi, representasi generasi muda dari berbagai latar belakang dinilai penting untuk mengadvokasikan pemikiran dan inovasi guna mendorong kemajuan berbagai sektor potensial.

Mempertimbangkan peran penting generasi muda tersebut, Pemerintah perlu untuk menyiapkan fasilitas kebijakan yang mampu mendukung pengembangan generasi muda.

Sebagai Presidensi G20, Indonesia berupaya untuk memfasilitasi peluang generasi muda guna menjadi aktor penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Upaya tersebut diakomodir Pemerintah dalam Forum Youth 20 (Y20) yang mengangkat empat fokus utama terdiri dari ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi.

“Saya menyambut baik komunike Y20 dengan empat bidang yang menjadi fokus komite Y20 Indonesia sebagai isu-isu yang secara signifikan berdampak pada kaum muda di seluruh dunia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberikan keynote speech secara virtual dalam kegiatan KTT Y20 Presidensi G20 Indonesia: Closing Ceremony, Jumat (22/07).

BACA JUGA: Percepat Pemulihan UMKM dan Ekonomi Nasional, Plafon KUR Ditingkatkan

Selain mengangkat empat isu penting tersebut, Y20 Indonesia turut menjadi tonggak dalam memfasilitasi keterwakilan berbagai komunitas yang kurang terwakili, penyandang disabilitas, serta komunitas lokal sebagai pengamat resmi dalam Y20 Indonesia.

Keberagaman perwakilan tersebut ditujukan untuk dapat mengakomodir berbagai suara dan kepentingan kelompok-kelompok minoritas, marjinal, maupun yang secara historis memiliki hambatan tersendiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/